Jakarta-Fusilatnews.– Menjelang bulan suci Romadhon 1444 H, alumni UI watch kordinator Taufik Bahaudin dan BEM (Barisan Emak Emak) dari ARM (Aliansi Rakyat Menggugat), Koordinator Ida Nurhaida, yang biasa aktif berdemo, sebagai koreski terhadap berbagai kebijakan Pemerintahan dan oligarki pada pemerintahan Jokowi, kali ini konvoi berbondong-bondon memberikan bantuan ke masyarakat korban kebakaran Pertamina di Plumpang Semper jalan Koramil, bersebelahan dengan batas bunker Pertamina, Jakaruta Utara, 9 Mart 2023 usai solat Jumat yang lalu.
Masuki jalan dan gang yang sempit serta padat penduduk sekitarnya, menjadi kurang nyaman dengan gelar politisasi, mushibah ini. Tak terlihat keikhlasan melihat bendera Parpol penguasa yang membuka Posko riya’ (pamer) dihiasi oleh banyak bendera dan umbul-umbul merah.
Ketua RT terdekat dengan masjid yang ada disitu, menyampaikan ucapan teramat terima kasih atas bantuan untuk berbagai ragam masyarakat. Pengurus merasa kewalahan ditempat penampungan yang sempit ini, hampir tak bisa dikontrol, menyaksikan masyarakat yang mondar mandir antri untuk mendapat bantuan. Tapi untuk seleksi kepada bantuan tersebut dapat diberikan dengan tepat, perlu adminstrasi yang baik.
Penasaran apa yang diberikan kepada mereka, terlihat hanya nasi kotak dan air mineral, karna bantuan lainnya yang seperti dari UI Watch dan ARM seperti selimut, busana, Mukena, Sajadah, Pembalut, Pempes, Susu, Bubur bubuk diberikan harus selektif kordinatif. Contoh kesulitan lainnya, adalah tak bisa berbagi adil dan merata dari sumbangan 20 kompor gas diperebutkan oleh 60 KK.
UI Watch dan ARM juga singgah melihat kondisi kantor PMI Jakarta Utara yang diterima khusus oleh Rijal Kobar (Komando Barisan Rakyat) Pimpinan PMI.
Rijal yang belum lama memperingati 5 tahun Kobar, nampak lelah mengurus sejumlah pengungsi yang berada ditenda-tenda berhari hari. Terucap juga ada obrolannya dan beresiko mengerikan. Baru saja saya difitnah melalui pesan What’s App hoax, bahwa saya akan demo ke Pertamina mengerahkan masyarakat Jakarta Utara yang rawan dengan Premanisme, yang sempat membuat Pertamina makin pusing. Sehingga Jokowi gagal hadir kecuali Panglima TNI.
Akhirul qolam saya memimpin PMI dari keinginan pribumi, maka akan terus berjuang melawan lawan sampe tranfusi terakhir.
.
Dari UI What hadir antara lain Efzar, Hasril, Randy Aan, Agus Wahid, Romadhon, Hasril, Inanda M, Maria, Masril, Imir Sregar, Romdhony A, Heru P, Adri. Dan dari ARM, Menuk N, Esa, Tirta, Sukci, Sartiah, Lety, AW, Marina Aspirasi * Mahdi






















