Sanaa – Fusilatnews – Presstv – Militer Yaman mengatakan telah menembak jatuh pesawat nirawak (drone) MQ-9 Amerika yang canggih di wilayah udara negara itu.
Pasukan UAV Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu tentang penembakan jatuh pesawat nirawak tersebut, yang dilakukan pada hari Minggu.
Penembakan itu, kata pernyataan itu, merupakan respons terhadap agresi Amerika yang sedang berlangsung terhadap Yaman dan pembantaian mengerikan terhadap rakyat Yaman.
Biaya rata-rata satu unit MQ-9 diperkirakan sebesar $33 juta, yang berarti kerugian Amerika dari penembakan jatuh pesawat nirawak di Yaman sudah lebih dari $600 juta.
Sebelumnya, pasukan Yaman menyerang target-target vital Israel di wilayah pendudukan. Selama operasi tersebut, Yaman menembakkan dua rudal balistik, termasuk yang hipersonik, ke pangkalan militer Israel dan Bandara Ben Gurion.
Sebuah pesawat nirawak Yaman juga menyerang target vital Israel di wilayah pendudukan.
“Berkat karunia Allah, kedua operasi tersebut telah berhasil mencapai tujuannya, yaitu menutup Bandara Ben Gurion selama sekitar satu jam, menyebabkan kepanikan dan kebingungan di antara para pemukim, dan memaksa jutaan dari mereka untuk berlindung,” kata pasukan Yaman.
Yaman telah bersumpah bahwa operasi terhadap target Amerika dan Israel akan terus berlanjut selama genosida di Gaza dan agresi AS terhadap Yaman masih berlangsung.
“Musuh Israel, bersama dengan Amerika, harus menyadari bahwa Yaman yang dicintai—kepemimpinannya, rakyatnya, dan tentaranya—tidak akan mundur dari posisinya yang teguh dalam mendukung dan menyokong rakyat Palestina yang tertindas, juga tidak akan mengabaikan tugas-tugas keagamaan, moral, dan kemanusiaannya, terlepas dari akibat dan hasilnya,” tambah pasukan Yaman.
Serangan terbaru itu terjadi tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru yang menargetkan provinsi al-Bayda di Yaman bagian tengah serta provinsi Sa’ada dan Hudaydah.
Laporan media Yaman mengatakan lima serangan udara menghantam lembaga kejuruan di distrik al-Sawma’ah di provinsi al-Bayda pada Sabtu malam.

























