• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

fusilatnews by fusilatnews
May 23, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

Istimewa Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Pemadaman listrik massal di Sumatera yang membutuhkan waktu 5–15 jam untuk menghidupkan kembali pembangkit, bahkan hingga sekitar 15–20 jam untuk sebagian PLTU batu bara, bukan sekadar persoalan teknis kelistrikan. Ia sesungguhnya sedang membuka tabir yang lebih besar: persoalan filosofi pembangunan dan cara negara memandang infrastruktur publik. PLN menjelaskan bahwa pembangkit harus dihidupkan bertahap, disambungkan, lalu disinkronkan kembali ke sistem. Gangguan transmisi memicu efek domino yang menjalar dari Jambi hingga Aceh.

Pertanyaannya bukan lagi: mengapa listrik padam?

Pertanyaan yang lebih menyakitkan ialah: mengapa sebuah negara sebesar Indonesia masih membutuhkan belasan jam untuk mengembalikan denyut kehidupan?

Mari kita membandingkannya dengan Jepang.

Di Jepang, listrik bukan sekadar komoditas energi. Ia diperlakukan seperti aliran darah bagi kehidupan modern. Sistem mereka dibangun berdasarkan prinsip redundansi—cadangan di dalam cadangan. Ketika satu jalur terganggu, jalur lain mengambil alih. Ketika satu pembangkit gagal, jaringan lain menyeimbangkan beban. Mereka membangun sistem yang mengantisipasi kegagalan sebelum kegagalan itu datang.

Indonesia justru terlihat masih bekerja dengan paradigma reaktif: memperbaiki sesudah kerusakan terjadi.

Perbedaannya sangat jelas.

Jepang bertanya:

“Bagaimana sistem dapat bertahan saat terjadi gangguan?”

Indonesia tampaknya masih sering bertanya:

“Bagaimana memperbaiki sistem setelah gangguan?”

Dua pertanyaan itu terlihat serupa, namun melahirkan peradaban yang berbeda.

Ironisnya, Jepang adalah negara yang hidup bersama ancaman gempa bumi, tsunami, dan gunung berapi. Indonesia juga demikian. Bahkan secara geografis Indonesia berada di cincin api dunia yang sama.

Tetapi hasilnya berbeda.

Saat Jepang diguncang gempa besar dan tsunami tahun 2011 melalui Gempa dan Tsunami Tōhoku 2011, jaringan mereka memang terguncang, tetapi pemulihan dilakukan dengan sistem mitigasi yang sudah dirancang jauh sebelumnya.

Sebaliknya, gangguan transmisi di Sumatera dapat memicu blackout berantai hingga jutaan pelanggan terdampak. PLN menyebut lebih dari 8 juta pelanggan telah dipulihkan secara bertahap.

Masalah sesungguhnya bukan pada petugas PLN. Tidak adil jika menyalahkan teknisi di lapangan. Mereka justru bekerja di garis depan menyelamatkan sistem yang runtuh.

Masalahnya berada pada paradigma negara.

Selama bertahun-tahun pembangunan Indonesia sering dibanggakan melalui angka-angka besar: kilometer jalan tol, bendungan, bandara, atau megaproyek baru. Namun infrastruktur modern tidak lagi hanya diukur dari apa yang tampak oleh mata.

Yang lebih penting justru yang tidak terlihat:

ketahanan sistem.

Masyarakat tidak peduli berapa kilometer kabel transmisi dibangun. Mereka peduli apakah rumah sakit tetap hidup ketika listrik padam. Mereka peduli apakah usaha kecil berhenti beroperasi. Mereka peduli apakah internet terputus dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Di Jepang, masyarakat hampir tidak menyadari keberadaan sistem listrik karena sistem itu bekerja terlalu baik.

Di Indonesia, masyarakat baru mengingat keberadaan listrik ketika lampu tiba-tiba padam.

Di situlah letak paradoks pembangunan kita.

Kita sangat sibuk membangun simbol kemajuan, tetapi kurang serius membangun fondasi ketahanan.

Kritik ini bukan untuk merendahkan Indonesia. Justru sebaliknya. Kritik diperlukan agar negara berhenti merasa puas dengan capaian fisik semata.

Karena sebuah negara modern tidak diukur dari seberapa megah proyeknya, melainkan dari seberapa kecil gangguan dapat melumpuhkan kehidupan warganya.

Dan ketika listrik membutuhkan belasan jam untuk kembali menyala, mungkin yang sesungguhnya sedang mati sesaat bukan hanya jaringan listrik—tetapi alarm kesadaran kita tentang arti pembangunan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Mikrofon Bocor, Gelar Profesor Abal-Abal hingga Dugaan Judi Online: Ujian Etika dan Krisis Kepercayaan terhadap Elit Politik

Next Post

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”
Birokrasi

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026
Feature

Dari Mikrofon Bocor, Gelar Profesor Abal-Abal hingga Dugaan Judi Online: Ujian Etika dan Krisis Kepercayaan terhadap Elit Politik

May 23, 2026
Siapa yang Diprioritaskan Tuhan?
Feature

Sholat Cognitive dan Esensinya

May 23, 2026
Next Post
Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar "Membaca Buku"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026
Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

May 23, 2026

Dari Mikrofon Bocor, Gelar Profesor Abal-Abal hingga Dugaan Judi Online: Ujian Etika dan Krisis Kepercayaan terhadap Elit Politik

May 23, 2026
Siapa yang Diprioritaskan Tuhan?

Sholat Cognitive dan Esensinya

May 23, 2026

Siasat Kotak Kosong di Negeri Kaya: Mengapa Mereka Gelisah dengan PP Ekspor Satu Pintu?

May 22, 2026
ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

May 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026
Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

May 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...