• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Biaya Sidang Isbat: Pemborosan Negara yang Tidak Perlu?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 12, 2025
in Feature, Ramadhan
0
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H Jatuh pada 2 April 2022

dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Setiap tahun, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal bulan hijriah. Sidang ini melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi Islam, pakar astronomi, serta perwakilan pemerintah. Namun, di balik proses ini, muncul pertanyaan besar: apakah sidang isbat benar-benar diperlukan, terutama jika mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan?

Anggaran untuk sidang isbat kerap menjadi sorotan. Meskipun pemerintah menegaskan bahwa biaya yang digunakan tidak mencapai miliaran rupiah, tetap saja jumlahnya cukup besar hanya untuk menetapkan awal bulan. Sidang ini mencakup konsumsi, transportasi, honorarium narasumber, serta biaya dokumentasi dan publikasi. Padahal, dengan perkembangan ilmu astronomi modern, penentuan awal bulan hijriah bisa dilakukan secara lebih efisien dan murah.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa metode rukyat (pengamatan hilal) yang menjadi dasar utama sidang isbat sering kali tidak berhasil. Banyak kasus di mana hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau kondisi atmosfer, yang pada akhirnya membuat keputusan tetap bergantung pada metode hisab (perhitungan astronomi). Jika demikian, mengapa negara harus repot-repot mengadakan sidang dengan anggaran besar hanya untuk menunggu hasil pengamatan yang belum tentu membuahkan hasil?

Sebetulnya, Indonesia memiliki dua organisasi Islam besar yang sudah memiliki metode masing-masing dalam menetapkan awal bulan. Nahdlatul Ulama (NU) konsisten menggunakan rukyat, sementara Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan dan Idul Fitri berdasarkan hisab. Jika NU memang tetap ingin menggunakan rukyat, biarlah organisasi ini yang melakukannya secara independen tanpa campur tangan negara. Sebaliknya, Muhammadiyah dengan metode hisabnya sudah memiliki kepastian lebih awal tanpa perlu sidang berbiaya mahal.

Di beberapa negara lain, penentuan awal bulan hijriah dilakukan secara sederhana oleh otoritas keagamaan tanpa sidang formal yang menghabiskan anggaran negara. Arab Saudi, misalnya, memiliki sistem hisab yang dikombinasikan dengan pengamatan hilal, tetapi keputusan akhirnya tetap dibuat oleh otoritas agama tanpa perlu sidang besar-besaran. Malaysia pun tidak membebani negara dengan anggaran besar untuk sidang isbat, melainkan cukup mengandalkan perhitungan astronomi dan laporan dari tim rukyat yang tersebar di berbagai lokasi.

Dalam era digital dan teknologi canggih saat ini, sidang isbat dengan segala kemewahannya menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan. Negara seharusnya bisa lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran, terutama untuk hal-hal yang lebih mendesak seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, umat Islam di Indonesia sudah cukup bijak untuk mengikuti keputusan organisasi Islam yang mereka yakini tanpa harus bergantung pada negara.

Maka, alih-alih terus menggelar sidang isbat setiap tahun dengan biaya yang besar, mengapa tidak menyerahkan saja penetapan awal bulan hijriah kepada organisasi Islam yang memang memiliki metode dan basis pengikutnya masing-masing? Negara tidak perlu terlibat dalam hal yang sebenarnya sudah bisa ditentukan tanpa sidang berbiaya mahal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masa Depan Riset setelah Dipangkas – Rp 1,2 triliun dari total Rp 57 Triliun Anggaran Kementerian

Next Post

Jokowi Dikhianati Prabowo, KPK Terpaksa Alih Isu

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post

Jokowi Dikhianati Prabowo, KPK Terpaksa Alih Isu

TPS Bndung Barat Penuh Permintaan Tambahan Kuota ke TPA Sarimukti ke Pemprov Tak Dipenuhi

TPS Bndung Barat Penuh Permintaan Tambahan Kuota ke TPA Sarimukti ke Pemprov Tak Dipenuhi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist