Jakarta –FusilatNews.-– Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat kembali menggelar program ICMI Goes to Kampus di Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2026). Seminar yang mengusung tema “Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence” ini menjadi kunjungan kedua ICMI ke Universitas YARSI, setelah program serupa sebelumnya telah menyambangi sekitar 40 kampus di berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Riri Fitri Sari MM, Guru Besar Universitas Indonesia (UI), serta menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu. Di antaranya Prof. Dr. M. Jafar Hafsah, Dr. Dewi Inong yang membahas persoalan kesehatan, Mustadin Tanggala sebagai tokoh ulama, Prof. Dr. Herawaty Tarigan, Dr. Tuty Mariani dalam bidang pengembangan jejaring, dengan dimoderatori Dr. Sri Chusry Haryanti.
Dalam sambutannya, Prof. Riri Fitri Sari menjelaskan bahwa ICMI didirikan oleh almarhum Prof. B.J. Habibie, seorang tokoh teknologi nasional yang memiliki visi besar dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
“ICMI didirikan oleh Prof. B.J. Habibie untuk membangun bangsa melalui penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini ICMI dipimpin Prof. Dr. Arief Satria,” ujarnya.
Prof. Riri juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa teknologi AI dapat membantu proses pembelajaran, namun penggunaannya tidak boleh disalahgunakan, termasuk untuk praktik kecurangan akademik.
Lebih lanjut, ia menyinggung pesan B.J. Habibie mengenai pentingnya keseimbangan antara Iman dan Taqwa (Imtaq) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat bagi peradaban manusia.
Dalam seminar tersebut juga dibahas pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat. Para narasumber menilai keluarga sebagai unit sosial terkecil memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional sehingga kualitas keluarga perlu terus diperkuat untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan harmonis.
Sementara itu, Rektor Universitas YARSI, Prof. Fasli Djalal, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Prof. Riri Fitri Sari yang dinilainya aktif mendorong berbagai gagasan dan pengembangan pendidikan tinggi.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Universitas YARSI dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan generasi emas Indonesia tahun 2045,” ujarnya.
Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika Universitas YARSI yang antusias berdiskusi mengenai tantangan perkembangan teknologi serta penguatan peran keluarga di tengah perubahan zaman.
Mahdi






















