• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Cap Jempol Darah PDIP: Siap Tempur Melawan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
January 11, 2025
in Feature, Politik
0
Cap Jempol Darah PDIP: Siap Tempur Melawan Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Simbolik politik kerap kali menjadi cara paling efektif untuk menunjukkan tekad, kesetiaan, dan perlawanan. PDI Perjuangan (PDIP), partai dengan sejarah panjang pergerakan politik di Indonesia, kembali menunjukkan kapasitas simboliknya melalui peringatan ulang tahun ke-52 yang digelar di Surabaya pada Januari 2025. Di tengah gegap gempita acara tersebut, satu kegiatan mencuri perhatian: pembubuhan cap jempol darah di atas kain putih.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, menjelaskan bahwa aksi ini adalah simbol kebulatan tekad dan kesetiaan mutlak kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Kader dari berbagai tingkat organisasi—ranting hingga anak ranting—secara bergantian membubuhkan darah mereka dengan mengenakan seragam merah yang mencerminkan identitas partai. Seolah ingin menyampaikan pesan kepada siapa pun yang berani menentang, aksi ini adalah bentuk pernyataan perang simbolis terhadap pihak-pihak yang mencoba “mengawut-awut” internal partai.

Namun, simbol ini tidak hanya berbicara soal loyalitas. Di bawah permukaan, aksi cap jempol darah ini mengandung makna strategis yang lebih dalam. Tahun 2025 adalah tahun yang sarat tantangan bagi PDIP. Kongres ke-6 yang akan digelar menjadi momentum penting untuk mengukuhkan arah partai di tengah dinamika politik yang makin kompleks, termasuk hubungan yang kian meruncing dengan mantan presiden Joko Widodo.

Jokowi: Dari Ikon Keberhasilan ke Ancaman Internal

Dalam diskusi politik yang digelar sehari setelah aksi simbolik tersebut, tema refleksi perjalanan PDIP menjadi pembicaraan utama. Namun, bayangan hubungan yang retak dengan Jokowi menjadi subteks yang tidak terhindarkan. Pemecatan Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution sebagai kader partai oleh Dewan Pimpinan Pusat menunjukkan bahwa PDIP tidak ragu mengambil langkah tegas demi menjaga “marwah” partai.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Bagi PDIP, Jokowi yang pernah menjadi ikon keberhasilan partai kini dianggap ancaman internal. Langkah-langkah politiknya yang dianggap keluar dari garis partai, serta kedekatannya dengan kekuatan eksternal, membuat PDIP mengambil langkah radikal. Adi Sutarwijono menyebutkan bahwa sanksi pemecatan ini adalah cara untuk menjaga disiplin partai, konstitusi, dan demokrasi, serta melindungi cita-cita perjuangan Bung Karno.

Kesetiaan yang Membara: Melampaui Loyalitas Biasa

Aksi cap jempol darah bukan sekadar perayaan ulang tahun partai; ia adalah deklarasi perang politik. Mengingat dinamika politik yang terjadi, termasuk dugaan intervensi eksternal dalam kongres mendatang, PDIP Surabaya menggunakan simbol ini untuk mengirim pesan: mereka siap melawan siapa saja yang mengancam kedaulatan partai, termasuk Jokowi dan pendukungnya.

Sebagai penegasan, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan PDIP Surabaya, Eusebius Purwadi, menyebut bahwa aksi ini juga bertujuan “mengawal dan mengamankan kongres.” Dengan kata lain, PDIP tidak akan tinggal diam terhadap upaya apa pun yang dapat mengganggu jalannya konsolidasi internal partai.

Makna di Balik Perlawanan: Dari Darah ke Narasi Perjuangan

Darah dalam konteks simbolik politik sering kali mencerminkan pengorbanan, komitmen, dan kekuatan tak tergoyahkan. Bagi PDIP, pembubuhan cap jempol darah ini adalah pernyataan tegas bahwa mereka tidak hanya berdiri tegak menghadapi tantangan, tetapi juga siap bertarung melawan siapa pun yang dianggap membelot dari cita-cita partai, termasuk Jokowi.

Di tengah persiapan kongres yang kian memanas, aksi simbolik ini memperkuat narasi bahwa PDIP adalah partai dengan militansi yang kokoh, tidak mudah dikendalikan oleh kekuatan eksternal, dan teguh pada kepemimpinan Megawati. Dengan momentum ini, PDIP Surabaya menegaskan bahwa mereka bukan sekadar partai politik biasa; mereka adalah kekuatan yang siap tempur.

Cap jempol darah, pada akhirnya, bukan sekadar tinta merah di atas kain putih. Ia adalah deklarasi politik yang jelas: PDIP telah siap menghadapi siapa pun, termasuk mantan presiden yang pernah mereka usung, jika itu berarti mempertahankan prinsip dan cita-cita partai. Siap tempur melawan Jokowi, cap jempol darah ini bukan hanya simbol kesetiaan, tetapi juga perlawanan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polemik Transparansi Biaya Pelayanan Kepolisian, Wilson Lalengke: Sebaiknya Tempel Tabel Harga ala Restoran

Next Post

Alex Pastoor ternyata Ada Hubungan dengan Timnas pada 19 Tahun Lampau

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Alex Pastoor ternyata Ada Hubungan dengan Timnas pada 19 Tahun Lampau

Alex Pastoor ternyata Ada Hubungan dengan Timnas pada 19 Tahun Lampau

Polisi Patwal RI 36 Diduga Bertindak Arogan, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Polisi Patwal RI 36 Diduga Bertindak Arogan, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...