• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

fusilat by fusilat
July 2, 2026
in Feature, Japanese Supesharu
0
Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Bagi sebagian besar orang, makan adalah kegiatan yang sangat biasa. Ia menjadi rutinitas harian yang sering dilakukan tanpa kesadaran. Kita lapar, lalu makan. Kita kenyang, lalu kembali bekerja. Siklus itu berlangsung berulang-ulang, seolah makanan hanyalah bahan bakar bagi tubuh.

Namun, di Jepang, makan memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Sebelum menyentuh makanan, hampir setiap orang mengucapkan satu kalimat sederhana: itadakimasu (いただきます). Kalimat ini sering diterjemahkan sebagai “selamat makan”, padahal maknanya jauh melampaui ungkapan sopan santun. Itadakimasu berarti, “Saya dengan penuh rasa syukur menerima kehidupan ini.”

Yang diterima bukan sekadar nasi, ikan, atau sayuran. Yang diterima adalah kehidupan. Tumbuhan yang dipanen. Hewan yang dikorbankan. Air yang menghidupi. Matahari yang menumbuhkan. Tanah yang menyuburkan. Para petani yang bekerja sejak fajar. Nelayan yang menghadapi ombak. Para juru masak yang mengolahnya dengan penuh perhatian. Bahkan leluhur yang mewariskan kehidupan hingga kita dapat duduk di meja makan hari ini.

Di dalam satu kata itu terkandung kesadaran bahwa manusia tidak pernah hidup sendirian.

Di banyak keluarga Jepang, terutama generasi terdahulu, hari dimulai dengan mempersembahkan teh atau makanan kepada altar keluarga sebagai ungkapan hormat kepada leluhur. Ketika hasil panen pertama musim itu dinikmati, sebagian dipersembahkan lebih dahulu sebagai tanda syukur. Bukan karena para leluhur membutuhkan makanan, melainkan karena manusia membutuhkan rasa hormat terhadap mata rantai kehidupan yang telah membawanya sampai hari ini.

Makan, dengan demikian, bukan hanya memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi juga merawat ingatan.

Pandangan ini diperkuat oleh falsafah Jepang yang dikenal sebagai Shindo Funi (身土不二). Falsafah ini mengajarkan bahwa tubuh manusia dan tanah tempat ia hidup adalah satu kesatuan. Makanan yang tumbuh sesuai musim dan lingkungan tempat kita tinggal merupakan makanan yang paling selaras dengan tubuh manusia.

Konsep ini lahir jauh sebelum ilmu gizi modern berbicara tentang pangan lokal, keberlanjutan, atau jejak karbon. Masyarakat tradisional telah memahami bahwa alam tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membentuk manusia yang hidup di atasnya.

Karena itu, makanan lokal bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan identitas. Ia menghubungkan manusia dengan musim, dengan petani, dengan lingkungan, dan dengan komunitasnya. Ketika seseorang mengenal siapa yang menanam makanannya, rasa syukur tumbuh dengan sendirinya.

Bahkan cara meletakkan sumpit pun memiliki makna filosofis. Dalam tradisi Jepang, sumpit diletakkan melintang sebagai batas simbolis antara diri manusia dan makanan yang akan diterima. Makanan diperlakukan sebagai sesuatu yang luhur, bukan benda yang dapat diperlakukan sembarangan. Mengambil sumpit menjadi sebuah tindakan sadar bahwa kita akan menerima kehidupan dengan hormat.

Budaya makan seperti ini menunjukkan bahwa peradaban tidak hanya dibangun melalui teknologi atau kemajuan ekonomi. Peradaban juga dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dengan penuh kesadaran.

Indonesia sesungguhnya memiliki nilai-nilai yang sejalan. Kita mengenal doa sebelum makan, tradisi syukuran panen, sedekah bumi, hingga berbagai ritual adat sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan. Namun, di tengah kehidupan modern, banyak di antaranya mulai kehilangan makna. Makan semakin sering dilakukan sambil menatap layar gawai, terburu-buru, bahkan tanpa menyadari asal-usul makanan yang tersaji di hadapan kita.

Barangkali yang perlu kita pelajari dari Jepang bukanlah cara menggunakan sumpit atau menu makanannya. Yang jauh lebih penting adalah cara mereka memandang kehidupan.

Karena ketika makanan dihormati, alam ikut dihormati. Ketika alam dihormati, manusia belajar hidup secukupnya. Ketika rasa syukur menjadi bagian dari setiap suapan, maka makan tidak lagi menjadi sekadar aktivitas biologis, melainkan sebuah pendidikan karakter yang berlangsung setiap hari.

Mungkin, di situlah sebuah peradaban yang besar sesungguhnya dimulai: dari sebuah meja makan, dari sepasang tangan yang terlipat, dan dari hati yang dengan tulus mengucapkan, itadakimasu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

​Ekosistem Fungsi Pengawasan Reversibel dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) ​(Membangun Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas sebagai Mesin Pembangunan Bangsa)

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

​Ekosistem Fungsi Pengawasan Reversibel dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) ​(Membangun Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas sebagai Mesin Pembangunan Bangsa)

July 2, 2026
Feature

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026
Feature

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

July 2, 2026

​Ekosistem Fungsi Pengawasan Reversibel dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) ​(Membangun Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas sebagai Mesin Pembangunan Bangsa)

July 2, 2026
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

July 2, 2026
Naik karena Rakyat, Tumbang karena Cendekia

Pemilu 2029: Duel Kekuasaan Prabowo vs Jokowi

July 2, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

Belajar dari Itadakimasu: Ketika Makan Menjadi Penghormatan kepada Kehidupan

July 2, 2026

​Ekosistem Fungsi Pengawasan Reversibel dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) ​(Membangun Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas sebagai Mesin Pembangunan Bangsa)

July 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...