Semua tidak akan pernah lupa dengan diksi “Esemka”. Semiotika kita, bukan lagi kesoal sekolah. Ia perkara new brand, yang pernah diperkenalkan sebagai metaphor “mobil istimewa” oleh Jokowi. Persoalan ini menjadi menarik, bila kita cermati dari dua hal; Pertama apakah ini suatu kebohongan. Kedua atau soal wawasan Jokowi yang lemah, soal industri permobilan.
Sebelumnya, saya ingin menyampaikan dahulu, dalil penilaiannya, sbb :
Meramal (to predict) dan Membohong (to tell a lie), dua diksi, yang artinya jauh berbeda. Meramal, boleh tidak terbukti atau salah. Dan tidak berdosa. Tapi membohong itu identik dengan menipu. Dalam ajaran semua agama, berbohong itu masuk dalam katagori dosa besar. Dan di Dunia ini, tak pernah ada Peramal yang diadukan kepada Polisi, karena ramalannya tidak terbukti. Tetapi orang yang berbohong, apalagi seorang Presiden, contohnya Bill Clinton, menyebabkan ia di impeached.
Almarhum Prof Habibi, ikut berkomentar soal esemka itu. Ia menyebutnya sebagai “mimpi disiang bolong”. Sahabat-sahabat sealumni Jepang saya, yang kini menjadi pentolan di ASTRA (Car Maker), termehek-mehek, mendengar Oto bayi prematur Esemka ini.
Tahun 1991, saya sempat berkunjung ke Toyota City, melakukan “kengaku” (factory visit) ke Pabrik Mobil Toyota. Betapa terkejutnya, ketika melihat table produksi mobil saat itu. Setiap 2 menit, lahir mobil baru. Lebih terksima lagi, ketika masuk ke show roomnya. Dipajang mobil produksi Toyata dari yang pertama hingga yang akan datang. Seperti garis sejarah.
Ada prototype mobil yang akan diproduksi pada tahun 2005 (atau14 tahun yad), sudah dipamerkan. Terkesan, dalam benak saya, betapa terencananya sebuah produk, lahir dari suatu proses yang teramat panjang. Apa artinya semua itu? Tentu saja, itu wujud dari motto Toyota Ways : “selalu menambahkan (teknologi) sesuatu yang baru, harga selalu lebih murah dan orientasinya membuat orang bahagia”.
Ditengah-tengah persaingan yang sangat ketat dari para Car Makers di Indonesia; Mercy, BMW, Hyundai dan produk China lainnya. Mereka tak mampu melawan produk Jepang, yang bisa mempertahankan mobil-mobil second dengan harga yang tetap tinggi. Tidak jatuh seperti mobil-mobil non Jepang itu.
Sementara Jokowi dengan bangganya berani menampilkan sang legenda ESEMKA itu
Sayangnya, ESEMKA, yang di bandrol dengan sangat murah itu, disamping masih menunggu hasil uji emisi yang belum diterima sertifikanya, barangkali karena itu, sampai saat ini, mobil itu hanya menjadi sebuah monument dari suatu kebohongan atau ketidak tahuan?
Bill Clinton pernah diimpeached, karena ia berbohong tidak mengakui ada affair dengan Monica Lewinsky. Jadi dimakjulkan bukan karena jalinan love affairnya. Bill berbohong. Melanggar sumpahnya.
“Yang terpenting, jangan pernah membohongi diri sendiri. Orang yang berbohong pada dirinya sendiri dan mendengarkan kebohongannya sendiri, akan sampai pada suatu titik, dimana dia tidak dapat membedakan kebenaran didalam dirinya, atau di sekelilingnya, dan dengan demikian akan kehilangan semua rasa hormat untuk dirinya sendiri dan orang lain”.
“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).
Beda Antara Meramal dan Membohong
Semua tidak akan pernah lupa dengan diksi “Esemka”. Semiotika kita, bukan lagi kesoal sekolah. Ia perkara new brand, yang pernah diperkenalkan sebagai metaphor “mobil istimewa” oleh Jokowi. Persoalan ini menjadi menarik, bila kita cermati dari dua hal; Pertama apakah ini suatu kebohongan. Kedua atau soal wawasan Jokowi yang lemah, soal industri permobilan.
Sebelumnya, saya ingin menyampaikan dahulu, dalil penilaiannya, sbb :
Meramal (to predict) dan Membohong (to tell a lie), dua diksi, yang artinya jauh berbeda. Meramal, boleh tidak terbukti atau salah. Dan tidak berdosa. Tapi membohong itu identik dengan menipu. Dalam ajaran semua agama, berbohong itu masuk dalam katagori dosa besar. Dan di Dunia ini, tak pernah ada Peramal yang diadukan kepada Polisi, karena ramalannya tidak terbukti. Tetapi orang yang berbohong, apalagi seorang Presiden, contohnya Bill Clinton, menyebabkan ia di impeached.
Almarhum Prof Habibi, ikut berkomentar soal esemka itu. Ia menyebutnya sebagai “mimpi disiang bolong”. Sahabat-sahabat sealumni Jepang saya, yang kini menjadi pentolan di ASTRA (Car Maker), termehek-mehek, mendengar Oto bayi prematur Esemka ini.
Tahun 1991, saya sempat berkunjung ke Toyota City, melakukan “kengaku” (factory visit) ke Pabrik Mobil Toyota. Betapa terkejutnya, ketika melihat table produksi mobil saat itu. Setiap 2 menit, lahir mobil baru. Lebih terksima lagi, ketika masuk ke show roomnya. Dipajang mobil produksi Toyata dari yang pertama hingga yang akan datang. Seperti garis sejarah.
