• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengoreksi Sentralisasi Pendidikan: Menuju Desentralisasi Terbimbing

fusilat by fusilat
May 21, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar (Dosen Universitas Islam Raden Rahmat Malang)

Sidang kasus hukum mantan Mendikbudristek terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook senilai triliunan Rupiah melempar ironi yang teramat getir. Di saat meja-meja birokrasi di Jakarta sibuk memaketkan gawai canggih, potret pendidikan di akar rumput justru menampilkan wajah yang mengenaskan. Kita masih kerap membaca berita tentang siswa yang harus bertaruh nyawa menyeberangi jembatan gantung yang rusak demi sekolah, ruang kelas yang ambruk menimpa murid, hingga guru-guru honorer di pelosok daerah yang harus bekerja sampingan karena upah mereka tidak cukup untuk membeli kebutuhan pokok bulanan.

Kesenjangan yang menganga lebar ini adalah bukti nyata dari akutnya pendekatan sentralisasi kebijakan kita. Kasus hukum digitalisasi sekolah bukanlah sekadar drama integritas individu atau kegagalan teknis pengadaan. Secara epistemologis, karut-marut ini adalah akibat dari syahwat sentralisasi alokasi anggaran yang secara kasar menegasikan situasi dan kondisi (sikon) riil antardaerah.
Jika tidak ada koreksi total, anggaran raksasa fungsi pendidikan ke depan akan terus habis untuk komoditas fisik yang rentan dikorupsi, sementara esensi mutu manusia terabaikan.

Kekeliruan Logika Penyeragaman

Prinsip dasar ilmu pendidikan menegaskan bahwa proses belajar-mengajar selalu bersifat kontekstual dan situasional. Ekosistem pendidikan kita adalah sebuah mosaik yang sangat kaya sekaligus timpang. Ketika pemerintah pusat mengambil pendekatan top-down—memutuskan sepihak dari Jakarta bahwa seluruh sekolah di Indonesia membutuhkan perangkat digital yang seragam—di situlah kegagalan sistemik dimulai.
Memaksakan bantuan teknologi ke daerah yang bahkan belum memiliki pasokan listrik stabil atau ruang kelas yang layak huni adalah sebuah anomali manajemen. Pendekatan sentralistik ini terjebak pada ilusi bahwa memodernisasi alat otomatis memodernisasi otak. Akibatnya, banyak perangkat canggih tersebut berakhir menjadi benda mati di dalam kardus karena guru tidak siap, atau infrastruktur lokal menolak. Sentralisasi pengadaan skala raksasa ini memutus hubungan (disconnect) antara perencana kebijakan dengan realitas antropologis dan sosiologis di lapangan.

Selain mematikan inisiatif lokal, sentralisasi akut ini menciptakan celah moral hazard yang besar. Ketika kebijakan dan anggaran triliunan rupiah dipusatkan pada satu titik diskresi di pusat, kontrol dari bawah lumpuh, dan proyek tersebut rawan menjadi magnet bagi perburuan rente.

Hikmah dari Kelemahan: Desentralisasi Terbimbing

Mengambil hikmah dari kegagalan sentralisasi masa lalu, Indonesia kini membutuhkan rekonstruksi tata kelola melalui pendekatan desentralisasi terbimbing (guided decentralization). Kita tentu tidak boleh terjebak pada ekstrem sebaliknya: melepas otonomi pendidikan sepenuhnya ke daerah tanpa kontrol, karena hal itu berisiko memindahkan potensi penyalahgunaan kekuasaan ke tingkat lokal (local capture).
Dalam konsep desentralisasi terbimbing, peran pemerintah pusat mengalami pergeseran paradigma. Pusat tidak lagi bertindak sebagai “kontraktor raksasa” yang sibuk membelikan barang, melainkan sebagai regulator, pembuat standar mutu, dan fasilitator mitigasi risiko. Otoritas anggaran dan eksekusi program diberikan kepada daerah dan satuan pendidikan (stakeholders setempat), karena merekalah yang paling memahami anatomi kebutuhan riil di lapangan.

Pemerintah pusat bertugas “membimbing” dengan menetapkan koridor hukum yang ketat, indikator capaian yang jelas, serta sistem audit berbasis kinerja.Daerah yang belum siap secara digital dipandu untuk mengalokasikan anggarannya pada pemenuhan hak-hak dasar pendidikan, seperti rehabilitasi fisik sekolah, penyediaan buku bacaan berkualitas, atau peningkatan kompetensi guru secara tatap muka. Sebaliknya, daerah yang sudah mapan infrastrukturnya didorong untuk melakukan akselerasi teknologi.

Momentum Titik Balik

Pemberdayaan pemangku kepentingan di daerah bukan sekadar opsi administratif, melainkan mandat moral dari ilmu pendidikan itu sendiri. Menghargai keragaman daerah dan memberikan otonomi yang bertanggung jawab adalah cara terbaik untuk menutup celah korupsi sistemik sekaligus menyembuhkan kesenjangan mutu pendidikan.

Kasus hukum pengadaan era digitalisasi ini harus menjadi titik balik total. Sudah saatnya kita mengembalikan tata kelola pendidikan pada khitahnya: dari pendekatan sentralisasi proyek yang rapuh dan koruptif, menuju desentralisasi terbimbing yang memberdayakan, akuntabel, dan memanusiakan manusia Indonesia.

(Penulis adalah Doktor Manajemen Pendidikan dan Dosen Senior Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang.) Memiliki rekam jejak 40 tahun profesional, yang terbagi berimbang antara dunia manajerial korporasi/DUDI dan dunia akademik.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

fusilat

fusilat

Related Posts

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas
Feature

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

May 21, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina
Economy

Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

May 21, 2026
Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang
Feature

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

May 21, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mengoreksi Sentralisasi Pendidikan: Menuju Desentralisasi Terbimbing

May 21, 2026
Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

May 21, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

Indonesia Tidak Kekurangan Rakyat, Indonesia Kekurangan Pekerjaan: Belajar dari India dan Filipina

May 21, 2026
Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

Homestay Bersama Keluarga Jepang: Belajar melalui Perspektif Budaya Indonesia dan Jepang

May 21, 2026
Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

Dua Perspektif dalam Membaca Sejarah Islam Era Sahabat

May 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengoreksi Sentralisasi Pendidikan: Menuju Desentralisasi Terbimbing

May 21, 2026
Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

May 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...