Jakarta, Fusilatews, Reuters memberitakan tentang Indonesia, pada tanggal 1 Februari 2022, yaitu soal Tesla. Ditulis bahwa Jokowi yakin, bahwa Elon Tesla akan berinvestasi di Indonesia. Tetapi Reuteurs tidak menulis, bagaimana tanggapan Investor Musk sendiri, berkaitan dengan pernyataan Jokowi tersebut. Dijanjikan, bila Elon menerima tawaran Jokowi tersebut, maka bonus lain sebagai incentivenya adalah diberi kesempatan untuk investasi pula di tambang Nikel.
Bertita terkait sebelumnya, yang diturunkan Kompas, pada zaman mobil listrik yang semakin bermunculan, CEO Tesla Elon Musk menyebut China berpotensi menjadi pesaing terbesar Tesla dalam pembuatan mobil listrik. Menurut Elon, pembuat kendaraan listrik dari China dinilai bekerja paling keras dan paling cerdas, sehingga menjadi pesaing utama Tesla.
“Jika saya menebak, mungkin beberapa perusahaan dari China adalah yang paling mungkin berada di urutan kedua setelah Tesla,” seperti dikutip dari Carbuzz Sabtu (28/1/2023) dalam sebuah konferensi bersama analis industri. Kata Musk dalam membuat mobil, pabrikan China selalu agresif menuju elektrifikasi dan pengembangan teknologi terkait.
Adapun beberapa pembuat mobil China, antara lain termasuk Xpeng, Aito, dan BYD.
Presiden Indonesia Joko Widodo, yakin Tesla Inc (TSLA.O) akan menyelesaikan kesepakatan untuk berinvestasi di fasilitas produksi di negaranya, setelah menawarkan insentif kepada pembuat mobil AS mulai dari keringanan pajak hingga konsesi hingga tambang nikel.
Perekonomian terbesar di Asia Tenggara telah merayu Tesla untuk berinvestasi dalam manufaktur baterai dan mobil sejak 2020, berupaya memanfaatkan cadangan bijih nikelnya yang kaya, yang dapat diproses untuk digunakan dalam baterai EV.
“Saya bilang ke dia kalau bapak investasi di Indonesia, saya kasih konsesi nikel,” kata Jokowi merujuk pada tawaran konsesi pertambangan Indonesia.
Insentif lainnya termasuk keringanan pajak dan skema subsidi pembelian EV untuk membangun pasar Tesla di negara terpadat keempat di dunia, katanya, seraya menambahkan bahwa para menterinya sedang menyelesaikan subsidi.
Jokowi mengatakan terserah kepada Tesla untuk menerima tawaran untuk menambang nikel, menggarisbawahi bahwa Indonesia terbuka untuk investasi dalam rantai pasokan baterai EV dan mobil listrik.
“Kalau mereka mau mulai dari baterai EV, tidak apa-apa,” imbuhnya.

























