• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Breidel Yos Suprapto: Ada Apa dengan Prabowo?

fusilat by fusilat
December 21, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Breidel Yos Suprapto: Ada Apa dengan Prabowo?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – “Saya bilang ini pembreidelan,” kata perupa senior Yos Suprapto (72) seperti dilansir sebuah media, Jumat (20/12/2024).

Breidel, dari pembreidelan, adalah istilah dalam bahasa Belanda yang berarti pemberangusan, pelarangan, atau pembatasan terhadap media massa atau produk pers, yang biasanya mengacu pada barang cetakan, seperti surat kabar dan buku.

Yos, yang sedianya menggelar pameran tunggal bertajuk, “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” di Galeri Nasional, Jakarta, 20 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025, terpaksa harus gulung tikar. Yos dibreidel.

Pasalnya, beberapa menit menjelang pameran dibuka oleh budayawan Erros Djarot, Kamis (19/12/2024) malam, tiba-tiba Galeri Nasional membatalkan acara pameran tunggal tersebut.

Pintu kaca Gedung A Galeri Nasional tempat pameran akan dihelat digembok. Lampu-lampu dimatikan. Padahal sudah banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan pameran, termasuk dari luar negeri yang difasilitasi oleh Yos sendiri.

Musababnya, Yos pecah kongsi dengan sang kurator pameran: Suwarno Wisetrotomo!

Mulanya, Suwarno meminta dua lukisan Yos berjudul “Konoha I” dan “Konoha II” diturunkan dari dinding galeri. Yos keberatan. Setelah negosiasi, akhirnya disepakati dua lukisan itu ditutup kain hitam. Yos ikhlas.

Tapi, sang kurator “ngelunjak”. Suwarno minta tiga lukisan Yos lainnya juga ditutup kain hitam. Yos menolak. Mendingan tidak pameran sekalian daripada lima dari 30 lukisan yang dipamerkan itu harus ditutup kain hitam, kata Yos.

Kongsi pun benar-benar pecah. Suwarno, yang dutunjuk Galeri Nasional sebagai kurator pameran, mengundurkan diri. Yos benar-benar gulung tikar. Yos dibreidel.

Suwarno berdalih, lima dari 30 lukisan Yos yang ia minta ditutup kain hitam itu terlalu vulgar dan menyinggung kekuasaan, sehingga melenceng dari tema pameran yang lebih mengedepankan metafora.

Diketahui, salah satu lukisan yang mulanya diminta diturunkan itu menggambarkan sosok diduga Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, mengenakan kostum raja sedang duduk di singgasana kekuasaan sambil kedua kakinya menginjak dua sosok manusia.

Saat menyampaikan sambutan darurat di luar ruang pameran, Erros Djarot menyatakan apa yang dilakukan Suwarno Wisetrotomo itu merupakan ekspresi ketakutan yang berlebihan dari sang kurator.

Erros memang pernah mengalami betapa sakitnya dibreidel saat tabloid mingguannya, “Detik”, dibreidel pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1994. Bersama Majalah “Tempo” dan “Editor” yang saat itu juga dibreidel, “Detik” mengkritisi pembelian 39 unit kapal bekas dari Jerman Timur oleh BJ Habibie, Menteri Riset dan Teknologi saat itu.

Yos, pelukis kelahiran Surabaya, Jawa Timur, tahun 1952 lalu yang pernah 25 tahun tinggal di Australia dan kini menetap di Yogyakarta itu sedari awal debutnya sebagai perupa tahun 1970-an memang dikenal kritis terhadap pemerintah. Tak terkecuali di rezim Orde Baru dulu, dan kini di rezim Presiden Prabowo Subianto yang adalah bekas menantu Soeharto, mendiang penguasa Orde Baru.

Pemerintahan Prabowo adalah kelanjutan dari pemerintahan Jokowi, sehingga masuk akal jika ada “invisible hands” atau tangan-tangan tak kelihatan yang mencoba membreidel pameran lukisan Yos Suprapto yang menyinggung penguasa dan bekas penguasa.

Ini bukan pertama kali Yos unjuk gigi (pameran) di Galeri Nasional. Namun, pasca-pembreidelan ini, Yos mengaku tak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Menteri Kebudayaan.

Menteri Kebudayaan saat ini adalah Fadli Zon, orang dekat Prabowo.

Apakah enggannya Yos berurusan dengan Menteri Kebudayaan itu lantaran ia merasa ada campur tangan dari penguasa sehingga pameran tunggalnya dibreidel? Kita tidak tahu pasti.

Yang pasti, jika Fadli Zon campur tangan dan berujung pada pembreidelan itu, jelas ironis. Sebab, Fadli Zon sendiri bisa disebut sebagai pelaku budaya. Politikus Partai Gerindra itu merupakan kolektor Keris, senjata tradisional etnis Jawa yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa.

Ironis pula, karena di era demokrasi ini masih saja terjadi pembreidelan, seperti sering terjadi di era Soeharto.

Dan juga di Uni Sovyet, kini Rusia, era Joseph Stalin dulu. Dan juga di Jerman era Adolf Hitler dulu.

Jika memang pembreidelan pameran lukisan Yos Suprapto itu atas cawe-cawe, intervensi, atau campur tangan kekuasaan, lalu ada apa dengan Prabowo Subianto?

Apakah cara-cara militeristik akan diterapkan dalam pemerintahan Anda?

Di era Prabowo ini, bahkan sejak era Jokowi, bangkitnya gaya-gaya militeristik memang mulai kelihatan. Banyak pos-pos jabatan sipil yang diduduki polisi atau tentara, baik yang masih aktif atau pun yang sudah purna.

Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yang berlatar belakang militer seperti Prabowo, juga mulai menggunakan gaya-gaya non-sipil dalam menghadapi media massa.

Apakah pembreidelan Yos Suprapto akan berlanjut ke perupa-perupa lainnya, bahkan ke media massa? Kita tunggu saja tanggal mainnya!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

#JokowiGibranMemalukan: Tren Kekesalan Publik di Media Sosial

Next Post

Maruarar Sirait, Orang Dekat Jokowi-Aguan, Harus Diproses Hukum

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Maruarar Sirait, Orang Dekat Jokowi-Aguan, Harus Diproses Hukum

Maruarar Sirait, Orang Dekat Jokowi-Aguan, Harus Diproses Hukum

Memaknai Hari Natal: Perspektif Orang Islam

Memaknai Hari Natal: Perspektif Orang Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...