Bupati Klaten Sri Mulyani menolak rencana pembangunan tol proyek strategi nasional (PSN) lingkar timur-selatan Kota Solo karena merambah lahan sawah lestari
“Saya tidak setuju. Karena pertimbangan bahwa tol PSN yang saat ini direncanakan dibangun ini kan sudah menggunakan sawah lestari atau pertanian 300 hektar,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani.
Rencana pembangunan tol tol lingkar timur-selatan Kota Solo akan mengurangi lahan sawah pertanian lagi.
“Sehingga, kasihanlah anak cucu kita. Anak cucu kita nanti mau makan apa kalau sawah pertaniannya dipakai untuk tol terus,” tegas Sri Mulyani.
Rencana pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo meski diresmikan sebagai proyek strategi nasional (PSN) dampaknya pada lahan pertanian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sangat merusak. .Pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo ini akan melintasi tiga wilayah, yakni Klaten, Sukoharjo, dan Karanganyar yang menjadi sentra produksi padi di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Widiyanti mengatakan, ada sekitar 30 hektar lahan pertanian di Klaten yang bakal terkena dampak dari pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo.
“Ini kan belum ditetapkan. Jadi kami kan istilahnya berdasarkan rapat sudah menginformasikan kalau daerah sumber sawah. Paling utama sumber sawah di sana. Hampir sebagian besar lahan persawahan,” kata Widiyanti saat dikonfirmasi, Selasa 3/1.
Menurut Widiyanti berdasarkan informasi bahwa lahan persawahan yang bakal terkena dampak pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo berada di tiga kecamatan, yakni Polanharjo, Delanggu, dan Wonosari.
“Tapi, desanya fix-nya nanti baru setelah ada tindak lanjutnya bisa disampaikan data detailnya,” kata Widyanti.Sedankan lahan persawahan yang bakal kena dampak pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo ini bisa menyumbang produksi 330 ton beras setiap musim panen . Dengan adanya dampak pembangunan jalan tol lingkar timur-selatan Kota Solo, diperkirakan produksi beras di Klaten bakal berkurang.
“Tapi, nanti dampaknya kan kita hitung sejauh mana, solusinya seperti apa kan nanti kita hitung kalau sudah pasti. Jangan sampai kita hiruk pikuk,” kata Widyanti
Menurut Widiyanti luas lahan yang ditanami padi di Klaten ada 31.000 hektar, sedangkan untuk luas tanahnya ada sekitar 73.000 hektar. Dalam setahun ada yang dua kali panen dan tiga kali panen.
“Kalau daerah seperti Polanharjo, Delanggu, Wonosari rata-rata tiga kali panen,”

























