• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Bio Data Parpol Peserta Pemilu 2024: 17 Partai Nasional, 6 Partai Lokal

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
December 20, 2022
in News, Politik
0
Sistem Pemenangan Partai Politik, Sisi Lain dari Pemilu 2024

Ilustrasi Pemilu 2024/RMOL

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – KPU telah menetapkan parpol peserta Pemilu 24, sebanyak 17 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal Aceh. Penetapan partai politik tersebut tertuang  dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 518 Tahun 2022 yang diterbitkan pada Rabu (14/12/2022). Simultan di hari yang sama, KPU juga menetapkan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2024. Beberapa partai memutuskan untuk tetap menggunaka nomer peserta pada pemilu 2019. Sementara paprpol yang lain. Ditetapkan melalui rapat pleno pengundian untuk penetapan nomor urutnya..

Jadwal Tahapan Pemilu 2024 sendiri sebagian sudah digelar sejak pertengahan Juni 2022. Ke depan, masih banyak tahapan yang akan digelar hingga pemungutan suara diselenggarakan pada 14 Februari 2024.

Pemilu digelar serentak di seluruh daerah dengan lima pemilihan, yakni pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Untuk mengenal lebih dekat, berikut profil singkat 17 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh peserta Pemilu 2024 berdasarkan nomor urut.

Partai politik nasional

1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan partai politik yang identik dengan warga Nahdlatul Ulama (NU). Memang, kelahirannya tak bisa dilepaskan dari masyarakat Nahdliyin. Nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun lekat dengan partai ini. Selain itu, PKB juga identik dengan sejumlah nama besar seperti Matori Abdul Djalil hingga Alwi Shihab. PKB dibentuk sejak era reformasi tahun 1988 dan eksis dari pemilu ke pemilu. Pada Pemilu 2019, perolehan suara partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu mencapai 13.570.970 atau 9,69 persen dengan 58 kursi DPR RI.

2. Partai Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra dibesut oleh sejumlah politisi seperti Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai ketua umum, Fadli Zon, Hashim Djojohadikusumo, Sufmi Dasco Ahmad, dan sejumlah nama lain. Meski baru lahir pada tahun 2008 dan debut pada Pemilu 2009, Gerindra berhasil meraih suara besar dalam tiga pemilu terakhir. Pada Pemilu 2019, partai berlambang kepala garuda itu mengantongi 17.594.839 suara atau 12,57 persen. Jumlah ini menempatkan Gerindra di urutan kedua partai dengan perolehan suara terbanyak dengan 78 kursi di DPR RI.

3. PDI Perjuangan Lahir dari sejarah panjang dualisme kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia, PDI-P resmi dideklarasi oleh Megawati Soekarnoputri pada 14 Februari 1999. Popularitas Megawati saat itu berhasil mendongkrak suara partainya, sehingga pada Pemilu 1999 PDI-P mengantongi 36,6 juta suara pemilih. Dua tahun setelahnya, Megawati diangkat sebagai presiden kelima RI oleh MPR. Baca juga: Delapan Parpol Parlemen Pilih Pakai Nomor Urut Lama untuk Pemilu 2024, Ini Rinciannya Hampir satu dekade terakhir, PDI-P berhasil menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi dan mengantarkan Joko Widodo ke tampuk tertinggi kekuasaan presiden. Sebanyak 27.503.961 atau 19,33 persen suara pemilih berhasil dikantongi PDI-P pada Pemilu 2019 atau setara dengan 128 kursi DPR RI.

4. Partai Golkar Golongan Karya (Golkar) menjadi salah satu partai politik tertua di Indonesia. Partai berlambang pohon beringin itu pernah berkuasa selama puluhan tahun di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Partai Golkar pertama kali mengikuti pemilu pada tahun 1971. Setelahnya, selama era Orde Baru, Golkar hampir selalu memenangkan pemilihan dengan perolehan suara di kisaran 60-70 persen. Partai itu kini dipimpin oleh Airlangga Hartarto. Pada Pemilu 2019, Golkar berada di urutan ketiga partai dengan perolehan suara terbanyak yakni 17.229.789 atau 12,31 persen, setara 85 kursi DPR RI

5. Partai Nasdem Pada awalnya, Nasdem merupakan sebuah organisasi dengan nama yang sama, yakni Nasional Demokrat. Organisasi yang didirikan Surya Paloh ini perlahan-lahan bertranformasi menjadi partai politik. Sebagai partai, Nasdem dideklarasikan pada 26 Juli 2011. Sejauh ini, Nasdem baru mengikuti dua kali pemilu, yaitu pada 2014 dan 2019. Namun begitu, pada Pemilu 2019 Nasdem berhasil duduk di peringkat empat dengan mengantongi 12.661.792 atau 9,05 persen suara dengan 59 kursi DPR RI.

6. Partai Buruh Partai Buruh sedianya bukan partai politik baru. Partai tersebut didirikan pada tahun 1998 dan telah mengikuti tiga kali pemilu yakni pada 1998, 2005, lalu 2009, namun belum pernah menang. Pada 5 Oktober 2021, partai ini dihidupkan kembali oleh Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang kini juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh. Partai yang kini berlambang padi ini didirikan kembali oleh 4 konfederasi serikat pekerja terbesar dan 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional, forum guru, tenaga kerja honorer, hingga organisasi petani serta nelayan di Tanah Air.

7. Partai Gelora Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Partai Gelora merupakan partai politik pendatang baru besutan dua mantan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta dan Fahri Hamzah. Didirikan pada 28 Oktober 2019, Partai Gelora resmi berbadan hukum pada 2 Juni 2020. Partai itu diketuai oleh Anis Matta dengan Fahri Hamzah sebagai wakilnya.

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) PKS lahir pada era reformasi, tepatnya 20 Juli 1998. Partai ini didirkan oleh para tokoh di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dengan nama awal Partai Keadilan atau disingkat PK. Setelah gagal pada Pemilu 1999, PKS berhasil lolos ke Parlemen melalui Pemilu 2004. Sejak saat itu, PKS menjadi partai papan menengah dengan perolehan suara yang fluktuatif tiap pemilu. Pada Pemilu 2019, partai yang kini dipimpin oleh Akhmad Syaikhu itu berhasil mengantongi 11.493.663 suara atau 8,21 persen, setara 50 kursi DPR RI.

9. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) PKN dideklarasikan pada 28 Oktober 2021 dan resmi berbadan hukum dengan mengantongi Surat Keputusan Kememteriam Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tertanggal 7 Januari 2022. Partai berlambang garuda merah itu didirikan oleh loyalis Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika. Mantan politisi Partai Demokrat dan Partai Hanura tersebut kini menjabat sebagai ketua umum PKN. Selain Pasek, PKB juga didirikan oleh beberapa loyalis Anas Urbaningrum lainnya seperti mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, serta Sri Mulyono yang kini jadi sekretaris jenderal PKN.

10. Partai Hanura Partai Hanura didirikan pada tahun 2006 oleh sejumlah tokoh, di antaranya mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Wiranto. Pada Pemilu 2009 dan 2014 partai tersebut berhasil lolos ke Parlemen. Namun, pada Pemilu 2019, partai yang kini dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu hanya mengantongi 2.161.507 suara atau 1,54 persen sehingga tak lolos ambang batas parlemen dan tersingkir dari Senayan.

11. Partai Garuda Partai Gerakan Perubahan Indonesia Raya (Garuda) dideklarasikan pada 16 April 2015 dan sudah mengantongi ketetapan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Partai yang dimotori Ahmad Ridha Sabana itu debut pada Pemilu 2019, namun gagal melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold karena hanya mendapatkan 702.536 suara atau 0,5 persen. Baca juga: Resmi, Partai Ummat Gagal Lolos Pemilu 2024

12. Partai Amanat Nasional (PAN) PAN lahir pada era reformasi. Sejarah berdirinya partai matahari putih itu tak lepas dari sosok Amien Rais yang menjadi lokomotif gerakan reformasi 1998. Sejauh ini, PAN tercatat sudah lima kali mengikuti pemilu dengan perolehan suara fluktuatif. Pada Pemilu 2019, partai yang kini dimotori oleh Zulkifli Hasan tersebut meraup 9.572.623 suara atau 6,84 persen dengan 44 kursi DPR RI.

13. Partai Bulan Bintang (PBB) Sejak didirikan pada 17 Juli 1998, PBB mendeklarasikan diri sebagai partai politik yang mengusung ideologi Pancasila serta Islamisme dan nasionalisme. Memang, pendirian partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra tersebut tak lepas dari peran sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam. Pada Pemilu 1999 dan 2004, PBB berhasil lolos ke Parlemen. Namun, pada tiga pemilu setelahnya PBB gagal melewati ambang batas parlemen dengan perolehan suara terakhir 1.099.848 atau setara 0.79 persen pada Pemilu 2019.

14. Partai Demokrat Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2022. Nama partai berlambang bintang mercy itu begitu gemilang pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah SBY turun tahta, elektoral Demokrat cenderung lesu. Pada Pemilu 2019, partai yang kini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mendapat 10.876.507 suara atau 7,77 persen dengan perolehan 54 kursi DPR RI.

15. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sejak awal muncul, PSI mencitrakan diri sebagai partai anak muda. Memang, PSI lahir dari gagasan sejumlah anak muda seperti Grace Natalie, Raja Juli Antoni, Isyana Bagoes Oka, dan beberapa nama lainnya. PSI resmi berdiri pada 16 November 2014. Partai yang kini diketuai oleh Giring Ganesha itu turut berpartisipasi pada Pemilu 2019, namun gagal tembus Parlemen karena hanya mengantongi 2.650.361 atau 1,85 persen suara. Baca juga: Kapolri Wanti-wanti Anggota Siapkan Pengamanan hingga Cegah Polarisasi Jelang Pemilu 2024

16. Perindo Partai Persatuan Indonesia (Perindo) didirikan oleh bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, 8 Oktober 2014. Sebelum membentuk partai sendiri, Hary sempat bergabung dengan Partai Nasdem dan Partai Hanura. Perindo ikut serta pada gelaran Pemilu 2019, namun tak lolos parliamentary threshold karena hanya mendapat 3.738.320 suara atau 2,07 persen.

17. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) PPP dideklarasikan pada 5 Januari 1973. Partai berlambang Kabah itu merupakan hasil peleburan empat parpol keagamaan yakni Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi). Pada Pemilu 2019, PPP mendapat 6.323.147 suara atau 4,52 persen. Ini menempatkan PPP sebagai partai urutan kesembilan atau terakhir yang lolos ke Parlemen dengan perolehan 19 kursi DPR RI. Baru-baru ini, terjadi dinamika di internal PPP. Suharso Monoarfa dilengserkan dari kursi ketua umum dan sementara digantikan oleh Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum PPP. Baca juga: Partai Ummat Tak Memenuhi Syarat Verifikasi Parpol Peserta Pemilu di NTT dan Sulut Partai politik lokal Aceh

18. Partai Nanggroe Aceh (PNA) PNA didirikan pada 24 April 2012 oleh Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh periode 2007-2012. Irwandi kini menjabat sebagai ketua umum. Sebelum tahun 2017, Partai yang dulunya bernama Partai Nasional Aceh ini sudah dua kali mengikuti pemilu, yakni pada 2014 dan 2019.

19. Partai Generasi Atjeh Beusaboh Thaat dan Taqwa (Gabthat) Partai Gabthat berdiri pada tahun 2007. Sebelum berbentuk partai, Gabthat merupakan yayasan pendidikan. Partai ini dimotori oleh Teuku Syahril sebagai ketua umum dan Safwadi sebagai sekretaris jenderal. 20. Partai Darul Aceh (PDA) PDA dulunya bernama Partai Daerah Aceh, lanjutan dari Partai Daulat Aceh yang dirikan pada tahun 2007. Partai ini berada di bawah naungan Muhibbussabri A Wahab sebagai ketua umum dan Syahminan Zakaria sebagai sekretaris jenderal. 

21. Partai Aceh (PA) Partai Aceh dulunya bernama Partai Gerakan Aceh Merdeka (GAM), lantas sempat berganti nama menjadi Partai Gerakan Aceh Mandiri. Partai yang dimotori oleh Muzakir Manaf ini menjadi pemenang di Aceh pada Pemilu 2009 dengan perolehan suara sebesar 46,91 persen.

22. Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh PAS Aceh dibesut oleh sejumlah tokoh dari kalangan ulama yakni Tu Bulqani sebagai ketua umum, Zikri sebagai sekretaris jenderal, dan Hamdan Budiman sebagai wakil sekretaris jenderal.

23. Partai Solidaritas Independen Rakyat Aceh (SIRA) SIRA lahir dari organisasi gerakan sipil yang semula bernama Sentral Informasi Referendum Aceh. Sebagai partai politik, SIRA dideklarasikan pada 10 Desember 2007. Saat ini, partai tersebut diketuai oleh Muslim Syamsudin, dengan Muhammad Daud sebagai sekretaris jenderal. Sumber : Kompaskom dll.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PM Belanda Minta Maaf soal Perbudakan, DPR Desak Aset RI Dikembalikan

Next Post

Mantan Presiden Trump Serang Balik Komisi 6 Januari, Sebagai Tuduhan Palsu

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi
daerah

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Next Post
Para Republikan Marah : Atas Kinerja Buruk Donald Trump dan Mitch McConnell – Kekalahan Pemilu Paruh waktu

Mantan Presiden Trump Serang Balik Komisi 6 Januari, Sebagai Tuduhan Palsu

Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan dan Kolonialisme di Massa Lalu

Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan dan Kolonialisme di Massa Lalu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist