• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Analisa Geopolitik: Membaca Ambisi Global Power Xi Jinping

fusilat by fusilat
June 23, 2023
in Feature
0
Presiden China Xi Jinping Singgung Pertumbuhan Islam di Xinjiang

Presiden China Xi Jinping (Foto: Reuters via ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Achmad Nur Hidayat

DIPLOMASI China begitu Agresif, bercita mendamaikan Iran-Saudi Arabia, Suriah-Negara Timur Tengah sekaligus mendamaikan Ukraina-Rusia dan Membangun Ekonomi Afrika dan Timur Tengah serta Membangun Poros Ekonomi Asia-Pasifik

Tatanan dunia yang dipimpin Amerika dan Barat mengalami tremor karena tampilnya inisiatif dan diplomasi dalam China mendamaikan konflik dunia yang tak selesai. Amerika dan Barat merasa gelisah atas manuver Xi Jinping yang tampil begitu percaya diri sebagai pendamai konflik yang pelik baik di Eropa Timur maupun di Timur Tengah.

Selain itu, Xi Jinping juga terus melakukan kebijakan pembiayaan infrastrukturnya ke Afrika, Asia Tenggara dan Pasifik. Apa niat Xi sebenarnya dari berbagai manuver tersebut?

Seriuskah China membangun poros Multipolar dengan China salah satu pemimpinnya? Apa langkah selanjutnya dari gerakan Xi di masa depan untuk mewujudkan ambisi global power tersebut?

Majalah Economist dan Kebijakan China

Majalah Economist menulis artikel berjudul “Dunia Menurut Xi“ pada 23/3/2023. Majalah Economist merupakan majalah yang antusias terhadap tatanan dunia yang dipimpin Barat dan Amerika.

Majalah ini menyoroti perubahan kebijakan luar negeri China dan ambisi China untuk membentuk tatanan dunia saat ini sehingga akan melahirkan suatu bahaya nyata pada tatanan dunia yang dipimpin Barat yang akan dikalibrasi ulang oleh China.

Pandangan Economist yang sinis terhadap China sebenarnya dapat dipahami karena supremasi negara Barat merasa terancam dengan perubahan kebijakan luar negeri China. Namun apakah ambisi China tersebut tidak membuka ruang bagi kepemimpinan barat di masa depan?

Kritik Dunia Timur Kepada Kepemimpinan Barat

Amerika dan Barat sejak menang perang dunia ke-2, 1945, sebenarnya telah diakui sebagai pembangun tatanan dunia yang lebih fair karena bercita membangun aturan bersama yang lebih baik dan lebih sejahtera daripada empire sebelumnya yang mengedepankan eksploitasi negara di berbagai belahan dunia ulah rezim kolonialisme Eropa.

Amerika menjadi negara sponsor terdepan dari demokrasi, hak asasi manusia dan mencari solusi konflik dengan rule of law, kebebasan dan rasionalitas. Namun visi idealis dari Amerika dan Barat tersebut tercederai sejak invasi AS ke Irak sejak 20 tahun lalu. Invasi ke Irak benar-benar menjadi game changers bagaimana sebuah visi idealis Amerika mengubah menjadi visi dominasi dan koersi satu negara kuat kepada negara lemah.

Sejak saat itu, dunia mengenal kepemimpinan tatanan dunia AS dan Barat berstandar ganda dan penuh dengan hypocrisy yang berat sebelah untuk western value bukan eastern value.

China dan Rusia Membaca Standar Ganda Tatanan Dunia Barat

Rusia dan China mengamati kepemimpinan AS dari jarak jauh, meski dengan tone berdamai karena tidak memiliki kekuatan untuk menantangnya pada 20 tahun lalu. Kini 2023, situasi berubah. Rusia menyelenggarakan KTT di Moskow mengajak membangun tatanan dunia yang lebih fair dengan penekanan keseimbangan pada eastern value.

Rusia dan China juga menjadikan poros pertumbuhan BRICS sebagai lawan dari G7 sebagai penyeimbang kekuatan barat dalam soal investasi dan pembiayaan. Keduanya kini mencari pengaruh untuk membangun keseimbangan akan visi global tanpa dominasi nilai barat. Mereka bahkan menetapkan visi hak asasi manusia universal sendiri yang berbeda dengan hak asasi manusia universal ala barat yang mendukung LGBTQ+ yang tidak sesuai dengan nilai agama ortodox Rusia dan agama ketimuran China.

China percaya bahwa tahun 2023 ke depan adalah tahun di mana tatanan dunia yang lebih baik harus ditata ulang dengan lebih fair dan adil.

Kebijakan XI Mencoba Merebut Hati Dunia Timur

Upaya China akhir-akhir ini harus dinilai sebagai upaya merebut hati dan memperbaiki reputasi China di mata masyarakat internasional khususnya di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Pasifik. Cara pertama membangun langkah ini melalui membangun ikatan lebih kuat dengan Rusia.

China dan Rusia telah berhasil menyakinkan satu sama lain pentingnya kebersamaan yang damai dan kerja sama yang saling menguntungkan. China tidak mengkritik Rusia akan langkah Putin mengakuisisi 6 wilayah Ukraina. China mengajak dunia untuk membangun narasi perdamaian Ukraina-Rusia melalui membangun kawasan netral pada kedua negara tersebut.

China berharap penyelesaian konflik Taiwan juga dengan cara tersebut, yaitu tidak menjadikan Taiwan sebagai ancaman perbatasan yang memihak pada kekuatan luar.

Setelah aliansi dengan Rusia terbentuk, langkah selanjutnya adalah merebut hati kawasan dunia timur. Namun langkah tersebut tertunda karena munculnya Covid-19. China memutuskan untuk isolasi zero Covid-19 dan kebijakan merebut hati tertunda 2 tahun.

Setelah Covid-19 teratasi, China melakukan percepatan terhadap kebijakan merebut hati dunia timur di antarnya adalah pada 10 Maret 2023, China menengahi ketegangan antara dua rival sengit, Iran dan Arab Saudi, sebuah intervensi pertama merebut hati di Timur Tengah.

Iran-Saudi menyambut baik inisiasi perdamaian oleh Beijing, China. Sebuah inisiasi perdamaian yang mereka tidak temukan dari Washington, Brussel ataupun London dalam 20 tahun terakhir terutama sejak AS invasi ke Irak dimulai 2003.

Inisiasi Perdamaian China Bukan Improvisasi, Namun Ideologisasi

China juga menawarkan inisiasi perdamaian antara Suriah dan Negara Islam di Timur Tengah lainnya. Akhirnya, Suriah dan OKI kembali membuka hubungan diplomasi dan niat membangun ekonomi yang menguntungkan.

Setelah inisiatif OBOR (one belt one road) sebagai proyek pembiayaan infrastruktur yang lebih meringankan dunia berkembang dinilai berhasil, China juga melaunching inisiatif baru pada 15 Maret 2023. Inisiatif tersebut dikenal Inisiatif Peradaban Global (Global Civilisation Initiative), sebuah inisiatif bahwa negara-negara harus menahan diri untuk tidak memaksakan nilai atau model mereka sendiri pada negara lain dan akhirnya memicu konfrontasi ideologis.

Inisiasi perdamaian tersebut disambut gegap gempita oleh kawasan timur. Konflik antar negara di timur tengah telah meluluhlantakkan ekonomi seluruh negara timur tengah, sehingga publik timur tengah merasa lelah dan menyetujui inisiatif perdamaian tersebut. Dunia mengapresiasi inisiasi China ini dan apresiasi terhadap China tersebut tidak disenangi oleh Barat dan Sekutu Barat yaitu Israel. Bersatunya negara timur tengah akan melemahkan posisi Israel dan akhirnya melemahkan kepentingan Barat di Timur Tengah.

Upaya merebut hati kalangan dunia timur menjadi lebih mudah sekarang bagi China. Dampak perdamaian Saudi-Iran dan Negara Suriah-OKI akan diikuti dengan masifnya pembiayaan infrastruktur dan ekonomi di kawasan timur tengah dari China. China akan menguasai banyak sumber minyak dan pasar baru di Timur Tengah.

Selanjutnya China juga sedang berinisiatif mendamaikan Ukraina dan Rusia. Perang berkepanjangan akan merugikan ekonomi kedua negara dan China menuduh NATO satu-satunya pihak yang ingin perang berlangsung lama. Ukraina mungkin tertarik dengan inisiatif perdamaian China karena Ukraina sendiri sudah lelah meminta amunisi perang yang dinilai too little-too late dari negara-negara barat sementara korban rakyat Ukraina terus berjatuhan.

China ingin menunjukan kepada dunia betapa hegemoni barat sudah sedemikian besar. China menilai tatanan dunia saat ini hanya melayani kepentingan Barat dan tidak membuka ruang untuk kekuatan lain.

China sebenarnya tidak sedang menunjukan kelemahan tatanan dunia saat ini namun China sedang ingin membangun dunia yang lebih aman bagi ideologi China dan Partai Komunis China itu sendiri.

China dalam membantu pembiayaan ekonomi suatu negara tidak melihat bagaimana sikap elit negara yang berkuasa tersebut, apakah memberikan keadilan domestik atau malah kejam menindas. China mendukung siapapun elit yang berkuasa selama bisa membantu ekonomi China lebih besar lagi. itulah transaksional China selama ini dilakukan di banyak negara.

Tujuan Jangka Panjang Xi Jinping

Xi telah bertemu dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, seorang pendukung sistem dunia multipolar. Keduanya bersikap bahwa standar ganda Barat tentang hukum internasional dan hak asasi manusia tidak dapat dipertahankan.

Xi Jinping ingin menawarkan peradaban dunia yang dapat dijadikan alternatif. Konsep masyarakat global yang menguntungkan semua bukan menguntungkan satu pihak saja.

Tentunya ajakan tersebut menarik bagi kalangan publik diluar Barat. Namun apakah negara-negara berkembang dapat jaminan bahwa mereka keluar dari dominasi barat dan tidak akan masuk ke dominasi berikutnya yaitu China itu sendiri? 


Achmad Nur Hidayat pakar kebijakan public, yang juga CEO Narasi Institute

Dikutip Rmol.id Kamis, 22 Juni 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Musim Pendakian Gunung Fuji Semakin Dekat dengan Peringatan terhadap ‘Bullet Climbing’

Next Post

Misteri Si ‘Kumis’ Dalam Kucuran Miliaran Rupiah Untuk Ma’had Al Zaitun

fusilat

fusilat

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Misteri Si ‘Kumis’ Dalam Kucuran Miliaran Rupiah Untuk Ma’had Al Zaitun

Misteri Si 'Kumis' Dalam Kucuran Miliaran Rupiah Untuk Ma'had Al Zaitun

KPU Berencana Membangun 1.810 TPS Khusus di Pesantren, Rutan, dan Lokasi Konflik

KPU Berencana Membangun 1.810 TPS Khusus di Pesantren, Rutan, dan Lokasi Konflik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist