Jakarta-FusilatNews – – Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran 4,1 ton narkoba yang didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia selama periode Januari hingga Februari 2025. Para pengedar diketahui menggunakan berbagai jalur, mulai dari darat, laut, hingga udara untuk menyelundupkan barang haram tersebut.
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, dalam konferensi pers di aula Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (5/3/2025), menyebutkan bahwa sejumlah kasus berhasil diungkap ketika narkoba dikirim antarprovinsi melalui jalur darat, khususnya dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Namun, Wahyu tidak merinci jumlah kasus yang berhasil ditindak melalui jalur ini.
Selain jalur darat, narkoba juga dikirim melalui jalur laut. Modus operasinya dilakukan dengan memasukkan narkotika dari dua jaringan internasional, yakni Golden Triangle dan Golden Crescent, ke Samudera Hindia melalui Laut Aceh menggunakan kapal laut.
“Paket narkoba dari jaringan ini juga masuk melalui jalur utara, yakni Selat Malaka, serta dari selatan Pulau Sumatera,” ujar Wahyu. Selain itu, penyelundupan juga dilakukan menggunakan jalur udara, baik melalui kargo, ekspedisi resmi, maupun dengan cara disamarkan dalam barang bawaan kurir.
Dalam upaya pemberantasan ini, polisi juga menemukan laboratorium narkotika yang beroperasi di dalam negeri. Salah satu kasus terbesar yang terungkap adalah produksi tembakau sintetis di sebuah perumahan mewah di Bogor, Jawa Barat, dengan barang bukti mencapai 1,1 ton.
Beberapa pengungkapan signifikan lainnya meliputi penangkapan pada 1 Januari 2025 di Kabupaten Bekasi, di mana dua tersangka berinisial DY dan AS ditangkap dengan barang bukti 612 kilogram tembakau sintetis. Kemudian, pada 7 Februari 2025, polisi menangkap tersangka berinisial II dan M di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Tamiang, dengan barang bukti berupa 323 kilogram sabu.
Selain itu, pada 17 Februari 2025, tiga tersangka berinisial MNH, SK, dan AS ditangkap di Kabupaten Asahan, Bengkalis, dan Kota Dumai dengan barang bukti 120 kilogram sabu.
Bareskrim Polri memastikan akan terus memburu jaringan narkotika yang beroperasi di Indonesia serta memperkuat pengawasan di jalur-jalur yang kerap digunakan untuk penyelundupan narkoba.


























