• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

ALLAHU AKBAR “Rabbana Ihdinas-Siratal Mustaqim”: Sumpah Spiritual Para Pendiri Negara

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
May 4, 2026
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Pidato Soekarno pada 18 Agustus 1945 di sidang PPKI bukan sekadar pernyataan politik. Ia adalah peristiwa spiritual, historis, sekaligus filosofis yang menandai kelahiran konstitusi Indonesia.

Bung Karno menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar bukanlah dokumen biasa. Ia lahir dari pergulatan panjang, dari perbedaan tajam, bahkan dari pengorbanan darah dan air mata.

“…Undang-undang dasar itu sering kali lahir dalam lautan darah dan air mata…”

Artinya jelas: UUD 1945 bukan produk administratif. Ia adalah hasil pengorbanan kolektif bangsa.

Lebih dari itu, para pendiri bangsa memohon petunjuk Ilahi:

“Rabbana ihdinas-siratal mustaqim…”

Di sinilah letak dimensi sakral konstitusi: ia tidak hanya lahir dari rasio politik, tetapi juga dari kesadaran spiritual.


I. UUD 1945: Fondasi Historis dan Moral Bangsa

Ada empat dimensi penting yang dapat ditarik dari pidato Bung Karno:

1. Dimensi Pengorbanan
Konstitusi ini lahir dari perjuangan nyata, bukan hasil rekayasa kekuasaan.

2. Dimensi Spiritual
Ada pengakuan eksplisit bahwa proses perumusan dilakukan dengan memohon petunjuk Tuhan.

3. Dimensi Kolektif
Ia merupakan hasil ijtihad kebangsaan—bukan karya satu orang, melainkan konsensus para pendiri bangsa.

4. Dimensi Keyakinan
Bung Karno menegaskan bahwa UUD 1945 tidak dibuat secara sembarangan atau sementara dalam makna substantif.


II. Membaca Ulang Sejarah: 1945, 1959, dan Setelahnya

Sejarah menunjukkan bahwa UUD 1945 memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas negara, termasuk ketika dikembalikan melalui Dekrit 5 Juli 1959.

Namun, penting untuk dipahami secara jernih:
Perubahan konstitusi pada era reformasi juga merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Di sinilah ruang diskursus terbuka:
Apakah perubahan tersebut memperkuat atau justru menjauh dari semangat awal?

Pertanyaan ini sah untuk dibahas—tetapi harus dijawab dengan argumentasi, bukan dengan pelabelan.


III. Jalan Konstitusional: Kritik Tanpa Kekerasan

Kecintaan terhadap UUD 1945 adalah hal yang sah dan terhormat.
Namun, perjuangan untuk mengembalikan atau menyempurnakan sistem ketatanegaraan harus tetap berada dalam koridor:

  • Konstitusi
  • Demokrasi
  • Dialog kebangsaan

Seruan perubahan tidak boleh bergeser menjadi ajakan konflik atau kekerasan.
Karena justru itu akan bertentangan dengan nilai dasar bangsa itu sendiri.


IV. Pancasila dan Arah Bangsa

Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar pertama.
Ini menunjukkan bahwa nilai spiritual memang menjadi fondasi negara.

Namun, implementasinya harus tetap inklusif dan konstitusional—
bukan eksklusif atau digunakan untuk menegasikan pihak lain.


Penutup: Seruan Kebangsaan

Wahai anak bangsa,

UUD 1945 adalah warisan besar yang lahir dari sejarah panjang,
dari perjuangan, pengorbanan, dan harapan.

Menjaganya adalah tanggung jawab bersama.
Mengkritiknya adalah hak warga negara.
Menyempurnakannya adalah bagian dari perjalanan bangsa.

Namun, semua itu harus dilakukan dengan:

  • Akal sehat
  • Etika kebangsaan
  • Dan semangat persatuan

Karena Indonesia tidak dibangun untuk saling menjatuhkan,
melainkan untuk saling menguatkan.


MERDEKA.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Inilah Potret Indonesia Gelap: Ketika Pekerja Didominasi Tamatan SD

Next Post

Takaichi Tegaskan Dorongan Revisi Konstitusi Jepang untuk Menjawab Tantangan Zaman

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Next Post
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Takaichi Tegaskan Dorongan Revisi Konstitusi Jepang untuk Menjawab Tantangan Zaman

El Nino Diperkirakan Kembali Menguat Pertengahan 2026: PBB Keluarkan Peringatan Dini

El Nino Diperkirakan Kembali Menguat Pertengahan 2026: PBB Keluarkan Peringatan Dini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...