Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum dan Politik Mujahid 212
Barang Siapa Yang Bersyukur, niscaya akaan ku tambah nikmatmu – Bila Tidak mau bersyukur Tunggullah adzabku yang pedih, QS 14,7
Bangsa Indonesia Lintas SARA, jika Anies Baswedan benar terwujud menjadi salah seorang Capres di-2024 melalui pengumuman penetapan resmi KPU RI. yang diusung oleh Koalisi 3 (tiga) partai Nasdem PKS dan Demokrat, dengan nama sesuai kesepakatan ketiga partai tersebut, sebagai Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP), maka semua Langkah dan gerak KPP, secara kolektif & kolegial, merupakan konstribusi politik yang luar biasa, dan kelak akan tercatat dalam historis emas perpolitikan tanah air apapun hasilnya.
Proses konstribusi politik mencakup bukti keseriusan dari koalisi partai (KPP) untuk melakukan perubahan, utamanya pada “faktor pola kepemimpinan dan sistim yang kurang memadai” yang fenomenanya nampak amburadul. Sehingga mesti diawali perbaikan (perubahan) pada pola atau karakteristik kepemimpinan (leadership) serta perbaikan pada sistim kebijakan holistis ekonomi, hukum, politik dan moralitas bangsa menurut dan berkesesuaian dari sudut tinjau ilmiah atau perspektif logika dan ilmu pengetahuan, menuju perubahan nasib bangsa dan negara kearah yang lebih baik, sesuai falsafah Pancasila serta fungsi dan kewajiban berdirinya negara sesuai amanah UUD1945.
Maka bangsa yang sepemahaman, yang sama-sama membutuhkan perubahan, wajib menyampaikan puji syukur kehadhirat Tuhan yang Maha Kuasa, melalui kontribusi yang sama kepada KPP. Salah satunya melalui balas jasa atau balas budi, yakni pada ajang pemilu Capres 2024. Secara konsisten dengan memilih Anies Rasyid Baswedan sebagai Presiden pada Pilpres 2024. Melalui sehelai kertas, dengan ucapan bismilah, yaqarub di bilik suara, mencoblos gambar pasangan Anies sebagai tanda bukti tasyakur itu.
Memilih Anies pada pilpres 2024 selain representasu dari kepercayaan yang riil kepada pribadi Anies, sosok yang memang nyata atas dasar track record kepemimpinan yang qualified, tidak apriori, atas dasar emperis, saat dirinya menjadi Gubernur DKI. Jakarta (2017 – 2022), yaitu berbagai hasil karya spektakuler pembangunan fisik disegala bidang. Hal kesuksesan ini disertai dengan berbagai sertipikat, baik diperoleh dari lembaga-lembaga negara (=BPK, KPK dan lain institusi negara ) juga mendapatkan sertipikat dari lembaga-lembaga dunia internasional.
Kesemua hal yang menyangkut fakta hasil karya-karyanya, selain membuktikan Anies memiliki leadership dan konsistensi, termasuk Anies yang harus menanggung dan memikul beban serta menjalankan semua tupoksi sesuai konsekuensi selaku gubernur, maka dengan segala hasil karya yang Ia persembahkan kepada warga masyarakat DKI secara general, sekaligus merupakan bukti dirinya menjalankan dan menyelesaikan tanggung jawab moral atas kepercayaan dari para konstituennya termasuk diantaranya, beban dan tanggung moral kepada para tokoh ulama yang berperan sebagai enerji ekstra bagi para simpatisan dan atau para pendukung suara pada saat Pilkada Jakarta, Tahun 2017.
Kini Anies siap hadir Kembali, mewakafkan kontribusi dirinya (tenaga dan pikiran serta segenap kemampuannya) berikut beban dan tanggung jawab, sebagai Bakal Calon Presiden, yang semata – mata hanya demi tanggung jawab moral dan tanggung jawab penerapan ilmu pengetahuan yang Ia miliki untuk digunakan sebagai alat perjuangan untuk membangun mentalitas atau moralitas bangsa serta pembangunan fisik/ perekonomian negara (moral development dan develomental state) yang nampak tersungkur pada kurun waktu 2014-2023.
Sesuai fenomena dan dinamika politik (kontemporer), ” tentu Anies dan KPP dalam perjuangannya akan (bahkan sudah) mengalami berbagai rintangan melalui berbagi upaya penjegalan dalam berbagai bentuk sebagai obstruksi dan barrier, dengan tujuan politik kotor menutup peluang Anies untuk bakal maju menjadi bakal Capres 2024.”
Gejala-gejala “rintangan yang muncul ini oleh publik ditandai sebagai bentuk proses perlawanan/penjegalan dari pendukung status quo”, oleh sebab kesiapan Anies untuk maju menjadi bakal calon presiden, identik dengan sosok Anies sebagai figur nasionalis relijius yang diterima dan dicintai oleh moyoritas publik Lintas SARA”. Dan dari suara-suara yang terpublis yang ter-identifikasi oleh sebagian golongan besar masyarakat bangsa ini, bahwa Anies merupakan sosok yang memiliki karakter atau ketokohan atau leadership, yang cukup membahayakan karena Anies ingin menegakkan kebenaran melawan bentuk kedzoliman dari sekelompok rezim penguasa ( oligarki ) “. Teguh pada kehendak yang luhur yaitu melakukan perubahan untuk kepentingan bangsa dan negara, tanpa terkecuali, kearah Indonesia yang lebih baik.
Dalam posisi perjuangan ini, terbukti Anies tidak hanya sekedar motivator atau sekedar sosok pendukung dibelakang layar, justru figurnya tampil langsung diametral dihadapan publik sehingga memiliki makna sosok kepribadiannya berkesungguhan serta berkesiapan menghadapi segala resiko. Karakteristik Anies membuktikan dirinya mempunyai semangat luar biasa dan memiliki jiwa kepemimpinan (leadeship) yang tangguh, baik secara teoritis maupun praktek.
Sebagai wujud apresiasi nyata lain dari masyarakat pemilih Anies adalah wajib, konsisten dan konsekuen dalam memberikan konstribusi dukungan politik. Ia adalah menyalurkan hak suaranya untuk mengisi kantung-kantung suara bakal Caleg di badan legislasi untuk masa bakti 2024-2029 (DPR RI, DPR Propinsi dan DPR. Kabupaten/ Kota) serta mengisi penuh kantung-kantung suara bakal calon kepala daerah (Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot) saat pemilu pilkada untuk periode 2024 – 2029 sesuai domisili masyarakat pemilih atau pemilik hak suara sesuai zona para Caleg dan Para Calon Kepala Daerah masing – masing yang telah ditentukan oleh KPU. khusus kepada para calon ( pileg dan pilkada ) yang berangkat menggunakan kendaraan yang berasal dari partai – partai KPP. (Nasdem, PKS dan Demokrat).
Selanjutnya ; “masyarakat bangsa ini yang mendukung Anies, juga harus tetap konstributif (kondusif, mendukung dan membantu) secara konsisten dan konsekuen sebagai bentuk kompensasi kepada cita-cita perubahan yang akan diperjuangkan oleh sosok Anies dan KPP.”
Para Relawan yang terdiri dari saksi dan simpatisan dan para pendukung Anies dan simpatisan dan pendukung serta para saksi masing masing utusan partai yang tergabung di KPP harus selalu berkoordinasi memiliki keberanian atau mentalitas tinggi. Mereka juga mesti teliti , mencatat dan mendokumentasikan hasil Raihan suara untuk menjaga perolehan suara Anies selaku Capres, dan perolehan suara dari para Caleg, Para Cagub, Cabup/ Cawalkot dari KPP.
Dan yang terpenting serta perlu digaris bawahi, utamanya para relawan dan para saksi harus selalu ekstra waspada utamanya didesa-desa dan atau di pelosok desa yang jauh dari keramaian dan atau jauh dari pusat kota.
Jika Presiden RI. 2024-2029 terpilih adalah sosok Anies, dan para anggota parlemen, serta para pejabat politik di daerah-daerah adalah mayoritas dari KPP, maka rakyat Indonesia akan segera meninggalkan semua keterpurukan yang realitas terjadi dan dirasakan langsung oleh bangsa ini. Keberlangsungan kekuasaan rezim kontemporer yang menunjukan gejala-gejala degradasi pada kehidupan sosial politik, ekonomi, hukum, adab dan moralitas, dapat diakhiri. Semoga setiap sisi pandang dari setiap “kegelapan” di berbagai sektor ini, segera terang benderang. Kiranya Tuhan Melindungi serta Mengabulkan Usaha Perjuangan dan Doa Bangsa Ini.
Semoga




















