Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024
Jakarta – Aksi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyetop truk-truk berpelat nomor BL asal Aceh viral. Menantu Joko Widodo itu sengaja memvideokan aksi kontroversial tersebut supaya Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengetahuinya.
Bobby minta truk-truk berpelat nomor BL diganti dengan BK atau plat nomor Kota Medan agar pajaknya masuk ke Provinsi Sumut.
Namun, Mualem justru cuek. Ia tak terprovokasi aksi Bobby.
Banyak pihak menyayangkan aksi tak simpati suami Kahiyang Ayu ini. Pasalnya, aksi tersebut bisa menyinggung dan memicu gesekan dengan rakyat Aceh, sehingga berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
Apalagi Aceh punya sejarah panjang konflik dengan pemerintah pusat. Bahkan Mualem, Gubernur Aceh saat ini adalah bekas Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Apa yang dilakukan Bobby itu terlampau sensitif bagi rakyat Aceh.
Syukurlah, Mualem cuek dan tak terprovokasi, sehingga rakyat Aceh pun tak bergejolak dengan aksi ego kedaerahan tersebut.
Ironisnya, ternyata kinerja atau prestasi Bobby sebagai Gubsu jeblok. Kementerian Dalam Negeri bahkan sampai menegur bekas Walikota Medan ini.
Pasalnya, Provinsi Sumut mencatatkan inflasi 5,32% (year on year) pada bulan September 2025. Inflasi ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sementara yang terendah justru Papua Selatan, provinsi termuda, yakni 3,42%.
Mengapa dalam pengendalian inflasi Sumut justru kalah jauh dengan Papua Selatan yang merupakan provinsi bau kencur?
Mungkin ia terlalu sibuk dengan pencitraan. Atau mungkin sibuk mengurus tambang di Maluku Utara. Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, aksi kontroversialnya itu “ora jumbuh” atau tidak sepadan dengan kinerja atau prestasinya.
Ia bisa jadi walikota dan kemudian gubernur lebih banyak dipengaruhi oleh statusnya sebagai menantu Jokowi. Akibatnya, terkadang ia arogan. Maklum, banyak aparat penegak hukum yang tak berani melawan Bobby. Termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung yang sejauh ini belum pernah memeriksa dia terkait penyebutan namanya dalam kasus korupsi.
Mungkin KPK dan Kejagung takut. Maklum, saat itu Jokowi begitu powerfull atau sangat berkuasa. Bahkan hingga kini ketika kursi RI-1 sudah beralih ke Presiden Prabowo Subianto.
Bekas Komandan Jenderal Kopassus itu pasti melindungi Jokowi dan keluarganya. Maklum, dalam Pilpres 2024, Prabowo yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka didukung habis-habisan oleh Jokowi, mengingat Gibran adalah putra sulungnya.
Mungkin karena karbitan itulah maka Bobby tak berprestasi. Di sisi lain, Bobby suka membuat kontroversi.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024






















