Jakarta – FusilatNews – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, sepulang dari menjenguk koleganya Thomas Trikasih Lembong di Sel Tahanan Kejaksaan Agung, menyampaikan kesan mendalam tentang semangat dan kondisi mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut.
“Tadi saya berjumpa dengan Pak Tom Lembong. Alhamdulillah, kondisinya sehat, penuh semangat, bahkan bisa dibilang luar biasa semangatnya, mengagumkan,” ujar Anies kepada awak media.
Menurut Anies, semangat Tom Lembong tetap terjaga karena keyakinan atas kebenaran perjuangannya. Hal ini, lanjut Anies, tercermin dalam obrolan hangat mereka selama kunjungan.
“Bahkan, Pak Tom yang justru memberikan semangat kepada kami yang datang menjenguknya. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” tambah Anies, yang saat ini merupakan kandidat capres 2024.
Dalam pertemuan itu, Anies memberikan sebuah buku berjudul Revolusi, yang menceritakan perjuangan para pendiri bangsa yang selalu optimistis meski menghadapi berbagai tantangan.
“Ini buku sejarah, dan sejarah selalu berkisah tentang peristiwa yang sudah terjadi. Dari sejarah, kita belajar bahwa pribadi-pribadi yang memperjuangkan kebenaran pada akhirnya akan mencapai kemenangan, atau setidaknya dibukakan jalan menuju keadilan,” jelas Anies.
Soal Kasus Tom Lembong
Terkait kasus dugaan korupsi impor gula pada tahun 2015-2016 yang menjerat Tom Lembong, Anies memilih untuk tidak terlalu banyak berkomentar. Ia menyerahkan proses hukum kepada tim pengacara Tom dan pihak berwenang.
Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menyampaikan pandangannya bahwa kasus tersebut menimbulkan sejumlah tanda tanya. Ia bahkan mengaku sepemahaman dengan Komisi III DPR-RI yang menyatakan bahwa kasus Tom Lembong tidak mencerminkan rasa keadilan.
“Semoga proses hukum ini dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai dengan prinsip keadilan,” ujar Anies.
Di akhir pernyataannya, Anies juga mendoakan agar koleganya tersebut mendapat keadilan dalam menghadapi kasusnya.
“Kita semua doakan, insya Allah, kebenaran akan menemukan jalannya untuk menghadirkan keadilan,” kata Anies penuh harap.
Latar Belakang Kasus
Tom Lembong, mantan Menteri Perdagangan sekaligus Co-kapten Timnas Anies-Muhaimin, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi terkait impor gula pada tahun 2015-2016.
Kejaksaan menilai bahwa keputusan Tom mengizinkan impor gula dilakukan saat stok gula dalam negeri masih surplus, sehingga diduga menyebabkan kerugian negara. Meski demikian, banyak pihak yang mempertanyakan dasar tuduhan tersebut dan menilai kasus ini tidak sepenuhnya jelas.






















