Jakarta – FusilatNews.–Polri nampaknya sudah benar-benar bersenyawa dengan masyarakat. Masyarakat pun begitu cinta kepada Polri. Sebegitu cintanya, maka ketika Polri merayakan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026), masyarakat pun ikut merayakannya.
Hal itu antara lain terjadi di RW 09 Kelurahan Kebayoran Lama Utara (KLU), Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Ketua RW 09 KLU Ir H Anas Karim Rivai M.Ec.Dev. justru menjadi inisiator acara potong tumpeng di kediamannya di Kompleks Perumahan Elite Tanah Kusir sebagai wujud rasa syukur atas 80 tahun usia Polri.
“Ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, serta apresiasi yang tinggi kepada Polri,” kata Anas Karim yang berlatar pengusaha ini.
Masyarakat, kata Anas Karim, merasa terbantu oleh Polsek Kebayoran Lama. Misalnya dalam pengurusan dokumen seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang nyaris tak pernah mengalami hambatan. Implikasinya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.
Apa yang disampaikan Anas Karim itu sejalan dengan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis akhir Juni 2026, di mana tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sangat tinggi, yakni mencapai angka 82,4 persen, atau meningkat signifikan dari tahun sebelumnya 76,2 persen.
Hadir dalam acara itu Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami SIK MIK beserta jajaran, Wakil Komandan Koramil (Wadanramil) Kebayoran Lama Lettu Aziz Muslim, Lurah Kebayoran Lama Utara Rika Laila Puji Astuty SSTP MSi, dan tak ketinggalan Babinkamtibmas Kebayoran Lama Utara Aiptu Budi Setyo Nugroho.
Acara syukuran itu juga dihadiri para Ketua RT se-RW 09 KLU, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Keamanan RW 09 KLU, Dwi Atmoko beserta jajaran, ibu-ibu Dasawisma serta ibu-ibu Jumantik yang jika ditotal jumlahnya mencapai ratusan orang.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol M Kukuh Islami pun menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan masyarakat kepada Polri.
Apresiasi itu, katanya, akan menjadi bekal bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kinerjanya demi melaksanakan tugas Polri sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat serta sebagai penegak hukum.
“Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Polri akan menjadi bekal bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lomba-lomba yang melibatkan polisi dan masyarakat. Antara lain memukul kendi berisi uang dengan mata tertutup.
Dirgahayu Bhayangkara!






















