Jakarta, Fusilatnews.com – Anies Baswedan datang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) “menghilang”. Ada apa gerangan?
Demikianlah pertanyaan publik terkait ketidakhadiran Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dalam ajang silaturahmi Anies Baswedan dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Kamis (2/3), seperti banyak dilansir media.
Anies “hanya” ditemui AHY dan adiknya, Eddie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sementara SBY tidak ada di tempat, karena menurut kabar sedang berada di Semarang, Jawa Tengah.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, dalam kunjungan kali ini, Anies mengikuti rapat terbatas bersama Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Untuk agenda rapat terbatas ini, salah satunya silaturahmi,” kata Herzaky dalam keterangannya.
Menurut dia, Majelis Tinggi adalah badan di Partai Demokrat yang mengambil keputusan strategis tentang capres dan cawapres maupun calon parpol koalisi. “Deklarasi Anies Baswedan selaku bakal capres Partai Demokrat akhir Januari 2023 lalu oleh Ketua Umum Partai Demokrat AHY juga sepengetahuan dan sepersetujuan Majelis Tinggi Partai Demokrat,” ujar Herzaky.
Agenda lain dari pertemuan hari ini, kata Herzaky, adalah dialog bertema “Gagasan Partai Demokrat Memperjuangkan Perubahan dan Perbaikan” yang akan diikuti oleh Anies dan AHY. “Demokrat melalui Koalisi Perubahan ingin melakukan perubahan cara pandang dalam demokrasi dan kontestasi politik Indonesia. Demokrat ingin membangun kontestasi gagasan di Pemilu 2024,” jelasnya.
Herzaky mengaku gagasan dari Partai Demokrat itu akan menjawab harapan perubahan dari masyarakat kepada Koalisi Perubahan dan Partai Demokrat. “Gagasan yang juga beranjak dari jejak rekam dan pengalaman Demokrat memimpin negeri di tahun 2004-2014 yang sudah terbukti mampu menorehkan prestasi dan memberikan kemanfaatan yang diakui masyarakat Indonesia maupun internasional,” pungkasnya. (F-2)






















