• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berayun di Bandul Politik Jokowi

fusilat by fusilat
December 20, 2022
in Feature
0
Berayun di Bandul Politik Jokowi

Sebuah acara deklarasi dukungan untuk capres 2024 (Foto ilustrasi: Fajar Briantomo)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Saparuddin Santa

Jakarta –
Mengamati perkembangan situasi politik nasional, serta isu-isu yang bergerak mengalir dan terus menjadi “gosip” politik di tengah masyarakat, penting untuk melihat beberapa kejadian yang kemungkinan besar bisa ditafsirkan menjadi bandul politik masa depan Pemilu 2024, khususnya dalam hal pencalonan pasangan pilpres. Setidaknya ada tiga isu mainstream yang akan memperjelas arah dukungan calon presiden 2024.

Pertama, fakta bahwa baru satu partai yang secara resmi mendeklarasikan calon presidennya yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem) , yang memilih sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menunjukkan ada sifat keberanian memilih “jalan baru” bagi Surya Paloh, selaku Ketua Umum Nasdem, dan sekaligus menunjukkan bahwa Nasdem adalah partai yang, paling tidak, saat ini menjadi partai yang paling berani mengambil risiko politik.

Keputusan Surya Paloh berseberangan politik dengan Jokowi adalah penanda paling jelas dari keberanian itu. Pada saat yang sama, masyarakat juga sudah mendapat kejelasan sikap politik Jokowi terkait pilihan Nasdem, yaitu Jokowi tak bisa lagi seiring sejalan dengan Surya Paloh, khususnya dalam Pilpres 2024.

Walaupun, jalan pilpres masih terhitung panjang, tetapi dari berbagai gestur politik yang ditunjukkan oleh Jokowi, sangat jelas, mereka berdua sudah berbeda haluan. Penanda paling jelas, Jokowi tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada hari jadi emas yang ke-11 Partai Nasdem 11 November 2022 lalu, yang kemudian di-blow up oleh para relawan dan pendukung Jokowi.

Kedua, dari tarik ulur rencana deklarasi bersama koalisi tiga partai, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat yang tidak pernah terealisasi, menunjukkan adanya percakapan di belakang meja, di dapur utama tiga partai tersebut yang belum selesai, dan bisa jadi tidak akan pernah bertemu menu yang cocok yang akan dihidangkan bagi kontestasi politik mereka, yaitu peluang kemenangan.

Saya berkeyakinan, tiga partai ini hampir pasti tidak akan punya kesepakatan politik dalam wujud deklarasi bersama. Tarik ulur calon Wakil Presiden yang akan diusung sesungguhnya hanya faktor bias dari sebuah menu politik yang tidak siap dihidangkan. Baik Cawapres Demokrat, yang mengajukan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun Cawapres PKS yang santer diajukan adalah mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, Ahmad Heriawan, adalah kartu mati bagi kemenangan Pilpres 2024.

Dua cawapres itu tidak memberikan kontribusi suara yang signifikan karena basis pemilih yang sama. Dan, Islam kultural dan moderat yang terepresentasi di suara warga Nahdatul Ulama (NU) tidak mayoritas ke mereka. Basis suara dukungan, tanpa mereka berdua maju sekalipun, itu sudah menjadi basis pemilih Anies. Alih-alih, akan menambah suara bagi Anies, justru akan membuat blunder jika dipaksakan.

Ketiga, faktor Jokowi. Faktor inilah yang paling krusial sebetulnya, baik bagi Nasdem maupun bagi dua partai politik lainnya, PKS dan Demokrat dalam menentukan sikap politik akhir. Mendukung Anies bagi dua partai politik ini adalah semacam berayun di bandul politik Jokowi. Meskipun Jokowi tidak lagi menjadi Presiden pada 2024, tetapi jika mereka kalah karena maju bersama Anies (atau bahkan Anies di detik-detik terakhir pencaloinan tidak bisa maju), maka pilihan dua partai ini menjadi semakin sempit.

Mereka tidak bisa ikut menjadi bagian dari pemenang 2024 atau kemudian mendukung pilihan Jokowi, dengan mengesampingkan rasa malu karena telanjur bersikap sebagai oposan untuk Pilpres 2024. Padahal, dua partai ini keliru kalau saat ini mengambil sikap oposan politik bagi yang lainnya dalam konteks Pilpres 2024. Mengapa keliru, karena belum ada pemerintahan untuk 2024.

Harusnya, saat ini semua partai mengambil posisi yang paling memungkinkan mereka menang, tidak penting warna, mau ke merah, ke biru atau kuning atau hijau, sepanjang visi perjuangan politik mereka bisa disatukan. Mereka harusnya paham bahwa posisi start-nya sama untuk Pilpres 2024, sama-sama mencari dan mengusung pasangan yang paling rasional menang dan paling cocok untuk masa depan Indonesia. Kartu inilah yang sedang dimainkan oleh Jokowi.

Sudah pasti Jokowi akan “memaksakan” calon presiden “All Jokowi Men”. Siapapun pemenang 2024, Jokowi tetap bisa meneruskan “pemerintahannya”. Maka, secara waktu, belum terlambat bagi Nasdem untuk mengajukan judicial review Presidential Treshold ke Mahkamah Konstitusi. Meskipun sudah berkali-kali gagal saat diajukan pihak lain, tetapi tidak ada salahnya dicoba sekali lagi oleh Nasdem, tentu dengan argumen baru, salah satunya, Nasdem sudah punya Capres yang dideklarasikan secara resmi.

Itu berarti mereka bisa “menggunakan dalil” sebagai pihak yang dirugikan oleh Undang-Undang. Dan, jika benar partai ini mengusung Anies karena ingin melakukan perubahan, inilah perjuangan yang paling nyata untuk rakyat Indonesia, agar kita berkesempatan memilih pemimpin yang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat, bukan dibutuhkan oleh partai karena kepentingan elektoral ataupun sekadar ingin berkuasa. Melainkan karena negara dan rakyat memanggil putra terbaik bangsa.

Saparuddin Santa founder Visi Indonesia Consulting

Dikutip detik.com, Senin 19 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mencuri Start, Apa Itu?

Next Post

KCIC: 6 Korban Akibat Kecelakaan Kereta Teknis Semuanya Warga Negara China

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Terancam Tersendat!! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ada Apa?

KCIC: 6 Korban Akibat Kecelakaan Kereta Teknis Semuanya Warga Negara China

Kishida Umumkan Kabinet Baru Untuk Membangun Dukungan Publik Yg Lebih Kuat

Dilaporkan: Tokyo Tanpa Disadari Kecolongan Ada 'kantor polisi' China

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist