• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Demokrasi Ditangan Jokowi – Ia menjadi Tirani Yang Menindas

Demokrasi yang Terkepung: Antara Harapan dan Realitas

Ali Syarief by Ali Syarief
August 31, 2024
in Feature, Politik
0
Demokrasi Ditangan Jokowi –  Ia menjadi Tirani Yang Menindas
Share on FacebookShare on Twitter

Demokrasi adalah benih yang ditanam dengan harapan, namun tak jarang ia tumbuh menjadi pohon dengan ranting-ranting yang tak terduga arahnya. Dalam taman politik yang penuh badai, seperti Indonesia, demokrasi berkembang dengan segala sisi baik dan buruknya, namun tampaknya yang lebih subur adalah sisi kelamnya.

Aristoteles, filsuf Yunani kuno, menggambarkan pemerintahan dalam tiga bentuk. Pertama, pemerintahan oleh satu orang: di sisi terang, ia adalah kerajaan yang adil; di sisi gelap, ia berubah menjadi tirani yang menindas. Kedua, pemerintahan oleh segelintir orang: di tangan bijak, ia menjelma menjadi aristokrasi yang terhormat; namun, di tangan yang serakah, ia menjadi oligarki yang menghisap. Ketiga, pemerintahan oleh banyak orang: di bawah kendali akal sehat, ia membentuk polity yang berlandaskan hukum; namun, dalam keramaian tak terdidik, ia berubah menjadi demokrasi yang liar.

Dalam pandangan Aristoteles, “polity” adalah cita-cita tertinggi pemerintahan oleh rakyat, di mana kelas menengah terdidik yang luas menjadi penopang stabilitas dan rasionalitas politik. Namun, demokrasi dalam bentuknya yang menyimpang, bagi Aristoteles, adalah pemerintahan oleh banyak orang di mana rakyat miskin mendominasi. Demokrasi ini rentan terhadap logika kerumunan — kekuatan massa yang mudah terombang-ambing, layaknya buih di tengah badai. Bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan, “terlalu sedikit yang dipertaruhkan”; suara mereka menjadi barang dagangan, ditukar dengan janji-janji palsu yang murah.

Namun demikian, pemerintahan oleh sedikit orang pun bukanlah tanpa bahaya. Oligarki, yang terdiri dari mereka yang memiliki banyak hal untuk dilindungi, cenderung memperkaya diri sendiri dan mempertahankan kekuasaan dengan cara yang licik. Seperti kolam kecil yang tercemar, oligarki dengan cepat membusuk karena korupsi dan nepotisme. Di antara kedua kutub ini, Aristoteles melihat polity sebagai satu-satunya jalan tengah yang ideal, di mana kelas menengah terdidik menjamin keseimbangan, akal sehat, dan partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan politik.

Indonesia, di persimpangan jalan ini, menghadapi dilema yang rumit. Demokrasi kita tampak terperangkap di antara oligarki yang rakus dan rakyat miskin yang terpinggirkan. Para pendiri bangsa kita, dengan wawasan jauh ke depan, mencoba memasang sabuk pengaman dengan menciptakan “demokrasi Pancasila” — sebuah sistem yang dirancang untuk melampaui kepentingan golongan, mewakili seluruh kekuatan rakyat yang terwujud dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Namun, apakah demokrasi Pancasila ini telah memenuhi janji-janjinya? Ataukah ia hanya menjadi sebuah retorika kosong yang diselimuti oleh kepentingan pragmatis segelintir elit politik? Ketika oligarki semakin kuat mencengkeram, dan rakyat miskin semakin terabaikan, demokrasi kita semakin kehilangan roh dan tujuannya. Dalam gelapnya malam politik, sabuk pengaman itu tampaknya kian rapuh, seakan menanti untuk terlepas saat momentum krisis tiba.

Yang kita butuhkan sekarang bukan sekadar ritual demokrasi lima tahunan atau parade politik yang sarat janji. Yang kita perlukan adalah keberanian untuk membangun kembali fondasi sosial, menciptakan ruang bagi kelas menengah yang kuat dan terdidik, yang mampu menjadi penopang demokrasi sejati. Bukan demokrasi yang tunduk pada logika kerumunan atau nafsu oligarki, melainkan demokrasi yang tumbuh subur dari kedalaman bumi ibu pertiwi, yang berpijak pada kearifan lokal dan keadilan sosial.

Di antara kerumunan, kita butuh nalar; di antara kekuasaan, kita butuh moral. Indonesia tak boleh menunggu datangnya kelas menengah yang kuat seperti sebuah janji yang tak kunjung tiba. Ia harus berani mengikatkan diri pada tali kebijaksanaan, agar tidak terseret ke dalam jurang pragmatisme kerumunan atau jerat oligarki.

Demokrasi sejati adalah tentang menjahit harapan bersama, merajut masa depan yang inklusif, di mana setiap warga negara merasa memiliki dan berhak atas kemajuan. Mungkin di sinilah Indonesia dapat menemukan kembali roh demokrasinya yang hilang, bukan sebagai “demos” yang terombang-ambing, tetapi sebagai “rakyat” yang berpikir, peduli, dan bersatu untuk mewujudkan negeri yang adil dan makmur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Campur Tangan Mulyono: “Soal Anies – Megawati Tersandera atau Berdusta?”

Next Post

Mengapa TVRI dan RRI Kian Redup di Tengah Gemerlap Media Swasta?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Next Post
Mengapa TVRI dan RRI Kian Redup di Tengah Gemerlap Media Swasta?

Mengapa TVRI dan RRI Kian Redup di Tengah Gemerlap Media Swasta?

Peroleh Dukungan Dari UAS, Kelompok Tertentu Meradang”Jenggot Kebakar” Tuding Anies Berpolitik Identitas

Anies Khawatir Tekanan dari Kekuasaan dan Risiko Parpol Jika Mengusungnya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist