Damai Hari Lubis – Pengamat Politik Mujahid 212 Pro Pembaharuan
Hantu adalah mahluk yang ditakuti walau hanya “dongeng”. Ia tak terlihat, tak dapat diraba atau tak dapat disentuh, namun diyakini nyata adanya. Ummat dari beberapa golongan amat mengimani keberadaannya. Beberapa golongan ummat beragama, diwajibkan meyakini eksistensinya. Kabarnya ada juga orang tertentu yang dapat melihatnya. Si Hantu sendiri yang memperlihatkan rupa dirinya kepada orang pilihan sesuai selera atau keinginan oknum Hantu.
Mahluk Hantu-Hantu tersebut digambarkan sebagai sosok gaib. Mereka suka mengganggu, menggoda atau mahluk (tak nampak) yang suka membujuk, merayu “ibarat artis” dengan gaya mirip pedangdut Elvi Sukaesih, dimasa mudanya, atau Hasnaeni si Wanita Emas, atau mempengaruhi kepada semua golongan manusia agar hobbi atau gemar melakukan perbuatan yang dilarang dan tercela oleh agama, atau melanggar moralitas dan kepercayaan adat istiadat, serta melanggar sistim Hukum.
Ternyata didalam sebuah negara, pun ada banyak Hantu. Ia mirip keberadan Hantu yang dipercayai manusia itu. Hantu-hantu itu selalu eksis mengawasi penduduk semua negara yang ada di dunia serta merasuk disegala sektor; ekonomi, politik, hukum dan adat serta budaya.
Contoh, Hantu-Hantu itu atau para momok di Negara Amerika Serikat (USA), terdiri dari kelompok dan Gembong Hantu yang hobbinya suka melakukan lobi-lobi dengan pola bujuk rayu termasuk diantaranya adalah intimidasi namun dengan framing “legitimasi atas hasil musyawarah Para Bandit”.
Bentuk pemberian dukungan adalah berupa finansial dan atau perolehan suara kemenangan kepada kandidat bakal calon presiden, atau kepada kandidat anggota parlemen, maupun kepada para anggota parlemen, mendukung bakal figur untuk dijadikan bakal menteri, dan pintu masuknya ikut berpartisipasi didalam sektor ekonomi, tetapi menolak jika disebut jual beli jabatan.
Bahkan Para Hantu memberi dukungan subsidi keuangan terhadap individu-individu, mulai dari kebutuhan pendidikan, juga mensubsidi sanak famili atau kolega mereka, termasuk membantu untuk menjadi anggota kepolisian atau lembaga intelijen, serta memfasilitasi (suport anggaran) untuk promosi pangkat serta jabatan strategis. Lalu sang Hantu mengontrol dan berkoordinasi dengan sang anak asuh mereka di yang sudah eksis di dunia kepolisian atau, maupun dunia intelijen, FBI & CIA, dan kooperatif dengan para politisi, para bankir, media pers dan semua pejabat pada badan usaha yang menguntungkan, demi kelancaran apapun kegiatan daripada semua lini bisnis di USA. termasuk demi melindungi kepentingan bisnis illegal dalam usaha kartel ; kasino/perjudian, bisnis lendir, seks atau pelacuran, narkoba serta termasuk pada sektor kejahatan pajak atau money laundry serta Human trafficking atau perdagangan manusia demi meraup keuntungan yang banyak.
Para mafia kejahatan yang mengembangkan sayap – sayap Hantu di Amerika itu banyak melibatkan dan merekrut, menghimpun serta membuat jaringan eks. Imigran yang berasal dari Bangsa Zionis atau Yahudi dan Italia, yang bermukim di USA. Sebagai kepanjangan atau sebagai kaki tangan atau orang kepercayaannya, untuk menjalankan lintas bisnis, baik legal maupun illegal.
Mereka keturunan Kaum Yahudi, dan Bangsa Itali, mulai berbisnis di USA, sejak abad ke-19 dan abad 20. Kadang kala ke-2 kelompok itu melakukan join usaha, demi keuntungan pribadi gangster, keluarga korporasi serta lainnya.
