Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan
Jakarta – Ada semacam simetri aritmatikal antara Argentina dan Kroasia pada Piala Dunia 2018 di Moskow dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada babak awal Piala Dunia 2018 di Moskow, Kroasia menaklukkan Argentina dengan skor 3-0, namun sebaliknya pada babak semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar ternyata Argentina berjaya mengungguli Krosia juga dengan skor 3-0.
Pada Piala Dunia 2018, Kroasia terus melaju sampai ke final untuk berhadapan dengan Perancis yang berhasil menghadang Krosia dengan skor 4-2 sehingga Kroasia harus puas sebagai runner up Piala Dunia di Moskow.
Sementara pada Piala Dunia 2022 adalah Argentina yang melaju ke babak final untuk berhadapan dengan Perancis. Sementara Kroasia harus berhadapan dengan Maroko pada babak perebutan juara III Piala Dunia 2022 di Qatar.
Nasib Kroasia pada Piala Dunia 2018 yang berhasil melaju sampai ke babak final pada hakikatnya lebih baik ketimbang Argentina yang terpaksa gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Namun berdasar koleksi piala dunia jelas bahwa Argentina yang telah dua kali menjadi juara dunia untuk sementara ini sudah jauh lebih unggul ketimbang Kroasia yang belum pernah berhasil menjadi juara dunia meski Argentina sebagai negara memang lebih dahulu didirikan ketimbang Kroasia yang semula bergabung dengan Yugoslavia sebelum berdiri sebagai negara berdaulat pada tahun 1991 setelah Uni Sowyet lenyap dari peta dunia.
Sebagai runner-up World Cup, Argentina juga lebih sering ketimbang Kroasia karena Argentina menjadi juara ke dua Piala Dunia 1930, 1994, dan 2014, sementara Kroasia baru sekali. Namun jelas bahwa perang bola pada ujung akhir tahun 2022 di Qatar akan mencapai puncak segala-galanya pada pertarungan show down alias duel maut Argentina melawan Perancis dalam sengit memperebutkan gelar juara dunia pada World Cup 2022 di Qatar.
Pertempuran Argentina melawan Perancis benar-benar merupakan Clash of The Titans, sebab kedua timnas sama-sama sudah dua kali menjadi juara dunia dan masing-masing berambisi untuk tiga kali menjadi menjadi juara dunia demi mendekati prestasi Jerman yang empat kali dan Brasil yang lima kali juara dunia namun sama-sama tersingkir terlebih dahulu di Piala Dunia 2022.
Dapat dibayangkan betapa menegangkan bahwa pada tanggal 18 Desember 2022, yang kebetulan juga merupakan Dawlat Qatar National Day, miliaran pasang mata dan telinga akan fokus tertuju ke stadion Lusail, Qatar untuk menyaksikan dengan mata dan telinga di kepala masing-masing siapa yang menjadi Juara Dunia pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Dikutip dari Kompas.com, Kamis 15 Desember 2022.





















