Tentu Bawaslu cukup menggelikan jika penilaian Bawaslu dalam kasus Ganjar dibandingkan dengan kasus SMS Blast yang dikirmkan oleh Bawaslu kepada takmir Masjid Al Akbar Surabaya untuk mencegah Anies berbicara usai sholat Jumat di Masjid Al Akbar di Surabaya pada Jumat 17 Maret 2023 lalu.
Jakarta – Fusilatnews – Menyusul tampilnya sosok bakal calon presiden yang diusung PDIP Ganjar Pranowo dalam video Adzan maghrib yang ditayangkan oleh stasiun RCTI, stasiun televisi milik Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Perindo.anggota koalisi PDIP
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja mengatakan mengatakan Sulit menjerat bakal capres Usungan PDI-P, Ganjar Pranowo
Menurut Bagja, saat ini belum ada pendaftaran bakal capres secara resmi oleh KPU sehingga Ganjar tak dapat dianggap peserta Pemilu 2024 kendati telah dideklarasikan sebagai bakal capres oleh PDI-P, PPP, Perindo, dan Hanura.
Sementara itu, pelanggaran sosialisasi maupun kampanye, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye, subyek hukumnya adalah peserta pemilu.
“Kita kembali lagi ke kampanye atau kemudian sosialisasi. Sosialisasinya peserta pemilu atau bukan, pertanyaannya, kan gitu. Sekarang karena yang bersangkutan ini, tidak ada Beliau ini peserta pemilu, bukan,” ujar Bagja kepada wartawan, Selasa (12/9/2023).
“Ajakannya (memilih)? Tidak ada. Kemudian menawarkan visi misi, ada nggak di situ? Tidak juga kan? Itu agak sulit untuk menjerat,” kata dia.
Bagja menegaskan, pihaknya masih melakukan kajian awal terkait kasus ini. Bawaslu masih berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait kajian tayangan tersebut.
“Sekarang kami lagi kaji dulu nanti dalam dua hari ke depan. Teman-teman KPI sekarang sudah melakukan klarifikasi kan, sudah cukup sebenarnya di teman-teman KPI dan juga kita akan komunikasi dengan teman-teman KPI,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, kemunculan Ganjar dalam tayangan azan maghrib di stasiun televisi swasta tertentu bukan politik identitas.
“Bukan (politik identitas). Pak Ganjar Pranowo ini sosok yang religius. Religiusitasnya tidak dibuat-buat. Istrinya, Bu Siti Atikoh juga dari kalangan pesantren,” kata Hasto saat dijumpai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9).
Sebaliknya, kata dia, sebagai seorang muslim, Ganjar telah menjadi teladan bagi sesamanya. Menurut dia, itu gambaran kehidupan Ganjar yang alamiah. Sementara itu, KPI menyatakan sudah menyurati stasiun televisi yang menayangkan adegan Ganjar dalam azan maghrib.
Beda Hasto beda lagi Bawaslu yang menyebarkan “SMS Blast”. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyebarkan SMS blast menjelang kunjungan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan ke Jawa Timur.
Dalam SMS blast tersebut, Bawaslu menyampaikan peringatan agar Masjid Al Akbar Surabaya tidak digunakan untuk kegiatan politik Anies.
Tentu Bawaslu cukup menggelikan jika penilaian Bawaslu dalam kasus Ganjar dibandingkan dengan kasus SMS Blast yang dikirmkan oleh Bawaslu kepada takmir Masjid Al Akbar Surabaya untuk mencegah Anies berbicara usai sholat Jumat di Masjid Al Akbar di Surabaya pada Jumat 17 Maret 2023 lalu.

