Namun bagi keturunan Yahudi, tidak cukup demi kepetingan pribadi dan kelompok bisnis tindak kriminal yang menguntungkan mereka. Mereka merambah masuk ke pusat bisnis perbankan. Disitu melakukan tindakan penggelapan pajak. Sebagian keuntungan yang mereka peroleh, dialirkan untuk lobi-lobi ke-parlemen (legislatif) dan pemerintahan (Eksekutif), dengan visi metode Zionis Yahudi yang amat mendasar, yakni demi perjuangkan politik kolonial bangsa leluhur mereka ditanah Israil terhadap bangsa Pelestina & umumnya, agar dapat memastikan kekuatan mereka tetap diatas rata-rata negara-negara di kawasan Timur Tengah; baik persenjataan, logistik dan kwalitas para tentaranya, dengan cara memperalat dan turut aktif berperan dalam lobi-lobi politik Negara (Amerika dan Israil) sekaligus memperkokoh sitim politik dan hukum secara global, demi rencana dan keabsahan negara Israil (saat negara Israil belum berdiri) dan keabsahan kolonialisasi terhadap bangsa pelestine di mata dunia internasional.
Khusus para mafia keturunan Yahudi sejak abad 19 hingga kini, dalam setiap tindak kriminal mereka, terselip misi perjuangan politik, yaitu agenda kolonialisasi Zionis Israil/ Yahudi, terhadap Pelestine. Maka hubungan kriminal yang dilakukan para mafia asal Yahudi, mencakup politik kriminal, karena terselip agenda kemenangan politik melalui lobi-lobi kepada para politisi di Parlemen Amerika dan di Semua Negara Bagian, baik anggota keturunan asal Yahudi maupun non Yahudi, demi pembelaan negara adi kuasa tersebut (Amerika) kepada Israil dalam kepentingan dan rencana agresi Zionis yang terus menerus akan dilakukan terhadap perlawanan perjuangan bangsa Pelestina di kancah internasional serta menjadikan Israil negara super Power diantara negara – negara kawasan Muslim di Timur Tengah.
Lalu, bagaimana dengan eksistensi jenis lain Hantu dan para kroninya di negara Indonesia? Hakekatnya adalah hampir sama. Dalam makna subtansial, yakni untuk mencari dan mendapatkan keuntungan para hantu beserta begundal-begundal mereka. Ilustrasi Hantu di tanah air mirip terkait Para Hantu yang riil di negara adidaya USA, sejak Abad 19 yang berlangsung hingga kini.
Para Hantu (gangster atau mafioso) yang dikenal publik menguasai perputaran ekonomi dan perbankan di tanah air, oleh publik dilabeli istilah sebagai “hantu oligarki”. Mereke adalah kelompok kecil manusia, namun oleh sebab bisnis – bisnis raksasa yang mereka miliki serta mengalirkan keuntungan yang tak berkesudahan melalui cara lobi-lobi kepada para penguasa pemerintahan dan termasuk beberapa pejabat publik lainnya (Eksekutif dan Legislatif) bahkan telah mengkristal, lalu merambah kepada kekuasaan di lembaga Mahkamah Konstitusi/lembaga judikatif. Terus mereka praktekan metode imbal jasa dari semua pengerjaan projek yang ada didalam negeri termasuk menciptakan dan memodali (memberikan utangan), pada projek yang diidentifikasi oleh masyarakat bangsa ini, para hantu telah melakukan bancakan pada beberapa projek pemerintah yang sedang dikerjakan, yang menyebabkan utang negara kembali bertumpuk. Sementara pelaku korupnya pun- aman. Semua turut menjadi hantu atau momok yang mencengkeram dan menggurita.
Para Hantu itu adalah para pengusaha konglomerat yang banyak disebut oleh publik sebagai 9 Naga, termasuk sinyal adanya peran serta negara asing yang patut ditengarai melalui beberapa diskresi politik yang riil dalam bentuk hubungan manis; mulai dari pendidikan kursus para kader partai yang cukup semisal PDIP, begitu menikmati kursus atau pelatihan dalam rangka hubungan kerja sama antara partai atau dalam pembelajaran pengkaderan partai, PDIP dari Partai Komunis China.
Kerja sama lain juga ditandai pada sektor ekonomi; yaitu sektor pinjaman atau utang piutang nakun pincang, atau tidak berkeadilan, yang semua visi seperti mengarah kepada sektor modernisasi tehnologi dan ekonomi dengan ilustrasi atau percontohan melulu kepada kemajuan pada pola sistim ekonomi adidaya Tiongkok, negara komunis asal “Para Hantu oligarki” atau asal para taipan 9 Naga.
Oleh karenanya hubungan (antara para gangster atau mafioso di Amerika dan di tanah air), utamanya mafia yang berasal dari Zionis, atau Yahudi, dengan jenis Hantu-Hantu di tanah air kuat kemiripannya, yakni selain demi kepentingan keuntungan pribadi, keluarga dan oligarki, juga ada kepentingan *Historis Hantu Negara Asing yang sejak lama ingin menguasai Singosari di Nusantara yang gemah ripah loh jinawi*.
Dan nampak jika dihubungkan dengan pencapresan yang ada pada gejala dan dinamika geopolitik kontemporer, khususnya Jokowi sebagai presiden yang sibuk memberikan dukungan kepada Prabowo, namun tiba – tiba mendukung Ganjar, di Batu Tulis Bogor, oleh karena Megawati yang tega dan rela mencampakan anak kandung idealis dan biologis, sebuah Red Bip yang mengindikasikan adanya para hantu yang sungguh eksis dengan segala kepentingannya, yakni gejala realitas Para Hantu dalam penampakan politik brutal Para Tokoh Hantu yang tercermin terhadap diri Diskursus politik Megawati yang menunjukan sinyal intimidasi kepada dirinya.
Hal ini nampak jelas “para hantu telah turut serta mencampakan” anak biologis Megawati, yaitu Puan Maharani dari angan-angan Bakal Capres RI.1, selain Puan Maharani merupakan anak ideologis PDIP, yang cukup lumayan berpotensi dari sisi jabatan dan pengalaman politik untuk bekal serta bakal Capres RI. Walau memang sudah lama Mega dan Partainya menggadang-gadang Puan menuju RI.1. Hal ini ditandai, bahwa sejak 2021 saat letupan vulkanik melanda Gunung Semeru, Puan sudah mulai digadang-gadang sebagai kandidad Capres RI. 2024. Ditandai dengan begitu banyaknya baliho serta bantuan sembako yang bergambar dirinya (Puan). Namun tragisnya Puan justru kandas, tubuhnya lemas bagai tanpa tulang, begitu saja dipotong oleh tangan ibu kandungnya sendiri, Megawati, pada 22 April 2023 di Batu Tulis.
Padahal pribadi Ganjar, belakangan sebelumnya banyak disorot seolah sudah di cap sebagai “si anak nakal”. Fenomena “anak nakal” yang sedang “mendapatkan hukuman”. Seperti terjadi saat acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan yang digelar di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Selasa 10 Januari, 2023. Bak dilecehkan, dan disisihkan, Ganjar dijatahi duduk di barisan ketiga dan berhimpitan, serta dirinya tidak mendapatkan award nasi tumpeng. Ganjar menjadi sosok yang dikerdilkan. Dan akhirnya berbuntut, banyak kecaman dari tokoh internal partai PDIP terhadap Ganjar. Karena ia nampak tetap melakukan manuver politiknya sebagai bakal Calon presiden RI. 2024. Terkesan beraninya Ganjar bermanuver, justru karena dukungan Jokowi, yang sama-sama petugas partai dari PDIP. Hai ini, tentu telah menyinggung Megawati dan para senioren dan loyalis Sang Penguasa partai.
Lalu yang terjadi bak gayung bersambut dari diri Jokowi, yang memang sudah sejak dini menjagokan dan memberi dukungan kepada Ganjar. Jokowi hari itu juga selepas penobatan, Jumat, 22 Januari 2023, langsung bersama Ganjar tancap gas, terbang ke Solo, naik pesawat terbang kepresidenan sambil rapat di angkasa yang tidak terganggu hiruk pikuk partai Koalisi Gemuk di daratan.
Apa yang dilakukan Jokowi terhadap Prabowo merupakan attitude tercela yang sudah preseden atau hal biasa bagi Presiden Jokowi, karena puluhan janji Jokowi pun kepada bangsa ini tidak ditepati, dan Jokowi nampak tidak merasa bersalah.
Tentunya masih terbayang jelas diingatan publik, karena disinari lampu terang benderang, lebih terang dari Lampu Jalan Protokol Jend. Sudiman, bahwa Jokowi beberapa hari sebelum pengumuman penobatan Ganjar sebagai Capres oleh Megawati, dihadapan dirinya, Jokowi sudah mendukung Prabowo untuk menjadi Capres di Tahun 2024. Berikut dukungan Partai-Partai koalisi ; Gerindra, Golkar, PKB. PAN dan PPP.
Namun momentum yang terjadi Di Batu Tulis, merupakan manifestasi atau wujud atau cara Jokowi mengakhiri dukungannya kepada Prabowo. Sehingga otomatis dan praktis, dukungan kepada Prabowo dari Jokowi kandas. Tinggalkan Prabowo, dan publik tidak mengetahui keadaan Prabowo saat ini, apakah tertawa dan tersenyum atau kesal dan marah atau menangis meraung-raung. Tentunya dampak kekecewaan ini sebuah gejala-gejala yang manusiawi.
Namun, jelas dukungan Jokowi terhadap Ganjar, tentu akan meluluh lantakan Prabowo dan partai Koalisi pendukungnya untuk menuju kemenangan Capres 2024. Bahkan koalisi partai yang “takut” kepada Jokowi, disinyalir akan segera hijrah, berkoalisi ke partai PDIP. Lalu bersama-sama PDIP akan mengusung Ganjar.
Mengenai tanggung jawab Jokowi secara moral, tentu mudah ditepis. Seorang Jokowi terkenal sering ingkar janji. Kepada Prabowo dan kawan-kawan, Jokowi cukup menyatakan, “dukungannya terhadap Ganjar adalah kehendak Partai, sehingga dirinya tidak dapat membantah atau menolak sama sekali, selesai!.
Maka hantu itu nyata ada dimana-mana, baik yang tak terlihat maupun kasat mata terlihat, dan Hantu-Hantu tersebut sebenarnya sudah lama menampakkan diri, tetapi kepada mereka yang punya panca indera ke-6.
Namun kebenaran yang subtansial terhadap sosok diri dan visi Para Hantu Oligarki, tentunya Jokowi dan Megawati yang berpeluang amat mengetahuinya, diantaranya publik dapat saksikan refresentatif keberadaan Hantu serta Para Hantu itu tercermin dari politik diskursus sumbang (Fals) dengan cara “potong leher Jokowi yang coba coba memberi dukungan kepada Prabowo dan juga Megawati yang mencoba dudukan Puan Walau Anak Kandung” menjadi kandidad presiden RI. 1. melalui momentum di Batu Tulis.
Tentu publik tak dapat melihat hantu-hantu itu beroperasi dengan mata kepala, karena nyata hantu atau raja Hantu tak dapat terlihat kecuali sekedar dirasa, terlebih para hantu kala melakukan praktek politik kriminal atau inkonstitusional, atau kejahatan konstitusi yang dilakukan tidak pernah dipublikasikan.
Nah, kesimpulannya lawan Anies tentu sejatinya adalah para Hantu, bukan sosok Ganjar. Wujud Ganjar hanya fenomena yang merupakan refresentatif dari multi dinamika kepentingan politik dan kekuasaan atau hantu oligarki. Ganjar “bak pameo manusia kesurupan” atau “tubuhnya kemasukan hantu”. Hantu yang memperdaya tubuhnya.
Namun semua hanya dugaan, pastinya Hantu dan Kroni tak dapat dilihat secara nyata selain sulit disentuh, walau hantu itu dipercayai eksis dan berkepastian, sejak lama, serta banyak anak bangsa yang mengimani keberadaannya.
Pastinya Ganjar bukan terkena gangguan mental yang disebut possession trance disorder, karena Ganjar adalah seorang visioner, yang kini sedang hepi-hepi-nya, sehat, tambah energi, dan riang gembira, karena obsesi atau misinya melalui manuvernya selama ini berhasil, dianak tangga pertama, tinggal selangkah tuk menggapai kelanjutan dari “visioner Para Hantu”. Atau mungkinkah visi dan misi, dan pencapaian target visi misi hanya Para Hantu atau Tokoh Hantu yang mengetahuinya?
Selebihnya publik meyakini Anies sebagai bakal Bapak Pembaharu NKRI. Sudah tahu siapa lawan subtansial yang sejati dari dirinya atau think tank (pemilik) visioner, atau pemegang remot kontrol dari para hantu, karena memang sebenarnya tidak sulit mengindikasi hantu-hantu, namun serius, ekstra sulit tuk menyentuhnya.
Seandainya, disuguhkan kepada publik uji analisis analogi proses berpikir sebagai antisipatif dan solutif oleh adanya temuan Red Bip (kedap kedip sinyal merah) sebagai tanda bahwa eksistensi para Hantu selaku pemilik remot kontrol tenyata merupakan bayang-bayang atau jejak dari sosok-sosok Kubilaikhan, maka demi mengetahui kadar patriotis atau rasa cinta sesuai Naskah Sumpah Pemuda, jika para peserta kuis disuguhkan hidangan dalam bentuk pertanyaan yang bersifat general & Lintas SARA; Apakah rela Kubilaikhan mendikte diri Megawati, terlepas dari Megawati tokoh idola peser ta kuis atau bukan “.
Entah apa pilihan dari mayoritas bangsa peserta kuis, apakah menjawab ya, yang implikasi-nya dapat menghancur leburkan kerajaan Singosari di Malang, Nusantara?
Atau menjawab tidak, yang punya makna akan berjuang secara radikal mengusir pemilik remot kontrol atau justru tidak menjawab, atau netral sebagai tanda tak peduli, putus asa atau musnahnya patriotisme sebagai tanda cinta atau bentuk kegagalan dari revolusi mental?.

























