• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anies Baswedan dan Politik Mikrofon

fusilat by fusilat
September 10, 2022
in Feature
0
Duh, Sandiaga Uno-Ganjar Pranowo Terancam “Jomblo”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

JAKARTA – “Strategi adalah senjata utama dalam perang,” kata Sun Tzu (544-496 SM), jenderal, filsuf dan ahli strategi perang asal Tiongkok kuno. 

“Jangan pernah meremehkan kata-kata,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbicara di acara Milenial Fest 2019 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2019).

Untuk melantangkan kata-kata diperlukan mikrofon dan pengeras suara seperti salon. 

Lalu, apa hubungannya antara strategi, kata-kata dan mikrofon? Bertanyalah kepada Anies Baswedan. Dialah mungkin yang paling tahu akan korelasi antara strategi, kata-kata dan mikrofon itu.

Anies menjadikan kata-kata sebagai bagian dari strategi politiknya. Strategi adalah senjata utama dalam perang, termasuk perang memperebutkan suara dalam pemilu. 

Anies adalah salah satu kandidat calon presiden yang elektabilitasnya tinggi, hanya terkalahkan oleh Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo menurut survei berbagai lembaga. Ada pula partai politik yang sudah terang-terangan mengusung Anies sebagai capres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bersama Ganjar Pranowo. 

Anies berseru, kata-kata tidak boleh diremehkan, karena kata-kata akan menjadi jembatan antara gagasan dan aksi. Tanpa kata-kata, gagasan tidak akan bisa diwujudkan dalam karya.

Sebab itulah Anies selalu mengandalkan kata-kata sebagai strategi politiknya. Ketika kata “gusur” menjadi momok warga yang tinggal di bantaran sungai, misalnya, dia ganti menjadi “geser”. Ketika kata-kata “normalisasi sungai” identik dengan gubernur yang digantikannya, ia ganti dengan “naturalisasi sungai”.

Begitu pun nama “rumah sakit” yang ia ganti menjadi “rumah sehat”, dan sebagainya. 

Ketika banyak yang menstigma dirinya sebagai gubernur yang ahli tata kata, bukan tata kota, Anies pun langsung menyanggah, “Jangan pernah meremehkan kata-kata”.

Sedemikian identiknya Anies dengan politik kata-kata, sampai-sampai ada yang mem-branding mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu melalui buku berjudul, “Jangan Remehkan Kata-kata: Kutipan Pemikiran Anies Baswedan”.

Pendek kata, kata-kata dijadikan Anies sebagai strategi politiknya, dan strategi adalah senjata utama dalam perang. 

Untuk melancarkan kata-kata sebagai strategi politiknya, diperlukan mikrofon dan pelantang suara seperti salon. Sebab itu, ke mana-mana pihak Anies menenteng mikrofon dan salon. Termasuk ketika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi Formula E Jakarta 2022, Rabu (7/9/2022) lalu. 

Saat datang ke KPK di pagi hari, pihak Anies sudah membawa mikrofon dan salon serta memasangnya di lobi utama gedung KPK. Namun, saat itu mikrofon tidak sempat digunakan karena Anies langsung masuk ke ruang pemeriksaan. 

Barulah pada malam harinya setelah diperiksa penyidik KPK selama 11 jam, Anies menggunakan mikrofon bawaannya itu untuk berbicara kepada media. 

Atas pemandangan yang tak lazim itu, Juru Bicara KPK Ali Fikri langsung mengklarifikasi bahwa KPK tidak pernah menyediakan mikrofon bagi pihak-pihak yang diperiksa, apakah sebagai saksi, terperiksa, atau tersangka. Akhirnya terbukti Anies membawa mikrofon sendiri ke KPK. Nah, lho! 

Bukan kali ini saja Anies membawa mikorofon ke KPK. Setahun sebelumnya, tepatnya pada 21 September 2021, saat diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Anies juga membawa mikrofon dan salon. 

Lalu, untuk apa Anies repot-repot membawa mikrofon dan salon sendiri? Usut punya usut, ternyata hal tersebut patut diduga sebagai bagian dari strategi politik Anies dalam menghadapi media. 

Dengan berbicara di depan mikrofon, maka ada jarak antara Anies dan media. Anies pun bisa bermonolog di depan media, tanpa dialog yang bisa membuatnya terpojok. 

“Door stop” yang lazimnya dilakukan media pun dapat dihindarkan. Anies lolos dari berondongan pertanyaan media yang biasanya sangat kritis dan memojokkan. Apalagi ini tentang korupsi. 

Saat dikejar awak media untuk wawancara usai Anies bermonolog di lobi gedung KPK, para relawan pengawalnya mencoba menghalang-halangi. Akhirnya kericuhan antara relawan Anies dan awak media tak terelakkan. Ricuh tak masalah. Bagi mereka, yang penting Anies bisa lolos dari kejaran wartawan.

Saat bermonolog, kata-kata Anies sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga mampu menyihir dan membuat terkesima siapa pun yang mendengarnya. Apa kata dia? “Saya ke sini untuk membantu KPK membuat terang-benderang perkara,” katanya. 

Padahal, ia diperiksa untuk suatu kasus dugaan korupsi yang ia ketahui dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan dirinya. Anies memang jago menata kata.

Alhasil, strategi Anies Baswedan membawa mikrofon dan pelantang suara untuk melancarkan politik kata-kata terbukti nyata hasilnya.Akhirnya, seperti Mbah Surip memperlakukan gitar kesayangannya, Anies pun demikian terhadap mikrofonnya, “dak gendong ke mana-mana”. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hacker Bjorka Bocorkan Dokumen Rahasia Jokowi, Ada Dokumen Rahasia BIN

Next Post

Pergaulan Bangsa-bangsa

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Pergaulan Bangsa-bangsa

Pergaulan Bangsa-bangsa

Tahun Ini Anies Beri Hibah Rp 538,9 Miliar untuk Guru Honorer Swasta dan PAUD

6 Langkah Anis Baswedan antisipasi Dampak  Jokowi Naikkan Harga BBM:  Angkutan Umum Jakarta Tak Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist