Oleh : Gayatri Suroyo
JAKARTA, 18 Juli (Reuters) – Bank sentral Indonesia telah menjual sebagian kepemilikan obligasi pemerintah di pasar sekunder, kata seorang pejabat pada Senin, untuk meningkatkan normalisasi kebijakan moneter setelah menjaga likuiditas sangat longgar selama pandemi.
Bank Indonesia (BI) adalah salah satu bank sentral paling tidak hawkish di dunia, setelah mempertahankan suku bunga di ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada rekor terendah karena inflasi inti yang relatif rendah.
“Setelah menaikkan GWM … BI juga memperkuat operasi moneter rupiah melalui penjualan obligasi pemerintah di pasar sekunder,” Edi Susianto, kepala departemen manajemen moneter BI, mengatakan kepada Reuters melalui pesan teks.
BI menjual obligasi senilai 390 miliar rupiah ($26,03 juta) pada hari Senin dan akan terus menjual, kata Edi.
Upaya normalisasi likuiditas BI sedang berlangsung sambil terus bertindak sebagai pembeli siaga dalam lelang obligasi pemerintah, bagian dari kesepakatannya dengan pembuat kebijakan fiskal untuk menstabilkan imbal hasil obligasi.






















