• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Campur Tangan Mulyono: “Soal Anies – Megawati Tersandera atau Berdusta?”

PDIP dan Anies: Antara Tekanan Eksternal dan Siasat Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
August 31, 2024
in Feature, Pilkada
0
Amicus Curiae Dari Megawati Untuk MK Cermin Situasi Politik Potensial Dalam Masalah Serius
Share on FacebookShare on Twitter

Jika benar ada tekanan dari pihak luar yang membuat PDIP batal mengusung Anies Baswedan sebagai calon Gubernur Jawa Barat, ini mencerminkan situasi yang tidak menguntungkan bagi partai tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa PDIP, partai yang selama ini dianggap berkuasa dan berpengaruh, justru berada dalam posisi seperti partai yang tersandera oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Sejatinya, bila Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memiliki keberanian politik yang kuat, keputusan untuk mengusung atau tidak mengusung Anies Baswedan haruslah berasal dari keyakinan dan strategi partai sendiri, bukan karena tekanan eksternal.

PDIP: Partai yang Tersandera?

Dalam pernyataannya, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, secara terang-terangan menuduh adanya campur tangan “Mulyono dan geng” yang menghalangi pencalonan Anies Baswedan oleh PDIP. Ono menegaskan bahwa partainya telah melakukan komunikasi politik dengan Anies, dan Anies bahkan telah menunjukkan kesediaannya untuk diusung oleh PDIP di Pilgub Jawa Barat. Namun, tekanan dari pihak luar yang kuat menjadi penghalang bagi PDIP untuk mewujudkan pencalonan Anies.

Jika klaim ini benar, maka PDIP dapat dianggap sebagai partai yang tidak sepenuhnya berdaulat dalam menentukan langkah politiknya. Adanya kekuatan besar yang disebut sebagai “Mulyono dan geng” menunjukkan bahwa ada aktor-aktor eksternal yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan partai. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa Megawati Soekarnoputri, sebagai Ketua Umum, mungkin tidak memiliki kendali penuh atas arah politik partainya.

Antara Kebohongan dan Siasat Politik

Namun, ada kemungkinan lain yang tidak kalah menarik untuk ditelaah: apakah narasi mengenai tekanan eksternal ini hanya sebuah siasat politik semata? Apakah mungkin PDIP memang sejak awal tidak berniat mengusung Anies Baswedan, tetapi membutuhkan alasan yang dapat diterima publik untuk menjelaskan keputusan tersebut?

Jika benar demikian, maka tuduhan adanya “Mulyono dan geng” yang menghalangi Anies hanyalah sebuah pengalihan isu, sebuah permainan politik untuk menutupi motif sebenarnya di balik keputusan PDIP. PDIP bisa saja tidak menginginkan Anies karena alasan strategis internal, namun memilih untuk memanfaatkan narasi tekanan eksternal sebagai cara untuk menjaga citra partai agar tidak terlihat menolak Anies secara langsung.

Ketidakhadiran Nyali Politik Megawati

Dalam skenario ini, ketidaktegasan Megawati Soekarnoputri dapat dipandang sebagai kelemahan politik. Jika benar tekanan dari “Mulyono dan geng” menjadi alasan utama, maka ini menunjukkan bahwa Megawati mungkin tidak memiliki keberanian politik untuk menentang kekuatan tersebut. Sebagai pemimpin partai, Megawati seharusnya menjadi figur yang berani mengambil keputusan sesuai dengan kepentingan partainya, bukan tunduk pada pengaruh eksternal.

Namun, jika isu tekanan ini hanyalah siasat, maka Megawati dan PDIP sebenarnya hanya ingin menghindari pencalonan Anies karena pertimbangan lain. Ini bisa terkait dengan upaya mempertahankan stabilitas internal partai atau menghindari konflik dengan kekuatan politik lain yang mungkin memiliki kepentingan berbeda.

Menelusuri Kebohongan atau Siasat

Dengan demikian, pertanyaan yang lebih mendasar muncul: Apakah tekanan dari “Mulyono dan geng” benar-benar ada, atau ini hanya cara untuk menutupi alasan lain? Klaim bahwa Anies adalah “korban” dari tekanan eksternal seperti ini juga menempatkan PDIP sebagai korban, yang mungkin tidak sesuai dengan citra partai yang selama ini dikenal kuat dan mandiri.

Pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyebutkan bahwa PDIP dan Anies adalah korban dari “Mulyono dan geng,” menambah kompleksitas narasi ini. Pernyataan tersebut bisa dianggap sebagai upaya untuk membangun solidaritas dengan Anies, atau justru sebagai upaya untuk menghindari pertanggungjawaban atas keputusan politik yang tidak populer di kalangan pendukung Anies.

Kesimpulan: PDIP yang Tidak Berdaulat

Pada akhirnya, apakah benar tekanan dari “Mulyono dan geng” atau tidak, PDIP tampaknya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Jika benar ada tekanan, ini menunjukkan bahwa PDIP seperti partai yang tersandera, tanpa keberanian untuk mengambil keputusan secara mandiri. Jika tekanan itu hanya siasat, maka PDIP sedang memainkan politik sandiwara, yang pada akhirnya dapat merusak kepercayaan publik terhadap integritas partai tersebut.

Bagaimanapun juga, publik pantas menuntut kejelasan atas situasi ini. Kebohongan atau siasat politik, keduanya merupakan bentuk ketidakjujuran yang tidak layak dilakukan oleh partai yang mengklaim memperjuangkan kepentingan rakyat. Jika PDIP benar-benar ingin dianggap sebagai partai yang berdaulat dan berintegritas, maka sudah saatnya mereka menjelaskan dengan jujur alasan di balik keputusan politik mereka terkait Anies Baswedan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Kaesang, Ada Intervensi Keluarga?

Next Post

Demokrasi Ditangan Jokowi – Ia menjadi Tirani Yang Menindas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Next Post
Demokrasi Ditangan Jokowi –  Ia menjadi Tirani Yang Menindas

Demokrasi Ditangan Jokowi - Ia menjadi Tirani Yang Menindas

Mengapa TVRI dan RRI Kian Redup di Tengah Gemerlap Media Swasta?

Mengapa TVRI dan RRI Kian Redup di Tengah Gemerlap Media Swasta?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist