JAKARTA – FusilatNews.-– Konflik keluarga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari putra sulungnya sendiri, Frank Alexander Hutapea, setelah Hotman Paris resmi menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Melalui unggahan di Instagram Story, Frank melontarkan kritik tajam terhadap ayahnya. Ia mempertanyakan ketulusan program bantuan hukum gratis Hotman 911 yang selama ini dikenal luas sebagai layanan advokasi bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut Frank, program tersebut lebih berfungsi sebagai sarana untuk membangun citra dibandingkan dengan bentuk kepedulian yang tulus terhadap masyarakat.
“Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention,” tulis Frank dalam unggahannya.
Tak berhenti di situ, Frank juga mendesak agar akun Instagram resmi Hotman 911 ditutup. Ia menilai akun tersebut hanya menjadi instrumen pemasaran yang menguntungkan berbagai kepentingan bisnis, termasuk promosi Holywings. Dalam unggahan yang sama, Frank turut menyinggung persoalan internal keluarga, di antaranya dugaan pengelolaan uang angpao pada acara pernikahan adiknya.
Pernyataan terbuka Frank muncul di tengah perhatian publik terhadap keputusan Hotman Paris menerima kuasa hukum untuk mendampingi Febrie Adriansyah, yang saat ini tengah menjalani proses hukum sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dalam berbagai kesempatan, Hotman Paris menegaskan bahwa penetapan status tersangka terhadap kliennya dilakukan secara dipaksakan. Ia juga menilai masih terdapat sejumlah kejanggalan hukum dalam proses penyidikan yang menurutnya layak diuji di persidangan.
Hingga berita ini ditulis, Hotman Paris maupun tim kuasa hukumnya belum memberikan tanggapan resmi atas kritik terbuka yang disampaikan oleh Frank Alexander Hutapea. Perselisihan antara ayah dan anak tersebut pun semakin menyita perhatian publik karena berlangsung bersamaan dengan penanganan perkara hukum berprofil tinggi yang kini tengah menjadi sorotan nasional.
























