• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Banjir Jabodetabek dan Banjir Mega Korupsi: Produk Kepemimpinan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 6, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Warga Tak Sangka Bisa Separah Ini, Banjir Bekasi Lebih Buruk dari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Satu dekade kepemimpinan Joko Widodo telah meninggalkan jejak yang nyata dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, dua hal yang paling menonjol sebagai warisan kepemimpinannya adalah banjir yang melanda wilayah Jabodetabek dan merebaknya mega korupsi yang menggerogoti keuangan negara. Kedua bencana ini bukanlah sekadar fenomena alam atau ulah oknum semata, melainkan buah dari ketidaktepatan kerja dan ketidakmampuan seorang pemimpin dalam mengelola pemerintahan dengan baik.

Banjir Jabodetabek: Gagalnya Tata Kelola Infrastruktur

Banjir yang semakin parah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) adalah akibat dari kegagalan pemerintah dalam merancang serta mengeksekusi kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang tepat. Alih-alih menyelesaikan masalah banjir dengan pendekatan ilmiah dan komprehensif, pemerintahan Jokowi lebih banyak mengedepankan proyek mercusuar yang tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu kegagalannya adalah pembangunan bendungan dan sistem drainase yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkotaan modern. Berulang kali warga Jakarta dan sekitarnya mengalami bencana banjir yang justru semakin parah dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa solusi yang ditawarkan pemerintah hanya bersifat tambal sulam. Alih-alih mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pembenahan sistem drainase, pemerintah malah sibuk dengan proyek-proyek ambisius seperti IKN yang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak bagi rakyat.

Banjir Mega Korupsi: Bukti Nyata Pemerintahan Tanpa Integritas

Di samping banjir air yang merendam rumah dan jalanan, era Jokowi juga diwarnai oleh banjir mega korupsi yang semakin mengkhawatirkan. Kasus-kasus besar seperti skandal Jiwasraya, Asabri, BTS Kominfo, hingga korupsi bansos yang melibatkan pejabat tinggi negara adalah bukti bahwa kepemimpinan Jokowi gagal dalam menegakkan integritas dan memberantas praktik korupsi.

Jargon “kerja, kerja, kerja” nyatanya hanya sebatas retorika kosong yang menutupi kenyataan bahwa negara semakin kehilangan arah dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan. Banyak kasus korupsi yang menyeret orang-orang dekat lingkaran kekuasaan justru dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang memuaskan. Penegakan hukum yang tebang pilih semakin memperjelas bahwa rezim ini lebih banyak berpihak kepada kepentingan oligarki daripada kepentingan rakyat.

Watak Pendusta dan Kepemimpinan yang Dungu

Semua kegagalan ini tidak bisa dilepaskan dari karakter kepemimpinan Jokowi sendiri. Sejak awal, ia dikenal sebagai sosok yang gemar berjanji namun tidak mampu merealisasikannya. Berbagai komitmen yang ia sampaikan kepada rakyat, mulai dari janji untuk tidak berhutang berlebihan hingga jaminan tidak mencalonkan keluarganya dalam politik, semua terbukti sebagai kebohongan belaka.

Lebih dari itu, kepemimpinan Jokowi memperlihatkan ketidakmampuan dalam mengelola negara dengan strategi yang matang dan berkelanjutan. Keputusan-keputusan yang diambil lebih sering bersifat reaktif dan tidak memiliki visi yang jelas untuk jangka panjang. Watak kepemimpinannya yang terkesan asal-asalan dalam merespons berbagai krisis, baik itu banjir maupun korupsi, semakin menguatkan kesan bahwa Jokowi bukanlah sosok pemimpin yang kompeten, melainkan hanya simbol dari politik pencitraan.

Kesimpulan

Banjir Jabodetabek dan banjir mega korupsi adalah dua wajah dari kegagalan besar yang diwariskan oleh Jokowi kepada bangsa ini. Keduanya bukanlah sekadar bencana alam atau ulah individu korup, tetapi cerminan dari kepemimpinan yang tidak memiliki arah dan tidak bekerja dengan benar. Selama satu dekade, negara ini lebih banyak dipimpin oleh retorika kosong, janji-janji palsu, dan kebijakan yang tidak menyentuh akar masalah.

Warisan ini akan terus membayangi Indonesia hingga bertahun-tahun ke depan, kecuali ada perubahan mendasar dalam sistem dan kepemimpinan negara. Sudah saatnya rakyat menyadari bahwa pemimpin yang gemar berbohong dan tidak bekerja secara proper bukanlah sosok yang pantas untuk diberikan kepercayaan. Kini, pertanyaannya adalah: apakah kita akan terus membiarkan warisan buruk ini berlanjut, ataukah kita akan mulai menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang telah merusak negeri ini?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Erick Thohir Berhasil “Lobi” Kejagung: Dia dan Kakaknya Tak Terlibat Korupsi 1.000 T Pertamina

Next Post

Bareskrim Polri Ungkap 4,1 Ton Narkoba, Pengedar Gunakan Jalur Darat, Laut, dan Udara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Next Post
Bareskrim Polri Ungkap 4,1 Ton Narkoba, Pengedar Gunakan Jalur Darat, Laut, dan Udara

Bareskrim Polri Ungkap 4,1 Ton Narkoba, Pengedar Gunakan Jalur Darat, Laut, dan Udara

PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Hiburan Rakyat: Habis Pertamina, Terbitlah PLN, di Mana KPK?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist