• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berapa lama Belanda Menjajah Indonesia?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 25, 2022
in Feature
0
Berapa lama Belanda Menjajah Indonesia?

Ilustrasi zaman kolonial Belanda di Nusantara. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Ali Syarief
CEO Cross Culture Institute
www.crosscultureinstitute.com

Sudah menjadi keyakinan sejarah bangsa Indonesia, bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun. Tetapi percakapan saya dengan Bapak Hendarmin Ranadireksa, setelah beliau mengungkapkan berbagai bukti sejarah lainnya, berubahlah pikiran saya. Kesimpulannya, Belanda menjajah kita bukan selama 350 tahun, akan tetapi selama 34 tahun saja. Oleh karena itu, Belanda tidak memenuhi kualifikasi sebagai negara protektorat, karena syarat untuk menjadi protektorat harus telah menjajah minimal selama 100 tahun.

Jadi ketika terjadi perdebatan antara delegasi Belanda dengan tokoh-tokoh perjuangan Indonesia, mengenai hal tersebut diatas, team Belanda kalah argumentasi oleh team Indonesia. Team Indonesia mengatakan, bahwa  yang disebut  penjajahan itu, manakala   seluruh wilayah nusantara telah diduduki, padahal propinsi Aceh, baru diduduki mulai tahun 1911.  Jadi sejak Aceh diduduki/ditaklukan itulah mulai dihitung Belanda menjajah Indonesia.  Delegasi Belanda, karena tidak bisa beradu argumentasi, akhirnya mengakui delegasi Indonesia itu, dan itulah yang tercatat dalam dokumen PBB. Sehingga Belanda gagal menjadi negara Protektorat.

Hal lain, adalah soal kata “Penjajahan”, adalah terminologi yang di gunakan kepada Bangsa Belanda saat menduduki wilayah Nusantara ini. Kata “Penjajahan” berkonotasi seperti terjadi penindasan, penyiksaan, ketidak adilan, dan lain lain yang serumpun dengan itu. Gampang sekali untuk mengiyakan hal tersebut, karena memang pikiran kita sudah terlalu lama dicekoki dengan gambaran-gambaran akan kebencian kepada bangsa Belanda itu. Sementara fakta yang ada didepan mata kita adalah, bahwa KUHP baik pidana maupun perdata, yang saat ini sedang digunakan mengatur Bangsa ini adalah produk UU yang tetap masih dilaksanakan untuk melindungi warga negara  dari ketidak adilan. Sejak jama Belanda pula, kita menmgenal jaksa dan Hakim, yang orang-orangnya benar-benar memiliki kompetensi dalam bidang hukum, baik mereka orang pribumi maupun orang Belanda.

Belanda juga membangun infra struktur, seperti jalan-jalan yang masih kita nikmati hingga saat ini, rel Kereta Api di Jawa dan Sumatera yang masih tetap menjadi urat nadi transportasi massive di Indonesia. Rasanya semakin menjadi janggal sekali, kalau yang disebut “sipenjajah Belanda” juga mendirikan  ITB, UI, IPB, Stovia dan Perguruan Tinggi top lainya, yang produknya antara lain melahirkan sosok intelektual muda, seperti Ir. Sukarno dkk. Bahkan patut di catat Indonesia lebih dahulu memiliki seorang “Phd” dari pada Australia. Tidak dapat di bayangkan bagaimana bangsa Indonesia bisa membentuk pemerintahan ini, tanpa mereka yang pernah duduk di sekolah-sekolah tersebut.

Bukan mendirikan sekolah saja, tetapi perkebunan dan ilmu-ilmunya yang hingga kini telah turun menurun kepada para petani kita. Pemetaan wilayah sangat akurat, sehingga dimana menanam apa yang tepat, telah menjadikan produk pertanian bangsa ini unggul diwaktu yang lampau. Teh dan kopi kita umpamnya adalah produk yang paling top in di dunia pun rempah-rempah lainnya. Menulis yang indah, hormat kepada guru, disiplin dan budi pekerti lainnya, adalah warisan Belanda yang kini hampir punah. Roti dan Keju adalah selera bangsa ini juga warisan Belanda.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PKB Desak Menteri Pertanian dan Erick Thohir Buka-bukaan Mafia Bibit!

Next Post

Didemo Gegara Solo Marak Kuliner Daging Anjing, Gibran: Sing Mumet Aku

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
Didemo Gegara Solo Marak Kuliner Daging Anjing, Gibran: Sing Mumet Aku

Didemo Gegara Solo Marak Kuliner Daging Anjing, Gibran: Sing Mumet Aku

Syarat Peserta Pemilu 2024, dan 76 Parpol yang Lolos Verifikasi Badan Hukum

Syarat Peserta Pemilu 2024, dan 76 Parpol yang Lolos Verifikasi Badan Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...