Jakarta -Fusilatnews – Perselisihan Bupati Kepulauan Meranti dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman rupanya semakin memanas lantara Bapak Bupati menolak dipaksa minta maaf .
“Saya tak perlu minta maaf karena itu pertanyaan bukan pernyataan” Tegas Bupati Meranti
Perselisiahn ini muncul saat Bupati Meranti Mohammad Adil mempertanyakan dana bagi hasil (DBH) minyak kepada . Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Lucky Alfirman dalam Rapat Koordinasi Nasional terkait Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Bupati Meranti Muhammad Adil merasa tidak puas dengan pembagian dana bagi hasil minyak untuk Kepulauan Meranti menyusul besarnya perolehan minyak ditambah kenaikan lifting
Menurut Bupati Adil dibandingkan tahun sebelumnya yang mrencapai Rp 114 miliar dengan asumsi harga minyak USD 60 per barel dan saat ini hanya memperoleh Rp 115 miliar dengan asumsi harga minyak USD 100 = kenaikan lifting minyak, Ini yang dipertanyakan oleh Bupati Adil. “Sebelumnya Rp 114 miliar, saat ini cuma Rp 115 miliar. Naiknya cuma Rp 700 juta. Padahal minyak naik, liftingnya, dengan asumsi 100 dolar per barel,” kata Adil mempertanyakan kepada pejabat kementerian Keuangan..
Dianggap tak beretika mendagri tegur Bupati Meranti
Bupati Meranti Muhammad Adil setelah Senin paginya bertemu dengan Mendagri untuk menerima teguran dari Menteri Dalam negeri karena pernyataannya yang dianggap kasar tak beretika Senin Malam Kenterian Dalam negeri mengeluarkan siaran pers
“Sebagai kepala daerah, apa pun masalahnya harus menggunakan bahasa yang beretika dan menunjukkan sikap kenegarawanan,” kata Tito sebagaimana dilansir siaran pers Kemendagri, Senin 12/12/2022 malam.
Sebagaimana diberitakan secara luas Bupati Meranti Muhammad Adil mengespresikan kekesalannya menyusul DBH yang tidak fair dan menurut Bupati Meranti menyalahi aturan sedangkan keluahnnya tidak diperhatikan dan dihormati sedangkan dia jauh-jauh mengejar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Lucky Alfirman ke Bandung.
Kesal karena kedatangannnya diabaikan Bupati Meranti Mempertanyakan “Apakah Kemnterian Keuangan isinya setan dan iblis?”





















