• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bea Cukai dan Abuse of Power

fusilat by fusilat
October 23, 2025
in Crime, Feature
0
Bea Cukai dan Abuse of Power
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada kalimat tajam dari Purbaya yang kini ramai dikutip: “Ini namanya diktator!” — sebuah ungkapan frustrasi yang bukan sekadar reaksi emosional, melainkan refleksi dari realitas panjang tentang perilaku lembaga yang kerap disebut-sebut sebagai “pintu neraka” bagi para pengusaha: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Di tengah upaya pemerintah menggembar-gemborkan kemudahan investasi dan efisiensi birokrasi, kisah barang tertahan hingga 34 hari tanpa kejelasan seolah menampar wajah rasionalitas negara. Ini bukan sekadar soal keterlambatan administrasi, tetapi representasi dari penyakit kronis yang berakar dalam tubuh birokrasi: abuse of power.

Bea Cukai, bagi banyak kalangan, bukan lagi simbol penjaga perbatasan ekonomi negara, melainkan benteng pungli yang dilegalkan oleh prosedur. Ada banyak cerita tentang “uang pelicin”, “uang jalan”, hingga “biaya tambahan” yang tak tercatat dalam dokumen resmi. Ironisnya, semua itu berjalan di bawah jubah aturan yang tampak sah di atas kertas. Pengusaha kecil yang tak mau “bermain” dengan aturan informal itu sering kali menjadi korban—barang mereka ditahan, dipersulit, atau bahkan dimusnahkan atas alasan administrasi yang dibuat-buat.

Ketika kekuasaan birokrasi tak lagi berpihak pada publik, maka lembaga seperti Bea Cukai berubah menjadi aktor represif ekonomi. Ia tidak lagi berfungsi sebagai penjaga kedaulatan fiskal, tetapi sebagai penguasa kecil yang menentukan hidup-matinya arus barang. Di titik ini, Purbaya benar: inilah bentuk diktatorisme administratif—diktator bukan dalam bentuk pemimpin tunggal, tapi dalam wujud sistem yang menindas diam-diam lewat kekuasaan prosedural.

Sikap sewenang-wenang itu tumbuh subur karena lemahnya mekanisme akuntabilitas. Pengawasan internal hanya formalitas, sedangkan pengawasan eksternal sering kali tumpul oleh kepentingan politik atau kolusi antar pejabat. Sementara publik, terutama pelaku usaha, dibiarkan berhadapan dengan tembok kekuasaan yang sulit ditembus.

Padahal, di negara-negara dengan sistem administrasi yang sehat, otoritas bea cukai menjadi tulang punggung kepercayaan ekonomi. Di Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, mereka berfungsi sebagai fasilitator perdagangan—bukan penghalang. Transparansi, digitalisasi, dan integritas menjadi fondasi. Tapi di Indonesia, setiap kali kata “Bea Cukai” disebut, yang muncul bukan rasa aman, melainkan curiga.

Masalahnya bukan semata-mata pada individu yang nakal, tapi pada sistem yang memberi ruang bagi kejahatan birokrasi untuk bersembunyi. Selama kultur “izin bisa diatur” dan “aturan bisa dinegosiasikan” masih hidup, maka Bea Cukai akan terus menjadi ladang subur bagi praktik pungli, manipulasi, dan korupsi.

Sudah waktunya lembaga ini direformasi secara total—bukan dengan sekadar mengganti pejabat atau mengeluarkan slogan anti pungli, melainkan dengan menghancurkan struktur otoriter dalam tubuh birokrasi itu sendiri. Sebab, korupsi di Bea Cukai bukan hanya soal uang, tapi tentang kekuasaan tanpa moral.

Dan selama kekuasaan itu tetap dipelihara, kata “diktator” yang diucapkan Purbaya akan terus relevan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Murid Merokok, Guru Menampar, Orang Tua Lapor

Next Post

Salinan Ijazah Jokowi Tak Tersimpan Di Arsip Nasional

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Salinan Ijazah Jokowi Tak Tersimpan Di Arsip Nasional

Salinan Ijazah Jokowi Tak Tersimpan Di Arsip Nasional

Kivlan Zen: Pejuang yang Tak Pernah Minta Balas Budi

Kivlan Zen: Pejuang yang Tak Pernah Minta Balas Budi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist