Oleh : Sadarudin El Bakri. Pengamat Ekonomi Politik. Alumni Universitas Negeri Jember
Dengan taktik slepet ala Cak Imin kita berharap sejumlah kelompok Penguasa Pengusaha atau “Peng Peng” berhasil kita “Slepet” dari aktifitas perekonomian Indonesia
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin siap menggunakan jurus “slepet” untuk membangkitkan suara dukungan, memenangkan kontestasi presiden tahun 2024 mendatang
Diksi ‘Slepet’, muncul kedua kalinya saat debat cawapres yang berlangsung pada Jumat (22/12) lalu. Cak Imin menggunakan diksi slepet untuk membumikan kata ‘revolusi’. Yang populer di era Presiden Joko Widodo dengan jargon ‘revolusi mental’
“Kalau mau jujur sebenarnya yang lebih tepat itu revolusi. Tapi kata ‘revolusi’ agak kacau, sejak revolusi mental gagal dijalankan dengan baik,” ujar Cak Imin kepada awak media, Ahad (24/12).
Cak Imin mengatakan, istilah ‘slepet’ lebih mudah dipahami dan pas sebagai narasi untuk menciptakan keadilan dan pemerataan, terutama dalam bidang ekonomi.
‘Slepet’ sendiri diketahui memiliki makna menyabet atau mengingatkan, yang kemudian dikaitkan dengan masalah kesenjangan ekonomi sebagai solusi.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyinggung fenomena dwifungsi pengusaha dan penguasa yang terjadi di Indonesia.
Permasalahan itu dinilai perlu juga untuk ‘dislepet’.
“Pemain bisnis merangkap pembuat aturan, menjadi rumitnya keadaan ini. Ini yang harus kita ‘slepet’ karena aturan harus dibuat setara, seluruh pelaku bisnis harus bisa terlibat dan setara dengan rakyat,” kata Cak Imin menjelaskan
Cak Imin menegaskan, dengan istilah anyar yang ia populerkan, yakni ‘slepet’, diharapkan bisa lebih manjur dalam melakukan perubahan. Dibandingkan dengan istilah revolusi yang hampir satu dekade ini dipopulerkan petahana.
“Revolusi mental 10 tahun enggak ada sesuatu ya eman-eman, sayang, jangan-jangan dengan ‘slepet’ lebih cepat gitu. Tidak usah ngomong revolusi, tapi slepet saja,” ujar dia.
Dalam pemaparan visi-misinya, Cak Imin mengangkat tentang konsep ‘Slepet’, istilah yang populer disematkan padanya dalam momen Pilpres 2024.
Dalam debat tersebut, tema yang disampaikan adalah mengenai ekonomi, anggaran negara, hingga infrastruktur. Cak Imin mengungkapkan bahwa dirinya memiliki banyak pengalaman di pemerintahan dan menganalisis cara untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia.
“Selama saya berjuang di politik baik di eksekutif maupun legislatif, banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan pemerintah, terutama pemimpin tertinggi untuk membuat langkah cepat mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Langkah itu adalah ‘Slepet’,” kata Imin di JCC, Senayan, Jumat (22/12)
Imin menerangkan bahwa ‘slepet’ memiliki makna yang berarti menurut pandangannya. Dia menganalisis ‘slepet’ bisa diaplikasikan maknanya dalam dunia ekonomi.
Slepet itu tradisi santri untuk membangunkan yang tidur, menggerakkan yang loyo, dan mengingatkan yang lalai,” ungkapnya.
Cak Imin mengutip istilah dalam dunia ekonomi yang disematkan pada istilah slepet. “Jangan salah, slepet adalah sebuah disrupsi. Disrupsi itu adalah awal dari perubahan,” terangnya.
Dengan semangat yang dibawa dari konsep ‘slepet’ Cak Imin meyakini bersama dengan Anies Baswedan melakukan perubahan yang membuat perekonomian di Indonesia menjadi lebih baik.
“Alhamdulillah Gusti Allah mempertemukan saya dengan Mas Anies yang ternyata punya pikiran yang sama. Bahkan seperti botol ketemu tutupnya,” ujar dia.
Istilah ‘slepet’ juga telah disematkan pada salah satu program Cak Imin sepanjang masa kampanye yakni ‘Slepet Imin’, mirip seperti program ‘Desak Anies’. ‘Slepet’ sendiri mulai muncul saat Anies dan Cak Imin menyebarkan video berisi candaan Cak Imin yang melakukan slepet terhadap Anies menggunakan sarung ala santri, yang kemudian video itu viral di media sosial.
Sekedar diketahui bahwa Ekonom DR Rizal Ramli yang memperkenalkan apa yang dia sebut sebagai “Penguasa Pengusaha” atau Peng Peng yang harus dihapus dari aktifitas perekonomian di Indonesia, sedihnya DR Rizal Ramli tak diberi kesempatan untuk menghapus aktifitas buruk perekonomian itu karena keburu dicopot oleh Presiden Jokowi.
Dengan taktik slepet ala Cak Imin kita berharap sejumlah kelompok Penguasa Pengusaha alis “Peng Peng” berhasil kita “Slepet” dari aktifitas perekonomian Indonesia
























