• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bertoleransi dengan Gembira

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 11, 2023
in Feature
0
BNPT Keluarkan Ciri-ciri Penceramah Radikal usai Sindiran Jokowi

Ilustrasi pengajian mendengarkan ceramah. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Muhammad Musmulyadi

Jakarta, Fusilatnews.com – Pengajian ustaz Hanan Attaki dalam sejumlah pemberitaan dibubarkan oleh Banser. Aksi pembubaran itu terjadi di Masjid Al-Muttaqien, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Madura pada Ahad (12/2/2023). Sangat ironis memang, ketika di lain sisi organisasi tersebut sangat dikenal lantang menyuarakan toleransi di mana-mana dan lintas agama, seperti menjaga rumah ibadah lainnya. Apalagi induk organisasi ini dikenal sebagai organisasi terbesar cum moderat.

Beberapa bulan yang lalu saya membaca tulisan di salah satu media berjudul Radikalisme di Institusi Pendidikan (9/06/22) yang ditulis oleh Bagong Suyanto. Sebuah tulisan yang sangat apik membahas radikalisme di institusi pendidikan. Tapi kelihatan sangat jelas bagaimana tulisan itu juga radikal terhadap satu fenomena keberagamaan di masyarakat.

Dalam tulisannya, saya sangat sependapat ketika Dekan Fisip Universitas Airlangga itu menyorot institusi pendidikan kita yang terpapar ajaran radikalisme. Berbagai data dan hasil temuan menunjukkan kampus-kampus dan sekolah-sekolah terpapar radikalisme. Belum lagi kasus-kasus intoleransi yang tanpa perlu membuka data penelitian pun kita telah mengetahui hal tersebut, ada dan menyala di mana-mana, seperti di mimbar kampus, di mimbar masjid dan terlebih di mimbar sosial media.

Tapi pada saat yang sama ketika penulis menguraikan persoalan radikalisme dan intoleransi di institusi pendidikan, ia juga menunjukkan watak intoleransi yang tersembunyi. Disadari atau tidak penulis telah melakukan penghakiman terhadap cara seseorang beragama dan berekspresi. Menurutnya, melalui hasil studi yang dilakukan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur, ia menemukan bahwa cukup banyak siswa yang enggan atau tak perlu memberikan ucapan selamat merayakan Hari Natal kepada umat Nasrani. Tidak mengucapkan selamat Natal dianggap tidak toleransi?

Kedua kasus ini sama-sama menunjukkan narasi bahwa betapa pentingnya toleransi, tapi sayangnya berat sebelah. Keduanya cenderung melihat toleransi hanya sebatas menghormati dan menghargai agama yang berbeda tapi lupa menjalankan toleransi ke dalam (ke agama sendiri). Alih-alih menuliskan ajakan untuk toleran kepada sesama, tetapi malah memperlihatkan sikap yang menolak berbeda –yang beda dianggap intoleran. Jangan heran, jika sikap beberapa kelompok (agama) melihat program moderasi beragama secara negatif. Apalagi bagi kelompok-kelompok agama yang kontra pemerintah dan kawan-kawannya dijadikan bahan yang terus digoreng.

Potensi untuk berbeda sangat terbuka besar. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Perbedaan ini mengakibatkan lahirnya hasil hukum yang beda pula, sebab dipengaruhi oleh kondisi sosial di mana dalil tersebut hidup. Ataupun disebabkan oleh latar belakang sosial mufasir yang menghidupkan (menginterpretasi) dalil tersebut. Sebagaimana yang dikatakan Abdul Gaffar Karim pengajar Fisipol UGM sekaligus penulis buku Islam Nusantara itu.

Agama adalah urusan interpretasi, dan fikih adalah urusan definisi. Kita semau-maunya memegang definisi ataupun kebenaran tunggal mengenai siapa yang toleransi siapa yang intoleran, antara siapa yang radikal dan siapa yang tidak radikal.

