Oleh: Karyudi Sutajah Putra | Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)
FusilatNews- Tak ada kawan atau lawan abadi. Yang abadi adalah kepentingan. “Mantra sakti” di ranah politik itu kini sedang dibuktikan tuahnya oleh Sandiaga Salahuddin Uno. Betapa tidak?
Begitu didaulat berbicara dalam sebuah acara yang dihelat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Selasa (6/9/2022), Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra itu langsung melancarkan manuver politik. Sandiaga menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Sontak, manuver politik Sandiaga Uno ini mendapat reaksi keras dari elite-elite Gerindra. Desmond Junaidi Mahesa, sesama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, misalnya, langsung mengancam memecat Sandiaga Uno dari Gerindra jika maju sebagai capres dari PPP. Apalagi Gerindra sudah bulat mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai capres dalam Pilpres 2024 mendatang.
Ancaman yang sama dilontarkan Wakil Ketua Umum yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Tapi Sandiaga bergeming. Dalam sebuah acara di Ambon, Maluku, Ahad 11 September 2022, Sandiaga tetap keukeuh hendak maju sebagai capres. Ia bahkan mengaku sedang menunggu keputusan partai politik-partai politik yang akan mengusungnya pada September 2023 saat pendaftaran capres dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Sandiaga masih akan terus melakukan pendekatan ke parpol-parpol lain, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sandiaga sebelumnya juga mengaku sedang mencari waktu yang tepat untuk bertemu dan berbicara dengan Prabowo soal kesiapan dirinya menjadi capres. Duh, berani-beraninya Sandiaga menantang Prabowo?
Lalu apa modal Sandiaga sehingga berani menantang orang yang membawa dirinya ke Gerindra itu?
Jika nanti Sandi benar-benar dipecat dari Gerindra, maka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini tidak punya parpol.
Elektabilitas Sandiaga Uno sebagai capres juga relatif rendah, jauh sekali dari Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Namun, elektabilitas Sandiaga sebagai calon wakil presiden (cawapres) lumayan menjanjikan, bersaing dengan Puan Maharani, Ridwan Kamil, Muhaimin Iskandar, dan Khofifah Indar Parawansa.
Lalu, apa yang diandalkan Sandiaga sebagai modal mencapreskan diri?
Modalnya ada tiga. Pertama, kantong tebal alias finansial. Kedua, tandemnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketiga, pengalamannya sebagai cawapres dalam Pilpres 2019.
Saat Pilkada DKI 2017 berpasangan dengan Anies Baswedan, dan Pilpres 2019 berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai cawapres, disebut-sebut modal finansial Sandiaga-lah yang dominan. Sebab itu, usai Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019, nominal harta kekayaan Sandiaga yang mencapai triliunan rupiah justru menurun.
Jika Anies Baswedan maju sebagai capres di Pilpres 2024, niscaya ia membutuhkan kembali Sandiaga Uno sebagai salah satu pemodal.
Prabowo pun sebenarnya butuh juga. Tapi jika kembali berpasangan dengan Sandiaga seperti di Pilpres 2019, parpol mana yang mau berkoalisi dengan Gerindra, karena Prabowo-Sandi berasal dari parpol yang sama? Ingat, di Pilpres 2024 hanya PDI Perjuangan yang bisa sendirian mengusung capres karena memiliki 20 persen lebih kursi di DPR RI.
Jika Gerindra hendak mengusung Prabowo, mau tak mau harus berkoalisi dengan parpol lain. Dengan demikian, Sandiaga tersingkir. Kecuali ada parpol yang punya kursi cukup di Senayan yang dengan sukarela mau bergabung dengan Gerindra tanpa menyodorkan cawapres. Tapi mana ada?
Anies memang tidak punya parpol. Tapi Partai Nasdem sudah memutuskan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai salah satu kandidat capres bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Partai Demokrat dan PKS juga sudah menyampaikan isyarat yang sama. Jika Demokrat dan PKS bergabung dengan Nasdem, maka koalisi ini bisa mengusung capres/cawapres sendiri. Anies-Sandi bisa maju.
Pengalaman Sandiaga sebagai cawapres Prabowo pada Pilpres 2019 akan menjadikan dia dilirik parpol-parpol lain, untuk dimanfaatkan pengalamannya pada Pilpres 2024.
Melihat keberanian Sandiaga Uno menantang Prabowo Subianto, maka patut diduga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sudah “tik tok” atau membuat “deal-deal’ politik tertentu dengan Anies.
Dengan demikian, mulai sekarang kita bersiap menyaksikan pertarungan Anies-Sandi versus Prabowo Subianto yang kemungkinan besar akan berpasangan dengan Puan Maharani dalam Pilpres 2024. Itulah!

























