• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

Ali Syarief by Ali Syarief
May 21, 2026
in Economy, Feature
0
Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu negara tidak menjadi besar hanya karena memiliki wilayah luas, kekayaan alam melimpah, atau jumlah penduduk yang besar. Negara menjadi besar ketika pertumbuhan ekonominya mampu mengubah angka statistik menjadi kehidupan nyata: pabrik yang beroperasi, toko yang ramai, UMKM yang berkembang, dan masyarakat yang bekerja.

Indonesia hari ini sedang menghadapi sebuah pertanyaan mendasar: untuk apa pertumbuhan ekonomi dikejar? Apakah sekadar agar angka Produk Domestik Bruto (PDB) naik dan terlihat indah dalam laporan tahunan, atau agar masyarakat benar-benar memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik?

Di tengah bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia, persoalannya bukan lagi sekadar pertumbuhan, melainkan apakah pertumbuhan itu cukup besar untuk menampung jutaan orang yang setiap tahun memasuki pasar kerja.

Jika ekonomi tumbuh hanya sekitar 5 persen, negara mungkin masih terlihat stabil. Angka statistik tampak baik, inflasi terkendali, investasi bergerak, dan konsumsi rumah tangga tetap berjalan. Namun stabilitas tidak selalu berarti kemajuan. Stabilitas bisa saja hanya berarti mesin ekonomi berputar, tetapi tidak cukup cepat untuk mengangkut seluruh penumpangnya.

India pernah memahami persoalan ini. Dengan populasi yang sangat besar dan jumlah tenaga kerja baru yang terus bertambah setiap tahun, India menyadari bahwa pertumbuhan biasa-biasa saja tidak cukup. Mereka pernah menargetkan pertumbuhan hingga sekitar 9 persen karena menyadari satu kenyataan sederhana: rakyat membutuhkan pekerjaan.

Cara berpikir India cukup jelas. Ketika jumlah penduduk besar, pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar mengejar pendapatan negara. Pertumbuhan harus menjadi mesin pencipta lapangan kerja.

Karena itu India mendorong pengembangan industri manufaktur, teknologi, sektor jasa, pembangunan infrastruktur, serta memperluas investasi. Mereka memahami bahwa tanpa ekspansi ekonomi yang besar, bonus demografi dapat berubah menjadi beban demografi.

Filipina juga memberikan pelajaran yang menarik. Selama bertahun-tahun negara tersebut mengandalkan konsumsi domestik dan kiriman uang tenaga kerja di luar negeri sebagai penggerak ekonomi. Pertumbuhan tetap terjadi, namun kapasitas penyerapan pekerjaan dalam negeri tidak selalu mengikuti.

Akibatnya, banyak tenaga produktif Filipina justru mencari kesempatan di luar negeri.

Pelajarannya sangat jelas: pertumbuhan ekonomi tanpa penciptaan lapangan kerja yang memadai hanya akan menghasilkan perpindahan masalah. Rakyat tetap harus mencari jalan keluar sendiri.

Indonesia tampaknya sedang berada di persimpangan yang sama.

Negara ini memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, pasar yang luas, sumber daya alam yang melimpah, dan puluhan juta pelaku UMKM yang tersebar dari kota hingga desa. Persoalannya bukan terletak pada potensi. Persoalannya berada pada bagaimana potensi itu diubah menjadi pekerjaan.

Karena sesungguhnya UMKM bukan sekadar angka statistik. UMKM adalah denyut ekonomi rakyat.

Ketika warung bertambah ramai, ketika pengusaha kecil memperoleh modal dan akses pasar, ketika industri rumah tangga naik kelas menjadi usaha menengah, pekerjaan akan tercipta dengan sendirinya.

Begitu juga dengan industri.

Negara-negara besar tidak tumbuh hanya karena perdagangan. Mereka tumbuh karena memiliki mesin produksi yang kuat. Mereka memproduksi barang, mengolah bahan mentah, memperluas manufaktur, dan menciptakan rantai ekonomi yang panjang.

Indonesia selama ini terlalu sering menjual bahan mentah dan terlalu sedikit menjual hasil pengolahan. Akibatnya, nilai tambah banyak berpindah ke negara lain.

Padahal satu pabrik yang berdiri tidak hanya mempekerjakan pekerja di dalamnya. Ia menghidupkan transportasi, perdagangan, jasa, rumah makan, kontrakan, dan puluhan aktivitas ekonomi lain di sekitarnya.

Ekonomi pada dasarnya adalah efek berantai.

Mungkin karena itu, Indonesia perlu mulai berpikir lebih berani. Jika negara ingin menyediakan lapangan kerja yang cukup, sekadar mempertahankan pertumbuhan 5 persen mungkin tidak lagi memadai. Indonesia mungkin membutuhkan pertumbuhan 7 hingga 9 persen dengan fondasi yang jauh lebih kuat.

Tetapi angka besar saja tidak cukup.

Karena pertumbuhan 9 persen tanpa pekerjaan hanya akan menjadi kemewahan statistik.

Yang dibutuhkan Indonesia bukan sekadar pertumbuhan tinggi.

Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang bekerja.

Sebab bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan rakyat.

Bangsa ini hanya terlalu lama kekurangan pekerjaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

Next Post

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang
Feature

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

May 21, 2026
Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat
Feature

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

May 21, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana
Feature

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

May 21, 2026
Next Post
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

May 21, 2026
Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

May 21, 2026
Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

May 21, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Eggi Sudjana Masih Dalam Status Tersangka

May 21, 2026

No More Enron Indonesia, ICOFR Mandatory di BUMN

May 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

May 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...