Ada prototype mobil yang akan diproduksi pada tahun 2005 (atau14 tahun yad), sudah dipamerkan. Terkesan, dalam benak saya, betapa terencananya sebuah produk, lahir dari suatu proses yang teramat panjang. Apa artinya semua itu? Tentu saja, itu wujud dari motto Toyota Ways : “selalu menambahkan (teknologi) sesuatu yang baru, harga selalu lebih murah dan orientasinya membuat orang bahagia”.
Ditengah-tengah persaingan yang sangat ketat dari para Car Makers di Indonesia; Mercy, BMW, Hyundai dan produk China lainnya. Mereka tak mampu melawan produk Jepang, yang bisa mempertahankan mobil-mobil second dengan harga yang tetap tinggi. Tidak jatuh seperti mobil-mobil non Jepang itu.
Sementara Jokowi dengan bangganya berani menampilkan sang legenda ESEMKA itu
Sayangnya, ESEMKA, yang di bandrol dengan sangat murah itu, disamping masih menunggu hasil uji emisi yang belum diterima sertifikanya, barangkali karena itu, sampai saat ini, mobil itu hanya menjadi sebuah monument dari suatu kebohongan atau ketidak tahuan?
Bill Clinton pernah diimpeached, karena ia berbohong tidak mengakui ada affair dengan Monica Lewinsky. Jadi dimakjulkan bukan karena jalinan love affairnya. Bill berbohong. Melanggar sumpahnya.
“Yang terpenting, jangan pernah membohongi diri sendiri. Orang yang berbohong pada dirinya sendiri dan mendengarkan kebohongannya sendiri, akan sampai pada suatu titik, dimana dia tidak dapat membedakan kebenaran didalam dirinya, atau di sekelilingnya, dan dengan demikian akan kehilangan semua rasa hormat untuk dirinya sendiri dan orang lain”.
“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).
Semua tidak akan pernah lupa dengan diksi “Esemka”. Semiotika kita, bukan lagi kesoal sekolah. Ia perkara new brand, yang pernah diperkenalkan sebagai metaphor “mobil istimewa” oleh Jokowi. Persoalan ini menjadi menarik, bila kita cermati dari dua hal; Pertama apakah ini suatu kebohongan. Kedua atau soal wawasan Jokowi yang lemah, soal industri permobilan.
Sebelumnya, saya ingin menyampaikan dahulu, dalil penilaiannya, sbb :
Meramal (to predict) dan Membohong (to tell a lie), dua diksi, yang artinya jauh berbeda. Meramal, boleh tidak terbukti atau salah. Dan tidak berdosa. Tapi membohong itu identik dengan menipu. Dalam ajaran semua agama, berbohong itu masuk dalam katagori dosa besar. Dan di Dunia ini, tak pernah ada Peramal yang diadukan kepada Polisi, karena ramalannya tidak terbukti. Tetapi orang yang berbohong, apalagi seorang Presiden, contohnya Bill Clinton, menyebabkan ia di impeached.
Almarhum Prof Habibi, ikut berkomentar soal esemka itu. Ia menyebutnya sebagai “mimpi disiang bolong”. Sahabat-sahabat sealumni Jepang saya, yang kini menjadi pentolan di ASTRA (Car Maker), termehek-mehek, mendengar Oto bayi prematur Esemka ini.
Tahun 1991, saya sempat berkunjung ke Toyota City, melakukan “kengaku” (factory visit) ke Pabrik Mobil Toyota. Betapa terkejutnya, ketika melihat table produksi mobil saat itu. Setiap 2 menit, lahir mobil baru. Lebih terksima lagi, ketika masuk ke show roomnya. Dipajang mobil produksi Toyata dari yang pertama hingga yang akan datang. Seperti garis sejarah.
Ada prototype mobil yang akan diproduksi pada tahun 2005 (atau14 tahun yad), sudah dipamerkan. Terkesan, dalam benak saya, betapa terencananya sebuah produk, lahir dari suatu proses yang teramat panjang. Apa artinya semua itu? Tentu saja, itu wujud dari motto Toyota Ways : “selalu menambahkan (teknologi) sesuatu yang baru, harga selalu lebih murah dan orientasinya membuat orang bahagia”.
Ditengah-tengah persaingan yang sangat ketat dari para Car Makers di Indonesia; Mercy, BMW, Hyundai dan produk China lainnya. Mereka tak mampu melawan produk Jepang, yang bisa mempertahankan mobil-mobil second dengan harga yang tetap tinggi. Tidak jatuh seperti mobil-mobil non Jepang itu.
Sementara Jokowi dengan bangganya berani menampilkan sang legenda ESEMKA itu
Sayangnya, ESEMKA, yang di bandrol dengan sangat murah itu, disamping masih menunggu hasil uji emisi yang belum diterima sertifikanya, barangkali karena itu, sampai saat ini, mobil itu hanya menjadi sebuah monument dari suatu kebohongan atau ketidak tahuan?
Bill Clinton pernah diimpeached, karena ia berbohong tidak mengakui ada affair dengan Monica Lewinsky. Jadi dimakjulkan bukan karena jalinan love affairnya. Bill berbohong. Melanggar sumpahnya.
“Yang terpenting, jangan pernah membohongi diri sendiri. Orang yang berbohong pada dirinya sendiri dan mendengarkan kebohongannya sendiri, akan sampai pada suatu titik, dimana dia tidak dapat membedakan kebenaran didalam dirinya, atau di sekelilingnya, dan dengan demikian akan kehilangan semua rasa hormat untuk dirinya sendiri dan orang lain”.
“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).

























