• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anda Masuk Golongan Mana: Pembaca atau Pendengar?

Ali Syarief by Ali Syarief
January 18, 2026
in Feature, Science & Cultural
0
Anda Masuk Golongan Mana: Pembaca atau Pendengar?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam setiap peradaban, selalu ada dua ruang yang menentukan arah masa depan: ruang bicara dan ruang dengar. Namun lebih dari itu, ada ruang lain yang jauh lebih menentukan — ruang belajar. Dari sanalah lahir siapa yang kelak menjadi pembaca sejati, dan siapa yang hanya menjadi pendengar semu.

Pembaca sejati tidak tumbuh secara tiba-tiba. Ia dibentuk oleh pendidikan yang memerdekakan pikiran, bukan sekadar mengejar angka rapor atau ijazah. Pendidikan yang mengajarkan bertanya, meragukan, dan menafsirkan. Dari ruang kelas yang sehat, lahir manusia yang mampu membaca teks sekaligus membaca realitas. Mereka tidak mudah ditipu narasi kekuasaan, tidak gampang larut dalam propaganda, dan tidak terseret arus informasi yang deras tanpa arah.

Sebaliknya, pendidikan yang miskin kualitas hanya melahirkan pembaca administratif — mereka yang bisa mengeja, tetapi tidak mampu memahami. Inilah ironi literasi kita: angka melek huruf naik, tetapi daya nalar stagnan. Buku dibaca, tetapi makna tak singgah. Informasi dikonsumsi, tetapi kebijaksanaan tak tumbuh.

Hal yang sama terjadi pada pendengar. Pendengar sejati lahir dari budaya dialog, dari ruang belajar yang menghargai perbedaan pendapat. Ia mendengar untuk memahami, bukan untuk menyerang. Namun sistem pendidikan yang menekankan hafalan lebih daripada pemahaman melahirkan generasi yang hanya menunggu giliran bicara, bukan kesanggupan mendengar.

Lalu datang faktor ekonomi. Kemiskinan membuat membaca menjadi kemewahan. Ketika perut lapar, buku menjadi barang mewah. Ketika orang tua sibuk bertahan hidup, ruang dialog di rumah menghilang. Ketika sekolah kekurangan fasilitas, perpustakaan kosong, guru terbebani administrasi, maka yang lahir bukan pembaca dan pendengar sejati — melainkan generasi yang sekadar bertahan.

Ketimpangan ekonomi pada akhirnya melahirkan ketimpangan suara. Yang berpendidikan tinggi dan berkecukupan menjadi produsen wacana. Yang miskin akses pendidikan hanya menjadi konsumen narasi. Di ruang publik, mereka bicara keras, tetapi jarang didengar. Atau lebih buruk: mereka mendengar banyak, tetapi tidak pernah benar-benar memahami.

Di sinilah akar persoalan bangsa: bukan kurangnya orang bicara, melainkan kurangnya manusia yang ditempa oleh pendidikan bermutu dan ditopang oleh keadilan ekonomi untuk menjadi pembaca kritis dan pendengar bijak.

Sebab peradaban tidak dibangun oleh gedung tinggi dan jalan panjang semata. Ia dibangun oleh manusia yang mampu membaca dunia dengan jernih, dan mendengar sesama dengan utuh.

Maka pertanyaannya kembali kepada kita: ketika membaca, apakah kita sungguh pembaca? Ketika mendengar, apakah kita benar-benar pendengar? Ataukah kita hanya produk dari sistem pendidikan yang lelah, dan ekonomi yang timpang — hadir di ruang publik, tetapi absen dalam makna?

Karena bangsa yang besar bukanlah bangsa yang banyak berbicara, melainkan bangsa yang tahu kapan harus membaca, dan kapan harus mendengar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tinjauan Perkembangan Hukum Laut Sejak UNCLOS III

Next Post

Sidratul Muntaha: Puncaknya Kesadaran, Bukan Sekadar Langit Ketujuh

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam
News

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

February 13, 2026
Next Post
Sidratul Muntaha: Puncaknya Kesadaran, Bukan Sekadar Langit Ketujuh

Sidratul Muntaha: Puncaknya Kesadaran, Bukan Sekadar Langit Ketujuh

Enam Tanda Kita Makin Tua: Antara Realitas Biologis dan Kebijaksanaan Psikologis

Enam Tanda Kita Makin Tua: Antara Realitas Biologis dan Kebijaksanaan Psikologis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist