“Maaf, sebagai patriot sejati saya tidak diajari untuk mencla mencle. Ini kalau gini darah saya mendidih,”kata Ganjar menambahkan
Jakarta – Fusilatnews – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menuding tiga purnawirawan jenderal TNI pendukung capres nomor urut 2 Prabowo Subianto tidak konsisten alias mencla-mencle.
Tiga Jendral Purnawirawan yang dituding Ganjar itu, Jenderal (purn) Wiranto, Jenderal (purn) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Jenderal (purn) Agum Gumelar.
Ketiga jenderal itu saat ini mendukung calon Presiden 02 Prabowo Subianto padahal pada Pemilu 2019 silam terkait status pencalonan Prabowo Subianto. Dengan tegas menolak pencalonan dan mendukung Prabowo karena memiliki rekam jejak yang buruk di militer.
Bahkan mereka bertiga mengatakan hey pensiunan TNI, ‘Anda bodoh kalau milih orang yang kita pecat’. Dan tiga-tiganya orang yang ngomong itu sekarang berada pada kubu di sana,” ucap Ganjar di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (7/2
“Maaf, sebagai patriot sejati saya tidak diajari untuk mencla mencle. Ini kalau gini darah saya mendidih,”kata Ganjar menambahkan
Agum Gumelar Klaim Tahu Detail Seputar Penculikan Aktivis ’98
Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat menghadiri deklarasi Persatuan Purnawirawan (PP) Polri yang mendukung dirinya dan Mahfud di Pilpres 2024.
Beberapa jenderal purnawirawan Polri hadir pada kesempatan itu seperti eks Kapolri Surojo Bimantoro, Rusdhiharjo, hingga Gories Mere.
“Kalau saya lihat kubunya ada Pak Wiranto, Pak Agum. Terakhir Pak Luhut, terakhir menyampaikan dukungannya,” kata Ganjar.
Ganjar menyebut pernyataan ketiganya soal Wiranto telah beredar. Dia menghormati dukungan mereka di Pilpres 2024. Namun, dia menunggu klarifikasi mereka soal pernyataannya pada 2019 soal Prabowo.
Pada Pilpres 2019, Luhut, Agum, Gumelar dan Wiranto berpihak pada Jokowi-Ma’ruf Amin yang saat itu berhadapan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.
Saat itu Agum pernah menyebut Prabowo terbukti melakukan pelanggaran berat di kasus penculikan aktivis 1998.
Saat itu Agum mengatakan tahu bagaimana korban penculikan itu dibunuh dan dibuang.
Dalam diskusi yang rekamannya diunggah oleh Ulin Ni’am Yusron, 11 Maret 2019 silam Agum mengatakan
“Tim Mawar yang melakukan penculikan itu bekas anak buah saya juga, dong. Saya juga melakukan pendekatan dari hati ke hati,” kata Agum


























