• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 17, 2025
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Perintah itu datang langsung dari Prabowo Subianto. Presiden RI itu menginstruksikan pagar laut ilegal yang membentang sepanjang 30 kilometer lebih di pesisir utara Tangerang, Banten, disegel.

Kalau yang memasang pagar ilegal itu orang sembarangan, bagaimana bisa perintah penyegelan itu datang langsung dari Presiden?

Banyak yang mensinyalir pagar bambu setinggi 6 meter itu dibangun oleh Agung Sedayu Group milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan. Namun hal ini dibantah Muannas Alaidid, kuasa hukumnya.

Letak pagar laut ilegal itu tak jauh dari proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang juga digarap oleh Agung Sedayu Group, sehingga masuk akal jika pagar itu dipasang sebagai cikal-bakal lanjutan reklamasi pantai.

Proyek PIK 2 itu sendiri masih bermasalah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menemukan PIK 2 diduga melanggar sejumlah aturan.

Pertama, Tropical Coastland yang merupakan bagian dari PIK 2 tidak menaati Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi dan RTRW kabupaten/kota.

Kedua, proyek PIK 2 ada yang berada di kawasan hutan lindung. Status hutan lindung itu belum diubah menjadi hutan konversi agar bisa terbit Hak Penggunaan Lahan (HPL).

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid pernah berujar akan mengevaluasi proyek PIK 2. Beranikah? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Adapun terkait pagar laut ilegal, Nusron mengaku belum mendapatkan laporan dari jajarannya. Sebab itu, ia belum mengambil langkah apa pun.

Politikus Golkar itu berdalih, pagar ilegal itu berada di laut, sehingga menjadi wewenang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Jika pagar laut itu dikaitkan dengan hutan mangrove, dalih Nusron lagi, maka hal itu menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Kini, pagar laut ilegal itu sudah disegel. Akankah Prabowo juga akan menginstruksikan PIK 2 yang sebagian melanggar aturan disegel?

Kita tidak tahu pasti. Mungkin Agung Sedayu Group hanya cukup mengajukan izin baru saja. Pemerintah diyakini akan akomodatif.

Dalam kasus pagar laut ilegal pun pemerintah diyakini akan akomodatif. Sebab, sejauh ini KKP baru “berani” memanggil Jaringan Rakyat Pantura (JRP) untuk “diinterogasi”. JRP adalah pihak yang mengklaim sebagai pelaku pemasangan pagar laut ilegal di pesisir Tangerang itu.

Usai menyegel, sejauh ini belum ada tindakan apa pun dari pemerintah. Bahkan sekadar menemukan siapa sesungguhnya pelaku pemasangan pagar laut ilegal itu pun pemerintah tak bisa.

Pemasangan pagar ilegal itu sudah berlangsung sejak Agustus lalu. Namun hingga kini jajaran pemerintah mulai dari kabupaten, provinsi hingga pusat belum mengerti siapa sesungguhnya pelaku pemasangan itu. Sebenarnya sudah tahu. Tapi pura-pura tidak tahu. Sebab di balik pemasangan pagar ilegal itu diduga ada orang kuat.

Lalu, siapa orang kuat itu? Banyak yang mensinyalir pelaku pemasangan pagar itu adalah Agung Sedayu Grup. Jika itu benar, berarti orang kuat itu adalah Aguan. Namun, sekali lagi, hal ini dibantah Muannas Alaidid, pengacaranya.

Sekali lagi jika benar orang kuat itu adalah Aguan, pertanyaannya, beranikah Prabowo melawan taipan itu?

Aguan boleh dibilang sebagai “anak emas” Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia dapat banyak “privilege” dari Jokowi. Terutama dalam proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pun PIK 2 di Tangerang.

Hal ini pun diakui Aguan. Ia mengaku diperintah oleh Jokowi untuk berinvestasi di IKN. Meski babak belur, hal itu Aguan lakukan untuk menarik investor asing demi menyelamatkan muka Jokowi.

Di sisi lain, Prabowo berutang budi kepada Jokowi. Bekas Komandan Jenderal Kopassus itu terpilih jadi Presiden di Pemilihan Presiden 2024 berkat dukungan Jokowi.

Kini, dalam proyek PIK 2 yang bermasalah, dan juga pemasangan pagar laut ilegal, beranikah Prabowo melawan Aguan, si “anak emas” Jokowi?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi : Jangan Campur Adukan Politik dan Agama -Mengapa Zakat Dipolitisasi Untuk MBG?

Next Post

Anindya Bakrie Kini Memimpin Kadin Indonesia

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Anindya Bakrie Kini Memimpin Kadin Indonesia

Anindya Bakrie Kini Memimpin Kadin Indonesia

Ini Jawaban Jokowi Ketika Ditanya Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo

Hilangnya Muka Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...