• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sidratul Muntaha: Puncaknya Kesadaran, Bukan Sekadar Langit Ketujuh

Ali Syarief by Ali Syarief
January 18, 2026
in Feature, Spiritual
0
Sidratul Muntaha: Puncaknya Kesadaran, Bukan Sekadar Langit Ketujuh
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam kisah Isra Mikraj, Sidratul Muntaha kerap dipahami secara sederhana sebagai titik tertinggi perjalanan Nabi Muhammad, tempat di langit ketujuh yang tidak dapat dilewati makhluk mana pun selain Rasulullah. Tafsir populer ini menempatkan Sidratul Muntaha sebagai lokasi kosmik, sebuah koordinat spiritual di atas tujuh lapis langit. Namun, pemahaman semacam itu sering berhenti pada geografi langit, bukan pada makna terdalam dari peristiwa itu sendiri. Padahal, Sidratul Muntaha lebih layak dipahami sebagai puncaknya kesadaran.

Kata “sidrah” merujuk pada pohon bidara, sedangkan “muntaha” berarti batas akhir. Ia bukan sekadar batas ruang, melainkan batas pengalaman batin. Dalam perjalanan spiritual, selalu ada titik ketika nalar berhenti, bahasa tak lagi sanggup menjelaskan, dan ego tak bisa ikut serta. Di sanalah Sidratul Muntaha berdiri, bukan sebagai tempat, tetapi sebagai keadaan. Keadaan ketika manusia mencapai kesadaran tertinggi tentang keberadaan dirinya di hadapan Yang Maha Ada.

Jika langit ketujuh masih dapat dibayangkan sebagai lapisan semesta, Sidratul Muntaha adalah wilayah yang tak terpetakan oleh imajinasi. Ia bukan soal jarak, tetapi kedalaman. Bukan soal naik ke atas, tetapi masuk ke dalam. Pada titik itu, manusia tidak lagi membawa identitas duniawinya. Jabatan, gelar, kekuasaan, bahkan rasa memiliki terhadap diri sendiri, luruh tak bersisa. Yang tertinggal hanyalah kesadaran murni.

Pemahaman ini penting karena agama sering terjebak pada simbol ruang dan angka. Langit pertama hingga ketujuh menjadi cerita kosmik, padahal inti peristiwa Isra Mikraj adalah transformasi kesadaran. Nabi Muhammad tidak sekadar menempuh perjalanan jauh, tetapi melampaui batas manusia biasa. Sidratul Muntaha adalah simbol bahwa ada puncak pengalaman spiritual yang hanya bisa dicapai ketika manusia menanggalkan beban egonya.

Di titik inilah relevansi Sidratul Muntaha dengan kehidupan modern menjadi jelas. Di tengah dunia yang bising oleh ambisi, kompetisi, dan hasrat menguasai, manusia justru semakin jauh dari kesadarannya sendiri. Kita naik tinggi dalam pencapaian materi, tetapi tenggelam dalam kekosongan batin. Kita menaklukkan ruang, namun gagal memahami diri. Maka Sidratul Muntaha mengingatkan bahwa puncak sejati bukanlah ketinggian posisi, melainkan kejernihan kesadaran.

Kesadaran tertinggi bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi melihat dunia tanpa diperbudak olehnya. Seseorang yang mencapai Sidratul Muntaha dalam makna batin akan kembali ke bumi dengan mata baru. Ia bekerja tanpa pamrih, memimpin tanpa haus kuasa, memberi tanpa rasa memiliki. Inilah yang menjadikan peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar mukjizat perjalanan, tetapi fondasi etika spiritual.

Maka Sidratul Muntaha bukan cerita tentang langit ketujuh. Ia adalah cerita tentang puncak diri. Tentang manusia yang berani melampaui batas-batasnya sendiri. Tentang perjalanan dari kebisingan dunia menuju keheningan makna. Dan pada akhirnya, tentang kesadaran bahwa yang paling tinggi bukanlah tempat, melainkan keadaan jiwa.

Di sanalah Sidratul Muntaha berdiri. Tidak di atas langit, tetapi di dalam kesadaran terdalam manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anda Masuk Golongan Mana: Pembaca atau Pendengar?

Next Post

Enam Tanda Kita Makin Tua: Antara Realitas Biologis dan Kebijaksanaan Psikologis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Enam Tanda Kita Makin Tua: Antara Realitas Biologis dan Kebijaksanaan Psikologis

Enam Tanda Kita Makin Tua: Antara Realitas Biologis dan Kebijaksanaan Psikologis

Misteri Kriminalisasi Jekson Sihombing oleh Polda Riau: Dari Tas Merah Marun hingga Dugaan Rp57 Triliun Penggelapan Pajak dan Kematian dua Balita

Misteri Kriminalisasi Jekson Sihombing oleh Polda Riau: Dari Tas Merah Marun hingga Dugaan Rp57 Triliun Penggelapan Pajak dan Kematian dua Balita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist