• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Maroko Bukan Ayam Sembelih

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 15, 2022
in Feature
0
Rekor Maroko di Piala Dunia Menyatukan Kebahagian Jazirah  Arab
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Hamid Awaludin, Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia.

Jakarta – Piala Dunia 2022 telah mendekati garis akhir. Tim Maroko telah menyedot perhatian dunia karena tidak pernah ada yang memprediksi dan menjagokan tim ini, bisa masuk babak semi-final. Dengan demikian, untuk kali awal dalam sejarah persepakbolaan, baru kali ini ada wakil dari negara Arab dan Afrika, yang menyentuh level tersebut.

Ini bukan sekadar peruntungan atau keajaiban belaka, karena tim ini sukses menggilas Spanyol yang pernah juara dunia dan Portugis yang surplus nama-nama besar. Semua ini bermula dari kejeniusan Walid Redragui, arsitek tim sepak bola Maroko, yang berhasil meramu racikan yang bernama tim solid Maroko.

Begitu Walid mengambil alih kepemimpinan tim, ia langsung memanggil 14 putra-putra terbaik Maroko yang merumput di berbagai belahan dunia. Walid diprotes dan dicerca karena dianggap mengabaikan potensi dalam negeri. Ia tidak peduli. Keyakinannya telah membatu. Keputusan Walid sangat benar.

Betapa tidak, orang-orang yang bepergian ke negara lain, pastilah memiliki mental petarung. Mereka adalah orang-orang pilihan yang tahan banting, surplus dengan kalkulasi dan dipadati keinginan untuk menaklukkan. Mereka memiliki daya juang dalam hidup yang sangat luar biasa. Tidak gampang menyerah, apalagi ditaklukkan.

Mereka bukan orang yang bermental inferiority complex, tetapi bermental superiority. Ingin membuktikan diri sebagai ayam petarung, bukan ayam sembelihan. Mental tersebut dilengkapi daya dorong imajinasi untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan besar.

Begitulah orang-orang asing yang tinggal di luar negeri. David McLelland, seorang ahli psikologi menyatakan, kemajuan seseorang ditentukan oleh N-ach (need for achievement), kebutuhan untuk mencapai sesuatu yang dimilikinya. Makin tinggi N-ach seseorang, makin tinggi pula tingkat pencapaiannya.

Orang-orang yang tinggal di negara-negara asing memiliki N-ach tinggi karena mereka memiliki imajinasi dan daya juang tinggi. Di sinilah kejelian seorang Walid, memanggil putra-putra terbaik Maroko, yang tersebar merumput di berbagai belahan dunia. Mereka terserak, tapi ingin membuktikan bahwa mereka mencintai negerinya. Mereka ingin jadi pahlawan buat negerinya.

Kondisi batin seperti inilah yang dipahami dan diyakini oleh Walid. Menyatukan butir-butir mutiara yang terserak itu, menjadi sebuah untaian kalung yang indah dan mahal: tim sepak bola Maroko yang disegani dan dikagumi di Piala Dunia 2022. Sebuah tim yang beranggotakan orang-orang pantang menyerah dan ingin berbakti. Maka, tatkala panggilan itu datang untuk negeri, mereka serentak menyatukan diri demi tanah air.

Mereka langsung mewakafkan diri secara total untuk negeri mereka. Tidak ada lagi perhitungan untung dan rugi. Yang ada, hanyalah tekad untuk berbakti dan meningkatkan harga diri bangsanya melalui kaki-kaki mereka.

Melawan hingga akhir

Pertandingan semifinal yang memperhadapkan Maroko dengan Perancis, adalah pertandingan tentang daya juang anak-anak Maroko melawan sebah hegemoni sepak bola, status sosial ekonomi dan politik; Perancis. Anak-anak asuh Walid melawan hingga akhir. Tidak pasrah, apalagi canggung.

