Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar konferensi pers di Markas Pusat MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (21/5/2026). Dalam pernyataannya, mereka mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas terkait penahanan sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla saat mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Dalam konferensi pers tersebut, MUI dan tujuh ormas Islam meminta Presiden Prabowo Subianto memenuhi janjinya untuk keluar dari Board of Peace (BoP) apabila diplomasi internasional dinilai tidak mampu menghentikan tindakan Israel terhadap warga sipil Palestina.
Mereka juga meminta Menteri Luar Negeri segera mengambil langkah diplomatik guna membebaskan para relawan Indonesia yang disebut ditahan setelah aksi pencegatan oleh pasukan Israel di laut bebas.
“Kami khawatir apabila proses diplomasi berjalan terlalu lama, maka keselamatan para sandera akan semakin terancam,” ujar salah satu perwakilan ormas dalam konferensi pers tersebut.
Sebelumnya, suasana internal ormas Islam disebut masih memanas akibat polemik yang melibatkan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia dan Partai Solidaritas Indonesia terkait pernyataan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang dinilai sejumlah pihak memicu perpecahan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin hadir didampingi sejumlah tokoh, di antaranya Dr. Erick Yusuf S., KH Saptomo, KH Faisol NM, dan Prof. Ahmad Fahroji.
Selain mendesak langkah diplomatik pemerintah, forum tersebut juga menyerukan penguatan solidaritas masyarakat terhadap Palestina melalui doa bersama, qunut nazilah, serta ajakan memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel. Seruan itu, menurut mereka, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
Dalam konferensi pers tersebut juga disampaikan pembentukan Crisis Center MUI yang diharapkan dapat mempercepat advokasi dan tuntutan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Konferensi pers ditutup dengan harapan agar MUI terus mengedepankan sikap tabayun dan persatuan dalam menyikapi berbagai persoalan nasional maupun internasional.























