• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

BAPPENAS SEBAGAI PUSAT KEKUATAN INTELEKTUAL

by
October 25, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
BAPPENAS SEBAGAI PUSAT KEKUATAN INTELEKTUAL
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

“Saya belajar bahwa Kementerian PPN/Bappenas memiliki sejarah panjang dan luar biasa, sejak era Pak Juanda ketika masih bernama Dewan Perancangan Nasional. Setiap pemimpin Kementerian PPN/Bappenas telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan pembangunan Indonesia, mencatatkan tinta emas dalam sejarah negeri ini. Kementerian PPN/Bappenas bukan hanya sebuah lembaga perencanaan, tetapi juga merupakan pusat kekuatan intelektual Indonesia” (Rachmat Pambudy, 2024).

Apa yang dipidatokan Guru Besar IPB University yang dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional diatas, betul-betul sangat menarik dan penuh dengan makna. Dalam acara serah terima jabatan dari Suharso Monoarfa kepada Rachmat Pambudy tersebut tertsngkap kesan pembangunan bangsa ini, tetap harus mengedepankan keberlanjutan atas apa yang telah dicapai selama ini.

Kementerian yang dinakhkodai Rachmat Pambudy dalam Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo ini, pada hakekatnya merupakan pusat kekuatan intelektual bangsa, yang dituntut untuk mampu merancang dan merumuskan perencanaan pembangunan bangsa ke depan secara lebih berkualitas. Bahkan tidak sedikit pengamat yang meminta formula “sukses perencanaan = sukses pelaksanaan”, dalam mengelola pembangunan bangsa dan negara.

Namun begitu, jangan dilupakan agar Lembaga Perencanaan bangsa dan negara ini dapat melahirkan kinerja yang diinginkan, selain harus diisi oleh anak bangsa yang memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni, juga mesti dibarengi dengan kadar moral yang dapat dibanggaksn. Sebab, seperti yang sering dikumandangkan dalam aksi-aksi mahasiswa di jamannya, “intelektual tanpa moral sama saja dengan munafik”.
Itu sebabnya, wajar jika kita titipkan ananat kepada Menteri Perencanaan Pembangunan periode 2024-2029 Prof. Rachmat Pambudy, selain Keluarga Besar di Kementerian yang dipimpinnya, dicerahkan tentang pemahaman sebagai pusat kekuatan intelektual, namun juga bakal dilengkapi oleh terciptanya kekuatan moral yang dapat dibanggakan. Intelektual dan moral merupakan landasan utama dalam merumuskan desain perencanaan yang penuh dengan kehormatan dan tanggungjawab.

Ketika menyampaikan pidato perdananya seusai dirinya mengucapkan Sumpah Presiden NKRI periode 2024-2029, Prabowo Subianto menyebut betapa beragamnya tantangan pembangunan yang harus kita jawab dalam masa kini dan masa depan. Dengan gaya pidato yang cukup energik, Prabowo mengajak kepada segenap komponen bangsa, untuk bersama-sama mencari jalan keluar terbaik untuk menghalau tantangan dan rintangan tersebut.

Dengan tekad dan daya juang tinggi, Presiden Prabowo mengajak semua anak bangsa untuk merapatkan barisan guna merubah hal yang dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Disinilah diperlukan adanya terobosan cerdas dan bernas dari semua warga bangsa untuk sama-sama mengejawantahkan semangat gotong royong dalam melakoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Prabowo ingin agar nilai gotong royong, betul-betul dapat diterapkan dalam kehidupan nyata di lapangan.

Dari seabreg masalah pembangunan yang harus kita selesaikan dalam tempo yang sesegera mungkin adalah menyelesaikan masalah kemiskinan dan kelaparan masyarakat. Genderang perang melawan kemiskinan dan kelaparan, bukanlah hal baru bagi bangsa kita. Berbagai strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk menghapuskan kemiskinan dan kelaparan sudah digarap sejak puluhan tahun lalu. Sayang, hasil yang diraih, masih jauh dari apa yang ditargetkan.

Kemiskinan dan kelaparan yang menyergap sebagian masyarakat, sebetulnya satu tarikan nafas dengan apa yang menjadi kerisauan para pemimpin bangsa di dunia. Para Kepala Negara di dunia sepakat, soal kemiskinan dan kelaparan perlu dijadikan tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang sangat penting. Itu sebabnya, kemiskinan dan kelaparan telah dijadikan salah satu prioritas dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Secara lebih ganblang, tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi .

Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Sebagai tambahan informasi, tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari tujuan Pembangunan Milenium yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara, sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.

Kalau kita kaitkan pidato perdana Presiden Prabowo dengan komitmen para Kepala Negara di dunia dalam memerangi kemiskinan dan kelaparan, dapat disimpulkan arah dan kebijakan Pemerintah telah berada dalam track yang benar. Pertanyaannya adalah apakah Kabinet Merah Putih yang terdiri dari 7 Kementerian Koordinator dan 41 Kementerian teknis, akan mampu menindak-lanjuti apa yang telah dibewarakan Presiden Prabowo ke arah penerapannya di lapangan ?

Dihadapkan pada gambaran seperti ini, jelas keberadaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, menjadi “titik kuat” dalam merancang dan merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, yang dikemas dalam sebuah desain perencanaan berkualitas. Pendekatan teknokratik, aspiratif/partisipatif, top down-bottom up dan politis, tetap menjadi titik tekan yang penting dilakukan. Saat inilah kekuatan intelektual dan kekuatan moral betul-betul diperlukan.

Ini berarti, pemikiran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Rachmat Pambudy yang menyebut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai pusat kekuatan intelektual, tentu akan diuji kepiawaiannya dalam merumuskan perencanaan pembangunan nasional untuk 5 tahun ke depan. Kita ingin ada terobosan cerdas dan bernas dalam mempercepat penghapusan kemiskinan dan kelaparan. Bahkan kita juga berharap agar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dapat menjadi “kawah candradimuka” nya perencanaan pembangunan.

Semoga jadi percik permenungan kita bersama ! (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tim Siber Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Promosi Judi Online di Batam

Next Post

Turis Remaja Amerika Ditangkap di Tokyo atas Dugaan Pembakaran Saat Liburan

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Turis Remaja Amerika Ditangkap di Tokyo atas Dugaan Pembakaran Saat Liburan

Dinilai Tidak Adil, Keluarga Dini Sera Kecewa MA Hanya Vonis Ronald Tannur 5 Tahun Penjara

Dinilai Tidak Adil, Keluarga Dini Sera Kecewa MA Hanya Vonis Ronald Tannur 5 Tahun Penjara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...