• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bahlil Tidak Tahu Akan Dicopot Prabowo

Jabatan Menteri: Antara Kompetensi dan Integritas

Ali Syarief by Ali Syarief
October 20, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bahlil Tidak Tahu Akan Dicopot Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Jabatan seorang menteri semestinya berdiri di atas fondasi kompetensi pribadi, bukan pada jabatan di partai politik. Sebab, tugas menteri adalah menjalankan kebijakan negara, bukan mengurusi kepentingan partai. Dalam sistem pemerintahan modern, seorang menteri dituntut untuk profesional, fokus pada kinerja kementeriannya, dan loyal kepada konstitusi serta presiden yang memberinya mandat—bukan kepada struktur partai atau kepentingan kelompok. Ketika garis ini kabur, yang muncul adalah ketidakefektifan, konflik kepentingan, bahkan degradasi moral birokrasi.

Pernyataan dan sikap Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral baru-baru ini memperlihatkan dilema antara profesionalisme dan loyalitas politik. Saat ditanya mengenai ancaman reshuffle yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menjawab dengan gaya santai, bahkan menggunakan istilah “sesama bus kota jangan saling mendahului.” Jawaban ini mungkin dimaksudkan ringan, namun justru memperlihatkan bahwa jabatan menteri dianggap seperti posisi dalam arus lalu lintas politik—bukan amanah publik yang harus dijaga dengan kesungguhan.

Publik pun menaruh kecurigaan bahwa Bahlil bukan sekadar menteri yang sedang diuji kinerjanya, tetapi juga figur yang terjebak antara dua dunia: dunia kekuasaan dan dunia loyalitas pribadi. Pernah ia menyebut Jokowi sebagai “Bos” dan mengaku hanya selip lidah. Namun slip semacam itu tidak bisa dianggap remeh. Ia mencerminkan potensi loyalitas ganda yang secara etika politik tidak sehat. Seorang menteri dalam kabinet Prabowo seharusnya menunjukkan komitmen total pada kepemimpinan baru, bukan tersisa bayang-bayang patron lama.

Ketika Presiden Prabowo dengan tegas mengingatkan para menterinya agar bekerja benar, bahkan siap mengganti mereka yang sudah tiga kali diperingatkan, sesungguhnya ia sedang menegakkan prinsip akuntabilitas politik. “Satu kali peringatan masih nakal, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat—reshuffle,” ujar Prabowo. Pesan ini bukan sekadar ancaman, tetapi juga sinyal bahwa presiden menginginkan kabinet yang bersih dari menteri yang bekerja setengah hati, baik karena ketidakmampuan maupun karena kesetiaan yang terbagi.

Dalam konteks ini, dugaan publik bahwa Bahlil adalah menteri yang patut dicopot bukanlah sekadar opini liar. Ia merupakan cermin dari dua hal yang kerap menjadi persoalan serius dalam birokrasi Indonesia: kompetensi dan integritas. Kompetensi dibutuhkan untuk menjawab tantangan sektor energi yang strategis dan kompleks. Sedangkan integritas menjadi pondasi moral agar kebijakan yang diambil tidak berpihak pada kepentingan tertentu.

Menjadi menteri bukanlah tentang seberapa tinggi posisi seseorang dalam partai, melainkan seberapa dalam ia memahami mandat publik dan berani mempertanggungjawabkannya. Jika jabatan menteri terus diperlakukan sebagai perpanjangan tangan partai atau arena pencitraan politik, maka pemerintahan hanya akan dipenuhi orang-orang yang lihai berbicara, tetapi gagap bekerja.

Presiden Prabowo tampaknya memahami hal ini. Namun tantangannya kini adalah memastikan bahwa kabinetnya benar-benar diisi oleh para profesional, bukan oleh mereka yang masih mengukur langkah politik dengan arah “bus kota” partai. Karena pada akhirnya, publik tidak menilai menteri dari siapa bosnya, tetapi dari hasil nyata kerja tangannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Satu Tahun Menjadi Wapres: Gibran Digugat Ijazah Tak Jelas di Pengadilan

Next Post

34 Pria Tanpa Busana Digerebek saat Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
34 Pria Tanpa Busana Digerebek saat Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya

34 Pria Tanpa Busana Digerebek saat Pesta Seks Sesama Jenis di Surabaya

Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Tahi Lalat Jokowi Hilang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist