Oleh : DR. Ateng Kusnandar Adisaputra
Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan Dosen di Universitas Al Ghifari Bandung.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan melaksanakan sidak ke beberapa Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bandung, untuk memastikan petugas SPBU dalam memberikan pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai dengan takaran, dan tidak ada kecurangan, juga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik lebaran, sehingga para konsumen merasa puas.
Dalam tulisan kali ini, penulis akan membahas BBM juga, akan tetapi dalam konteks lain yakni dalam arti Bermanfaat Bagi Manusia (BBM), bias juga yah, he, he, he. Ya, kita sebagai manusia yang dikaruniai akal dan pikiran harus bisa Bermanfaat Bagi Manusia (BBM) lainnya. Memberi manfaat bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan dalam kondisi apapun, tidak mengenal batas waktu, dan ruang.
Memberi manfaat kepada sesama manusia adalah kebaikan, meringankan beban hidup, kebahagiaan, serta bisa memotivasi orang lain. Memberi manfaat bagi manusia lainnya merupakan ibadah yang dianjurkan, berpahala besar, sanggup dilakukan oleh manusia yang berjiwa besar, demi meraih kemulian besar di dunia dan di akhirat kelak. Apalagi di bulan suci Ramadhan yang setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW telah mengajarkan, bahwa nikmat hidup itu adalah dengan memberi manfaat. Nilai orang beriman akan dilihat dari seberapa besar bisa memberi manfaat kepada manusia lainnya, bukan dari seberapa besar bisa mengambil manfaat dari manusia lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (Hadist Riwayat Ath-Thabrani). Pelajaran dari hadist tersebut, bahwa sebagai manusia harus bisa memberikan manfaat bagi sesama manusia lainnya, apapun profesinya, apapun jabatannya, baik sebagai diri pribadi, maupun sebagai pemimpin organisasi.
Manusia yang Bermanfaat
Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi manusia lainnya merupakan salah satu karakter yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ada pelajaran yang berharga dan bisa menginspirasi kita semua terkait kebermanfaatan yang diambil dari pola perilaku tumbuhan dan binatang.
Kita mengenal pohon pisang, yang bisa tumbuh dimana saja, dan hanya menghasilkan buah sekali saja. Ternyata, ada pelajaran menarik di balik eksistensi pohon pisang. Sebelum pohon pisang itu mati atau ditebang, pohon pisang selalu memunculkan tunas-tunas pohon pisang lainnya, sebagai generasi penerus yang akan tumbuh menghasilkan buah pisang berikutnya. Di sini tidak terjadi kekosongan generasi. Istilah “lost generation” tidak dikenal dalam kehidupan pohon pisang. Seakan-akan pohon pisang berpesan untuk terus memberi manfaat, tanpa mengenal waktu, tanpa jeda, tak ada keterputusan, dan terus berlangsung.
Pelajaran berharga dan inspirasi dari pohon pisang ini adalah bahwa kita sebagai manusia harus memberikan keturunan yang bermanfaat dan memberikan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Anak-anak diberikan pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, sehingga memiliki keterampilan dan kompetensi yang bermanfaat bagi diri, dan manusia lainya.
Kita sering melihat lebah sebagai penghasil madu dan bermanfaat sebagai obat. Menurut para ilmuwan, untuk memproduksi madu itu, lebah harus naik antara 600.000-800.000 kali. Lebah harus menghampiri jutaan bunga, menempuh perjalanan lebih dari 10 kali lipat bola dunia, menghadapi angin dan gelombang. Pada saat produksi itu, tidak ada lebah yang dibiarkan menganggur. Jika ada yang menganggur, maka ia akan dijauhkan dari sarang. Lebah yang rajin mengajari lebah yang malas.
Sungguh luar biasa cara kerja lebah ini sebagai pekerja keras dan memberikan sanksi bagi lebah yang tidak disiplin, serta memberi motivasi bagi lebah yang malas. Manusia juga bisa mencontoh dari cara kerja lebah ini, untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Bila memiliki harta lebih, banyaklah berinfaq, bersidaqoh, berzakat. Bila memiliki ilmu ajarkan kepada manusia lainnya. Manfaatkan media sosial untuk berdakwah sebaik mungkin.
Pemimpin yang Bermanfaat
Salah satu ciri manusia modern adalah keanggotaanya dalam berbagai organisasi yang semuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pribadi dan tujuan organisasi. Setiap organisasi pasti ada pemimpinnya, yang dipilih oleh anggotanya, bisa melalui penunjukan, bisa berdasarkan pengangkatan dari pemimpin di atasnya. Sudriamunawar (2006:1), berpendapat pemimpin adalah seseorang yang memiliki kecakapan tertentu yang dapat mempengaruhi para pengikutnya untuk melakukan kerjasama ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Sebagai pemimpin, baik di pemerintahan maupun di perusahaan, dituntut memiliki peran dan tanggungjawab yang bermanfaat bagi pengikut, atau rakyatnya. Hicks & Gullet (dalam Harbani Pasolong:2008), peran pemimpin sebagai pemenuhan tujuan harus mampu mengarahkan setiap anggota organisasinya dalam pencapaian visi, misi organisasi, dan pencapaian kesejahteraan pengikutnya. Peran pemimpin sebagai pembangkit semangat, harus bisa memberikan motivasi kepada bawahannya dalam peningkatan kinerja dan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Mari terus memberikan manfaat kepada sesama manusia lainnya, menapaki jalan yang dicintai dan diridhoi Allah SWT, In Syaa Allah pahala akan didapat, Aamiin.























