• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

APBN 2026: Negara yang Aman, tapi Ekonomi Mandek

Ali Syarief by Ali Syarief
October 4, 2025
in Bencana, Economy, Feature
0
APBN 2026: Negara yang Aman, tapi Ekonomi Mandek
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ali Syarief

APBN bukan sekadar angka, melainkan cermin ideologi pembangunan sebuah negara. Dari cara pemerintah menyusun prioritas anggaran, kita bisa membaca: ke mana arah bangsa ini akan dibawa.

Struktur APBN 2026 berbicara lantang: pertahanan, keamanan, dan gizi menjadi primadona, sementara sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, industri, dan riset dibiarkan berjalan pincang.

Mari kita uji dengan beberapa teori klasik ekonomi pembangunan:


1. Teori Multiplier Keynesian

John Maynard Keynes menegaskan: setiap belanja pemerintah harus diarahkan pada sektor yang memiliki multiplier effect tinggi agar pertumbuhan ekonomi berlipat ganda.

  • Infrastruktur, pendidikan, dan teknologi adalah sektor dengan multiplier effect terbesar: setiap Rp 1 bisa menghasilkan Rp 2–3 pertumbuhan.

  • Tapi di APBN 2026, belanja infrastruktur (Rp 118,5T) masih jauh di bawah pertahanan (Rp 185T) dan POLRI (Rp 145,65T).

  • Artinya: negara lebih suka menggelontorkan uang ke “sektor dengan multiplier rendah”—keamanan dan aparatur—yang efek ekonominya hampir nol.

Dampak: Ekonomi tumbuh lambat, lapangan kerja minim, dan daya saing global tetap jeblok.


2. Teori Kapital Manusia (Gary Becker)

Ekonomi modern bertumpu pada human capital: pendidikan, keterampilan, dan inovasi. Semakin besar investasi di pendidikan dan kesehatan produktif, semakin tinggi pertumbuhan jangka panjang.

  • Di APBN 2026, pendidikan dan riset hanya mendapat remah.

  • Badan Gizi Nasional memang dapat Rp 268T, tapi lebih condong ke belanja konsumtif, bukan investasi produktif. Anak sehat tapi tanpa skill = bonus demografi jadi beban demografi.

Dampak: tenaga kerja kita tetap murah, tak terampil, dan kalah dari Vietnam atau India.


3. Model Pertumbuhan Solow-Swan

Robert Solow menekankan: pertumbuhan jangka panjang hanya bisa dicapai melalui akumulasi modal dan inovasi teknologi.

  • Tapi dalam APBN 2026, belanja riset, inovasi, dan industri kalah jauh dibanding belanja pertahanan.

  • Artinya, pemerintah lebih sibuk membeli senjata dan menggaji aparat daripada mendorong inovasi teknologi dalam negeri.

Dampak: produktivitas stagnan, Indonesia tetap terjebak dalam middle-income trap.


4. Teori Pembangunan Strukturalis (Raúl Prebisch & Celso Furtado)

Negara berkembang sering gagal naik kelas karena lebih banyak belanja konsumtif daripada membangun sektor produktif.

  • APBN 2026 persis mencerminkan itu: konsumsi (gizi, subsidi, belanja aparatur) lebih besar daripada produktivitas (infrastruktur, industri, riset).

  • Akibatnya, Indonesia terus menjadi importir pangan, pengutang abadi, dan penonton dalam rantai pasok global.

Dampak: ekonomi kita rapuh, tergantung impor, dan rawan krisis bila ada guncangan global.


5. Political Economy of Budgeting

Richard Musgrave membagi fungsi APBN dalam tiga:

  1. Alokasi (resources for growth)

  2. Distribusi (equity & welfare)

  3. Stabilisasi (economic balance)

Jika dilihat:

  • Distribusi (gizi, bantuan sosial) → jumbo.

  • Alokasi untuk pertumbuhan (infrastruktur, teknologi, industri) → kecil.

  • Stabilisasi (utang, defisit) → berpotensi kacau.

Artinya, APBN 2026 hanya kuat di fungsi distribusi, lemah dalam fungsi alokasi. Ini bukan APBN pembangunan, melainkan APBN survival.


Kesimpulan Tajam

APBN 2026 adalah potret salah kaprah:

  • Negara lebih sibuk menjaga rakyat tetap “aman” ketimbang memberdayakan mereka.

  • Rakyat diberi vitamin, elite diberi senjata, tapi masa depan ekonomi dibiarkan kosong.

  • Dengan struktur ini, Indonesia akan semakin nyaman menjadi negara berpenduduk banyak, aman, tapi miskin dan tertinggal.

Inilah paradoks besar: pemerintah sedang membangun pagar rumah yang megah, lengkap dengan satpam bersenjata, tapi lupa mengisi dapurnya dengan makanan dan pekerjaannya dengan harapan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KORLABI Tantang Jokowi: Uji Materiil UU KPK & Klarifikasi Ijazah Iriana

Next Post

Kembalikan Militer ke Barak: Akhiri Multifungsi dan Impunitas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026
Next Post
Kembalikan Militer ke Barak: Akhiri Multifungsi dan Impunitas

Kembalikan Militer ke Barak: Akhiri Multifungsi dan Impunitas

TEMUAN KADAR NITRIT MBG DI BANDUNG BARAT 4 KALI BATAS AMAN: RACUN YANG DILINDUNGI PROYEK KORUP

TEMUAN KADAR NITRIT MBG DI BANDUNG BARAT 4 KALI BATAS AMAN: RACUN YANG DILINDUNGI PROYEK KORUP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...