Saya teringat sejarah tentang penaklukan Perancis terhadap Maroko pada 1905. Kolonialisme Perancis tersebut melahirkan perjanjian yang disebut Entente Cordiale antara Perancis dan Inggris. Dalam perjanjian tersebut, disepakati bahwa Inggris mengontrol Mesir, sementara Perancis mengontrol Aljazair dan Maroko.

Bulan April 1911, Perancis menyerang besar-besaran Kota Fez di Moroko yang menimbulkan perlawanan besar-besaran juga, lalu memunculkan krisis Algadir. Ketika itu, serangan besar-besaran Perancis dibalas dengan pengerahan tentara dan kapal perang Jerman yang bernama Panther ke Kota Algadir sebagai protes atas perilaku Perancis. Kondisi tersebut melahirkan Traktat Fez yang ditandatangani pada 30 Maret 1912, berisikan penyerahan kedaulatan Moroko kepada Perancis.

Saat itu, yang mewakili Maroko adalah Sultan Abdelhafid. Keputusan Sultan ini diprotes oleh rakyat Maroko karena dianggap sebagai penghianatan pada bangsa Maroko yang memiliki kedaulatan dan harga diri. Sejak itu, Moroko melakukan perlawanan terus menerus terhadap penjajahnya, hingga negeri ini merdeka pada 2 Maret 1956.

Seratus sepuluh tahun setelah Perajanjian Fez, pertandingan sepak bola antara Perancis dan Maroko pada 15 Desember 2022 dini hari, berlangsung seru. Pertemuan Perancis dan Maroko di lapangan sepak bola, sungguh-sungguh bukan perjanjian Fez yang menyerahkan kedaulataan para pemain sepak bola Maroko kepada para pemain Perancis. Pertandingan tersebut adalah pertandingan tentang talenta dan daya juang untuk tidak pasrah, sebagaimana kepasrahan Sultan Abdelhafid ke Perancis pada 1912.

Anak-anak Maroko tidak mau menyerahkan harga dirinya begitu saja. Mereka berjuang hingga akhir. Mereka bukan penghianat. Tatkala Perancis sudah memasukkan dua gol ke gawang Maroko, para pendukung Maroko menangis sejadi-jadinya. Nampak di layar kaca televisi, seorang bocah laki-laki menutup wajahnya dengan linangan airmata yang deras. Di belakangnya, seorang ibu tua juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak sekadar bersedih atas kekalahan itu, tetapi terharu atas daya juang putra-putra terbaik Maroko.

Dua orang dari generasi yang berbeda itu, disatukan dalam suasana batin yang sama, mengagumi kepahlawanan anak-anak muda, para pemain sepak bola Maroko. Mereka boleh kalah, tetapi tidak menyerah. Pantang ditaklukkan. Dalam pertandingan olahraga memang pasti selalu ada pihak yang kalah dan menang. Tetapi tidak boleh ada yang ditaklukkan.

Maroko tidak ditaklukkan. Tim sepak bola Maroko bukan ayam sembelihan oleh bekas penjajahnya. Begitu peluit panjang berbunyi sebagai tanda berahirnya pertarungan, hadirin yang menyaksikan jalannya pertandingan berdiri memberi hormat kepada para pemain Maroko.

Para pemain Maroko, dengan kepala tegak, dipimpin oleh sang maestro, Walid Redragui, masuk lapangan membalas penghormatan hadirin dengan senyum simpul. Tak ada raut muka yang menyesali kekalahan. Tak ada ronah kesedihan. Yang muncul adalah kebanggaan diri, bertarung hingga akhir. Dan bukankah ini semua yang kita sebut sebagai sikap heroik dan kesatria?  

Dikutip dari Kompascom, Kamis 15 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terkini : KPK Tangkap Tangan Wakil Ketua DPRD Jatim

Next Post

Argentina Lawan Perancis

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Bintang PSG Mbappe dan Hakimi Bersiap Duel Epik Dalam Laga Piala Dunia

Argentina Lawan Perancis

Diusung Jadi Capres PSI, Respon Ganjar: PSI Iki Sopo,?PSSI Kali

PSI Rontok, Rian Ernest Mundur: Ini Keputusan yang Benar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist