• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

AKUR JEUNG DULUR, HADE JEUNG BARAYA

fusilat by fusilat
November 24, 2024
in Feature
0
AKUR JEUNG DULUR, HADE JEUNG BARAYA
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

“Harus rukun dengan saudara”. Begitulah arti peribahasa Sunda yang dijadikan judul tulisan kali ini. Dalam nilai kehidupan adiluhung di Jawa Barat ada prinsip kehidupan yang bunyinya “silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi”. Artinya, dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, sudah seharusnya kita selalu mengedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
“Akur jeung dulur, hade jeing baraya”, menggambarkan kehidupan yang penuh dengan silaturahmi. Dalam mengarungi kehidupan, baik kehidupan pribadi, keluarga atau pun bangsa, suasana kebatinan selaku bangsa yang berkarakter dan bermartabat, harus selalu mengedepan dan mampu memcirikan kepribadian selaku bangsa yang merdeka.

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di seluruh tanah air, sudah sepantasnya seluruh pasangan calon yang ikut berlaga memperebutkan Kepala Daerah, senantiasa selalu menerapkan prinsip kekeluargaan dan kebersamaan. Jangan sampai proses Pilkada menjadi ajang perpecahan dan menaburkan kebencian sesama anak bangsa.

Pilkada adalah proses pendidikan politik bangsa, sehingga rakyat menjadi semakin cerdas berpolitik. Pilkada bukan proses pembunuhan karakter pasangan calon yang ikut berlaga. Itu sebabnya, penyelenggara Pilkada harus betul-betul menjaga nilai-nilai diatas, agar tidak dijadikan permainan politik tertentu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sebagai proses demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, wajar jika Pilkada penuh dengan hingar bingar politik yang terkesan penuh intrik dan kehangatan. Adu program adalah hal yang biasa dalam Pilkada. Yang tidak boleh bila Pilkada dijadikan ajang untuk menguliti kesalahan pasangan calon. Terlebih yang berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya pribadi.

Sejatinya Pilkada, tentu bukan hanya sekedar memilih atau menetapkan seseorang menjadi Kepala Daerah. Tapi, yang lebih utama lagi adalah apa yang akan ditempuhnya, setelah dirinya terpilih jadi Kepala Daerah. Oleh karena itu, sangatlah tepat jika kita jangan sembarangan memilih pasangan calon yang ikut berlaga. Terlebih bila hanya memilih orang yang populer semata.

Seiring dengan perkembangan jaman, untuk menjadi Kepala Daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) sekarang, tidak lagi hanya bermodalkan idealisme. Namun, jika kita ikuti fenomena yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, ternyata sangat membutuhkan modal finansial yang tidak kecil. Bagi yang ingin tampil jadi Kepala Daerah lewat jalur Partai Politik, tentu butuh modal untuk kendaraan politiknya.

Sosok Kepala Daerah adalah panutan yang akan diteladani dalam kiprah kehidupan sehari-hari. Akibatnya, kalau ada seorang Kepala Daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Aparat Penegak Hukum, pada dasarnya yang bersangkutan telah melakukan pengkhianatan terhadap dirinya sendiri. Tidak seharusnya Kepala Daerah terkena OTT, kalau dirinya menjalankan amanah dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab.

Akur jeung dulur, hade jeung baraya, sudah seharusnya dijadikan dasar berpijak, bagi siapa pun yang ingin menjalani kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Setajam apa pun perbedaan pandangan terhadap suatu persoalan, sebut saja dalam hal perbedaan visi Kepala Daerah, namun seusai prosesnya selesai, ujung-ujungnya harus berakhir dengan keberkahan bagi semua.

Inilah sesungguhnya nilai dari prinsip akur jeung dulur hade jeung baraya. Selaku warga bangsa yang menjunjung tinggi spirit kebersamaan dan kekeluargaan, jangan sampai apa yang dilakukan, malah menimbulkan perpecahan. Ini yang harus dicegah. Hidup rukun dan “sauyunan” , mesti tampil jadi hal yang utama.

Pilkada adalah upaya untuk memilih Kepala Daerah yang sesuai dengan suara hati rakyat. Pilihan rakyat secara langsung, tanpa perwakilan, mestinya dapat menampilkan sosok pemimpin yang sesuai dengan dambaan rakyat. Pertanyaannya adalah apakah sekarang rakyat sudah mengenali betul pasangan calon Kepala Daerah yang akan dipilihnya ?

Jawabnya tegas : tidak ! Tidak sedikit rakyat kita yang tidak mengetahui siapa pasangan calon Kepala Daerah yang bakal dipilihnya. Hal ini, sama saja dengan kita membeli kucing dalam karung. Kita hanya tahu bunyi ngeong-ngeong, tapi tidak pernah tahu apakah kucing itu berwarna hitam atau kuning.

Begitu pun dengan padangan calon Kepala Daerah yang akan dipil8h rakyat. Bahkan dalam salah satu kesempatan ada seorang sahabat yang berbisik “teu mais teu meuleum”, kok bisa pasangan itu yang terpilih jadi Kepala Daerah ? Apakah karena banyaknya baligo yang dipasang di berbagai sudut kota atau memang kualitas diri yang membuat banyak orang memilihnya ?

Pertanyaan ini lumrah terjadi, karena pasangan Kepala Daerah yang terpilih, bukanlah pujaan hati nya. Mereka tahu persis pasangan tersebut merupakan sosok politisi yang sangat mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya, tanpa mau untuk akur jeung dulur, hade jeung baraya. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Negerinya Polisi, Rakyat Numpang Nonton

Next Post

2025 Tax Amnesty dan PPN 12% : Menekan Rakyat Kecil atau Memanjakan Konglomerat?

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
2025 Tax Amnesty dan PPN 12% : Menekan Rakyat Kecil atau Memanjakan Konglomerat?

2025 Tax Amnesty dan PPN 12% : Menekan Rakyat Kecil atau Memanjakan Konglomerat?

Kronologi Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Apa yang Terjadi?

AKP Ryanto Ulil Minta Izin Berhenti Jadi Polisi Sebelum Ditembak Mati AKP Dadang Tiga bulan sebelum kejadian  .

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...