Mampu Beradaptasi

Ustaz-ustaz ini banyak digandrungi oleh jemaah apalagi kalangan anak muda; mereka memang berhasil memenuhi kehendak pasar. Mereka mampu beradaptasi. Di media sosial mereka memproduksi konten menarik dan gaul yang tentu yang dekat dengan anak muda.

Konten tersebut disajikan lintas kanal media sosial. Mereka berbenah dan memperoleh apa yang telah dibangun. Jemaah menyukainya dan berduyun-duyun mendatangi setiap majelis ilmu yang dilaksanakan. Sebagaimana Azis Ahmad menarasikan dalam salah satu esainya di dalam buku Islam Kota dan Islam Desa.

Malah yang menjadi pertanyaan, kenapa organisasi-organisasi besar, mapan dan yang getol menyuarakan moderasi beragama, tidak hadir di antara jemaah ini? Melainkan, malah datang membubarkan kajian mereka, karena dianggap pemecah belah umat dan sebagainya? Sikap tersebut justru menunjukkan ketidakmampuan mereka merebut hati jemaah, tidak menawarkan berislam dan beragama menarik –membahagiakan dan menggembirakan, dan atau jangan-jangan tidak memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

Alih-alih mau mengoreksi diri kenapa terjadi hal demikian atau paling tidak mengedepankan dialog, sebagaimana yang sering mereka tunjukkan, melakukan dialog lintas iman ketika bertandang ke agama yang lain. Saya yakin bahwa penulis di atas dan organisasi tersebut prihatin terhadap masalah intoleransi, kebanyakan dari kita mengamininya. Tapi sayangnya kita hanya cenderung melihat hal tadi dari aspek antarumat beragama.

Tapi upaya toleransi jarang dilihat dan dibangun dari dalam, sesama agama. Seperti, bagaimana kita memahami, menyadari, menoleransi berbagai pemikiran, pemahaman, mengenai perbedaan hukum Islam (fikih) atau perbedaan dalam penafsiran terhadap teks-teks agama, dan lainnya. Kedua kutub ini seperti dua sisi magnet yang sangat sulit disatukan. Sebab, seperti yang di sampaikan Ismail Fajrie Alatas dalam ceramahnya di salah satu siniar, bahwa setiap jemaah memiliki figur otoritas sendiri. Saling membangun jemaah, kadang ada yang tidak cocok, ada yang cekcok. Kadang menciptakan ketegangan-ketegangan, ada rivalitas jemaah satu dengan yang lain.

Saya tidak mau julid, tapi telah banyak cerita-cerita tentang pembubaran kajian-kajian oleh kelompok-kelompok ini. Mulai dari pembubaran kajian salafi, pembubaran festival hijrah di kalangan anak muda, dan terbaru pembubaran pengajian ustaz Hanan Attaki. Kita seperti ingin memonopoli produk agama apa yang harus di konsumsi jemaah.

Biarkan saudara-saudara kita memilih jalan yang mereka yakini, meresepsi dan merayakannya dengan gembira. Kita sama-sama menuju kepada cinta yang sama, mengarungi, mengikuti arus menemukan kemuliaan dan kebijaksanaan. Mencari mutiara cinta, menuju mata air menyejukkan yang mencintai keramahan dan kemanusiaan dan memaklumi perbedaan. Asal, kita tidak saling mencederai kemanusiaan di semesta “kecil” ini.

Muhammad Musmulyadi, pendidik yang tinggal di Makassar, alumni Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin, bergabung di beberapa lembaga keagamaan.

Dikutip dari detik.com, Jumat 10 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Surya Paloh: Hukum Di Indonesia Jadi Milik Penguasa

Next Post

UI Wacht dan ARM Bantu Korban Kebakaran PERTAMINA Pelumpang

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Next Post
UI Wacht dan ARM Bantu Korban Kebakaran PERTAMINA Pelumpang

UI Wacht dan ARM Bantu Korban Kebakaran PERTAMINA Pelumpang

Dunia Sambut Baik Iran-Saudi Kembali Bersahabat Kabar Buruk Bagi Israel

Dunia Sambut Baik Iran-Saudi Kembali Bersahabat Kabar Buruk Bagi Israel

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist