• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Aliansi Pejuang & Purnawirawan TNI : Proyek Pembangunan PIK2 Tidak Memberikan Manfaat Langsung bagi Rakyat Kecil Setempat

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
November 18, 2024
in Komunitas, News
0
Aliansi Pejuang & Purnawirawan TNI : Proyek Pembangunan PIK2 Tidak Memberikan Manfaat Langsung bagi Rakyat Kecil Setempat
Share on FacebookShare on Twitter

Cimahi, Jawa Barat – Dewan Pengurus Nasional Aliansi Pejuang & Purnawirawan TNI (DPN-APP-TNI) menyampaikan pernyataan terkait proyek pembangunan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang kini menjadi sorotan publik setelah mengalami percepatan pembangunan dan penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proyek PIK2, yang mencakup reklamasi pantai di kawasan Pantai Utara Jakarta, semula memerlukan izin khusus dari pemerintah pusat dan daerah. Proses reklamasi ini diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pada periode 2014 hingga 2019, proyek reklamasi sempat dihentikan sementara di era Gubernur DKI Jakarta karena masalah perizinan dan dampak lingkungan.

Namun, proyek PIK2 kembali dilanjutkan dan dipercepat pada tahun 2024 setelah pemerintah pusat menetapkannya sebagai PSN, bahkan diperluas hingga mencakup wilayah Tangerang, Banten. DPN-APP-TNI mencatat bahwa selama sepuluh tahun terakhir, proyek ini tidak dapat dilaksanakan karena berbagai persyaratan yang belum terpenuhi. Pada Maret 2024, menjelang akhir masa jabatan Presiden Jokowi, DPN-APP-TNI menyebut adanya dugaan “permainan kongkang lingkong” antara pengusaha dan penguasa yang memfasilitasi penetapan PIK2 sebagai PSN.

Dengan status PSN, perizinan untuk PIK2 dipermudah dan dipercepat oleh pemerintah pusat, memberikan keuntungan bagi pengembang untuk mengakses perizinan tata ruang, pembebasan lahan, dan pembangunan infrastruktur. Proyek ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

DPN-APP-TNI menyoroti kolaborasi antara Agung Sedayu Group dan Salim Group dalam proyek ini, yang didukung oleh modal besar dan jaringan bisnis luas. Mereka disebut menggerakkan perangkat pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten serta melibatkan aparat keamanan dan pihak swasta.

Lebih lanjut, DPN-APP-TNI menyampaikan bahwa pembangunan PIK2 sebagai kawasan elit tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat miskin di sekitarnya. Lahan pantai yang sebelumnya menjadi ruang publik kini berubah menjadi kawasan eksklusif yang hanya dapat diakses oleh kelompok masyarakat kaya. DPN-APP-TNI juga mengungkapkan kekhawatiran adanya dugaan permainan asing, terutama dari Tiongkok, yang membentuk koloni eksklusif mengarah pada tindakan “kolonialisasi” atau “Negara dalam Negara.”

Pernyataan ini menggarisbawahi kritik terhadap penguasaan modal dan keuntungan oleh para konglomerat melalui proyek PIK2, yang dinilai mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan merugikan kepentingan publik.

Cimahi, Jawa Barat – Dewan Pengurus Nasional Aliansi Pejuang & Purnawirawan TNI (DPN-APP-TNI) menyampaikan pernyataan terkait proyek pembangunan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), yang kini menjadi sorotan publik setelah mengalami percepatan pembangunan dan penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proyek PIK2, yang mencakup reklamasi pantai di kawasan Pantai Utara Jakarta, semula memerlukan izin khusus dari pemerintah pusat dan daerah. Proses reklamasi ini diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pada periode 2014 hingga 2019, proyek reklamasi sempat dihentikan sementara di era Gubernur DKI Jakarta karena masalah perizinan dan dampak lingkungan.

Namun, proyek PIK2 kembali dilanjutkan dan dipercepat pada tahun 2024 setelah pemerintah pusat menetapkannya sebagai PSN, bahkan diperluas hingga mencakup wilayah Tangerang, Banten. DPN-APP-TNI mencatat bahwa selama sepuluh tahun terakhir, proyek ini tidak dapat dilaksanakan karena berbagai persyaratan yang belum terpenuhi. Pada Maret 2024, menjelang akhir masa jabatan Presiden Jokowi, DPN-APP-TNI menyebut adanya dugaan “permainan kongkang lingkong” antara pengusaha dan penguasa yang memfasilitasi penetapan PIK2 sebagai PSN.

Dengan status PSN, perizinan untuk PIK2 dipermudah dan dipercepat oleh pemerintah pusat, memberikan keuntungan bagi pengembang untuk mengakses perizinan tata ruang, pembebasan lahan, dan pembangunan infrastruktur. Proyek ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

DPN-APP-TNI menyoroti kolaborasi antara Agung Sedayu Group dan Salim Group dalam proyek ini, yang didukung oleh modal besar dan jaringan bisnis luas. Mereka disebut menggerakkan perangkat pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten serta melibatkan aparat keamanan dan pihak swasta.

Lebih lanjut, DPN-APP-TNI menyampaikan bahwa pembangunan PIK2 sebagai kawasan elit tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat miskin di sekitarnya. Lahan pantai yang sebelumnya menjadi ruang publik kini berubah menjadi kawasan eksklusif yang hanya dapat diakses oleh kelompok masyarakat kaya. DPN-APP-TNI juga mengungkapkan kekhawatiran adanya dugaan permainan asing, terutama dari Tiongkok, yang membentuk koloni eksklusif mengarah pada tindakan “kolonialisasi” atau “Negara dalam Negara.”

Pernyataan ini menggarisbawahi kritik terhadap penguasaan modal dan keuntungan oleh para konglomerat melalui proyek PIK2, yang dinilai mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan merugikan kepentingan publik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polemik Antara Kapolres Pringsewu dengan Wartawan

Next Post

Lecehkan Media Grassroot, Wilson Lalengke Laporkan Kapolres Pringsewu ke Divisi Propam Polri

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat
Economy

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026
Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri
Birokrasi

Ironi Pahit 38 Tahun Mengabdi: Ketika Mobil Pensiunan Polisi Dicuri Rekan Sejawat di Markas Sendiri

June 15, 2026
Next Post
Lecehkan Media Grassroot, Wilson Lalengke Laporkan Kapolres Pringsewu ke Divisi Propam Polri

Lecehkan Media Grassroot, Wilson Lalengke Laporkan Kapolres Pringsewu ke Divisi Propam Polri

Kejagung Sita Aset Hendry Lie: Vila di Bali hingga Tanah Terbongkar – Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kejagung Sita Aset Hendry Lie: Vila di Bali hingga Tanah Terbongkar - Terancam Hukuman Seumur Hidup

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist